Penghalang Istiqomah

Penghalang Istiqomah

Penghalang Istiqomah

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan pembahasan tentang penghalam istiqomah.
selamat membaca.


Sudah dimaklumi istiqomah diperintahkan Allah dan rasul-Nya. Namun setiap orang yang ingin istiqomah dalam agamanya akan mengalami cobaan dan godaan setan berupa syubhat dan syahwat. Syubhat (kerancuan berfikir) dan syahwat (nafsu) membawa seorang menyimpang dan keluar dari jalan yang lurus. Syahwat mengantarnya kepada penyimpangan berupa rusaknya amalan dan syubhat menyimpangkan manusia dengan kerusakan dalam ilmu. Oleh karena itu Allah berfirman:

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.”
(Qs al-An’aam : 153).

Oleh karena itu, rasulullah menjelaskan pengertian ayat ini dalam hadits Ibnu Mas’ud yang berbunyi:

خَطَّ لَنَا رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم خَطًّا ثُمَّ قَالَ : هَذَا سَبِيلُ الله، ثُمَّ خَطَّ خُطُوطًا عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ شِمَالِهِ ثُمَّ قَالَ: هَذِهِ سُبُلٌ عَلَى كُلِّ سَبِيلٍ مِنْهَا شَيْطَانٌ يَدْعُو إِلَيْهِ ، ثُمَّ قَرَأَ: وَإِنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَ تَتَّبِعُوا السُّبُلَ ، فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ

Rasulullah mencoretkan satu garis untuk kami lalu bersabda: inilah jalan Allah.
Kemudian menggores beberapa garis disebelah kanan dan kirinya kemudian bersabda: inilah jalan-jalan yang setiap jalan tersebut ada setan yang mengajaknya. Kemudian membaca firman Allah yang artinya: Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain). (Qs al-An’aam : 153).
(HR Ahmad).

Setan yang mengajak berpaling dari jalan yang lurus dengan syubhat atau dengan syahwat atau dengan kedua-duanya. Apabila melihat seorang itu jauh dari agama dan senang dengan syahwat maka digodalah dengan syahwat.
Bila seorang memiliki semangat dan menjaga agamanya maka masuklah setan menggoda dengan syubhat. Setan tidak perduli dengan cara bagaimana seorang sesat dan berpaling dari jalan yang lurus.

Disini perlu kita semua sadar dan menghadirkan permisalan yang disampaikan Rasulullah kepada kita dalam hadits an-Nawaas bin Nu’man yang berbunyi:

 ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا، وَعَلَى جَنْبَتَيْ الصِّرَاطِ سُورَانِ، فِيهِمَا أَبْوَابٌ مُفَتَّحَةٌ، وَعَلَى الْأَبْوَابِ سُتُورٌ مُرْخَاةٌ، وَعَلَى بَابِ الصِّرَاطِ دَاعٍ يَقُولُ: أَيُّهَا النَّاسُ، ادْخُلُوا الصِّرَاطَ جَمِيعًا، وَلَا تَتَعَرَّجُوا، وَدَاعٍ يَدْعُو مِنْ فَوْقِ الصِّرَاطِ، فَإِذَا أَرَادَ يَفْتَحُ شَيْئًا مِنْ تِلْكَ الْأَبْوَابِ، قَالَ: وَيْحَكَ لَا تَفْتَحْهُ، فَإِنَّكَ إِنْ تَفْتَحْهُ تَلِجْهُ، وَالصِّرَاطُ الْإِسْلَامُ، وَالسُّورَانِ: حُدُودُ اللَّهِ، وَالْأَبْوَابُ الْمُفَتَّحَةُ: مَحَارِمُ اللَّهِ، وَذَلِكَ الدَّاعِي عَلَى رَأْسِ الصِّرَاطِ: كِتَابُ اللَّهِ، وَالدَّاعِي مِنِ فَوْقَ الصِّرَاطِ: وَاعِظُ اللَّهِ فِي قَلْبِ كُلِّ مُسْلِمٍ

“Allah memberikan perumpamaan jalan yang lurus dan ada di kedua sisinya dua dinding dan pada kedua dinding tersebut ada pintu-pintu yang terbuka dan pintu-pintu tersebut tabir yang dilepas dan diatas pintu ada yang memanggil: ‘Wahai manusia masuklah kalian seluruhnya ke jalan yang lurus dan jangan ambil yang tidak lurus’.
Ada juga yang memanggil diatas jalan tersebut ketika manusia ingin membuka satu dari pintu-pintu tersebut : ‘Celaka kamu, jangan buka! Karena bila kamu buka kamu akan tergelincir’.
Jalan yang lurus itu adalah islam dan kedua dinding tersebut adalah batasan-batasan Allah, pintu-pintu yang terbuka itu adalah larangan-larangan Allah. Da’i yang ada di awal jalan adalah kitabullah dan da’i (penyeru) yang diatas jalan adalah pengingat Allah di kalbu setiap muslim.”
(HR Ahmad dan at-Tirmidzi).

Apabila kita selalu ingat dengan ini, sangat bermanfaat dalam menjaga keistiqamahan kita. Lihatlah dua dinding yang merupakan batasan syariat yang menjaga kita dari menyimpang dan keluar dari jalan yang lurus.
Namun juga ingat banyaknya pintu yang ditutup dengan kelambu yang membuat kita ingin menyentuh dan membukanya. Memang tidak dipungkiri pintu yang ditutupi tirai lebih menggoda daripada pintu yang tertutup dan terkunci. Pintu bertirai membuat kita penasaran untuk menyentuh dan mengetahui apa dibalik tirai tersebut.

Kesimpulannya jalan keistiqomahan diganggu dan dihambat oleh syahwat dan syubhat. Ibnu al-Qayyim pernah berkata:

وقَد نصَبَ الله سبحانه الجسرَ الَّذي يمُرُّ النَّاس منْ فوقِه إلى الجنَّة، ونصبَ بجانِبَيه كلاليبَ تَخطف النَّاسَ بأعمالهم ، فهكَذا كَلاليبُ الباطل مِن تَشْبيهات الضَّلال وشَهوات الغَيِّ تمنَع صاحبَها من الاستقامة على طريق الحقِّ وسلوكِه ، والمعصومُ من عصَمَه الله

“Allah telah memasang jembatan yang dilewati manusia menuju surga dan memasang di kedua sisinya pengait-pengait yang akan menyambar manusia sesuai amalan mereka. Demikianlah pengait kebatilan berupa syubhat kesesatan dan syahwat yang melalaikan, mencegah pemiliknya dari keistiqomahan diatas jalan kebenaran dan berjalan di atasnya. Yang terjaga adalah orang yang Allah jaga.”

Demikian semoga kita selalu sadar akan godaan setan yang menyesatkan kita dan menggelincikan kita dari jalan yang lurus.

Semoga bermanfaat.
Wabillahi taufiq.

 

Disusun oleh:
Ustadz Kholid Syamhudi حفظه الله
Senin, 12 Sya’ban 1434 H/ 01 Juli 2013 M



Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. حفظه الله
Beliau adalah Mudir Pondok Pesantren Ibnu Abbas As Salafi, Sragen
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Kholid Syamhudi حفظه الله 
klik disini

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS