Pengertian Pakaian Syuhrah Yang Terlarang

Pengertian Pakaian Syuhrah Yang Terlarang

Pertanyaan :

Apakah yang dimaksud dengan pakaian syuhrah?

Jawaban :

Pakaian syuhrah adalah semua jenis pakaian atau cara berpakaian yang membuat orang-orang disekitarnya (masyarakat) mengomentarinya baik karena jeleknya pakaian tersebut atau karena mewahnya, selama pakaian atau cara berpakaian tersebut tidak syar’i.

Syaikh Sulaiman bin Salimullah Ar-Ruhaily pernah ditanya tentang hal ini, maka beliaupun menjawab :

Pakaian Syuhrah adalah semua pakaian (atau cara berpakaian) yang tidak syar’i, yang dapat membuat orang-orang melihat (dan merasa aneh dengan) pemakainya dikarenakan suatu hal yang mencolok dari pakaian tersebut, baik karena saking jeleknya atau terlalu mewah.

semua pakaian (atau cara berpakaian) yang tidak syar’i

Kalimat ini mengeluarkan semua pakaian syar’i (dari pengertian pakaian syuhrah). Seperti:

1. Menaikan Celana Di Atas Mata Kaki

Menaikan celana (pakaian) diatas mata kaki terkadang bisa membuat orang-orang (masyarakat) memperbincangkannya. Disebagian daerah, jika Engkau masuk ke dalam sebuah komunitas (masyarakat) dan celanamu diatas mata kaki sedikit, mereka akan mentertawakanmu, semua orang yang berada disana akan melihatmu dan mentertawakanmu.

Tapi ini bukan cara berpakaian syuhrah, ini adalah pakaian untuk menghidupkan sunnah, Engkau akan diberi pahala karenanya, dan ketika Engkau bersabar atas gangguan dan gunjingan orang-orang, maka Engkau juga akan diberi pahala.

Sehingga kalimat, “semua pakaian (atau cara berpakaian) yang tidak syar’i”, mengeluarkan pakaian yang syar’i dari pengertian pakaian syuhrah.

2. Seorang wanita memakai jilbab yang menutupi perhiasan-perhiasan mereka, disebagian tempat, jilbab akan membuat orang-orang melihat kepadanya dan akan membicarakannya. Ketika seorang wanita berjalan dijalan (memakai jilbab) orang-orang berbondong-bondong melihatnya.

Tapi, ini bukan pakaian syuhrah, ini adalah cara berpakaian yang menghidupkan sunnah, dan yang kami maksud dengan sunnah adalah agama secara keseluruhan, bukan sunnah (dalam istilah fiqih) yang diberi pahala jika dilakukan dan tidak dihukun jika ditinggalkan.

semua pakaian (atau cara berpakaian) yang tidak syar’i

Maksud dari kalimat “yang tidak syar’i” bukan artinya haram. Akan tetapi maksudnya adalah seseorang tidak dituntut secara syariat, tidak dimotivasi, tidak didorong untuk berpakaian dengan pakaian atau cara tersebut.

Kemudian (kita lanjutkan penjelasan tentang definisi pakaian syuhrah), “yang dapat membuat orang-orang melihat (dan merasa aneh dengan) pemakainya dikarenakan suatu hal yang mencolok dari pakaian tersebut, baik karena saking jeleknya”, contohnya:

  1. Memakai pakaian yang sudah berlubang (bolong-bolong), padahal dia bukan orang miskin, tapi ia melakukan hal tersbut agar orang-orang melihatnya, maka ini adalah pakaian syuhrah
  2. Memakai pakaian yang kusut, sehingga orang-orang memperhatikannya, padahal bukan orang yang miskin, dan tidak ada kebutuhan sama sekali, akan tetapi memang seperti itu pakaiannya.
  3. Atau seperti di zaman kita ini (ditempat syaikh sulaiman berada -pen), memakai pakaian yang tidak disetrika tanpa ada alasan yang dibenarkan. Ia memakainya memang seperti itu cara dia berpakaian didepan orang-orang, sehingga ketika ia keluar dengan pakaian tersebut, orang-orang pun melihatnya, “kenapa orang itu ?!”, maka seperti ini termasuk pakaian syuhrah.

Kemudian (dalam definisi pakaian syuhrah ada kalimat) : “atau terlalu mewah

Maksudnya adalah orang-orang tidak ada yang memakai pakaian tersebut, sehingga orang-orang melihatnya karena pakaiannya yang sangat mahal, atau karena saking bagusnya, maka ini pakaian syuhrah.

Dalam agama kita wahai saudara-saudaraku, tidak ada istilah “berbeda sendiri dalam cara berpakaian”, atau perkataan ‘aku ingin memiliki style sendiri dalam berpakaian’.

Ketika pakaian atau cara berpakaian sudah membuat orang-orang melihat mu maka itulah pakaian syuhrah.

Dan pakaian syuhrah terkadang dipengaruhi oleh faktor warna, misalkan seseorang memakai warna yang tidak dipakai didaerah tersebut, sehingga jika ia memakainya, orang-orang akan memperhatikannya (dan membicarakannya), maka ini dinamakan pakaian syuhrah juga.

Kesimpulannya, pakaian yang membuat orang-orang (masyarakat) memperhatikan mu, maka itu adalah pakaian syuhrah, dan dikecualikan jika itu adalah pakaian atau cara berpakaian yang dituntut oleh syariat, maka itu (bukan pakaian syuhrah), tapi termasuk menghidupkan aturan agama dan sunnah.

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=sNzQWc8aMGE

Berikut transkip bahasa arabnya

أحسن الله إليكم هذا سائل يقول

ما هو ضابط لباس الشهرة

لباس شهرة : كل لباس ليس مشروعا يجلب النظر إلى لابسه  لخسته أو نفاسته

كل لباس ليس مشروعا يجلب النظر إلى لابسه  لخسته أو نفاسته

كل لباس ليس مشروعا : هذا يخرج اللباس المشروع، مثل :

١ ذرفع الثوب فوق الكعب

رفع الثوب فوق الكعب قد يلفت النظر إليك، في بعض البلدان إذا دخلت على القوم وقد رفعت ثوبك قليلا أو بنطالك قليلا عن الكعب كانوا الذي دخلت عليهم مضحك، كلهم ينظرون ويضحكون، هذا ليس لباس الشهرة، هذه إحياء السنة تؤجر عليها، وصبرك على أذى الناس تؤجر عليه،

إذن كل لباس ليس مشروعا، هذا يخرج اللباس المسروع

٢ كون المرأة تتجلبب وتلبس الجلباب الساتر للزينة في بعض البلدان، يجعل كل الأنظار تنظر إليها، وهي سائرة في الطريق الكل ينظر إليها، هذا ليس لباس شهرة، هذا إحياء السنة، ونقصد بالسنة الدين عموما، وليس ما يوثب فاعله ولا يعاقب تاركه

كل لباس ليس مشروعا : ليس مشروعا لا يعني أنه محرم لكن لم يشرع، لم يحث عليه، لم يطلب، يجلب النظر إلى لابسه لخسته :

١ يلبس ثوبا مرقعا، وهو ما شاء الله غير محتاج حتى الناس ينظرون إليه، هذا لباس شهرة
٢ يلبس ثوبا متّسخا حتى أن الناس ينظرون إليه ليس لضوررة ولا حاجة لكن هكذا يلبس
٣ أو في زماننا مثلا يلبس ثوبا غير مكوي من غير حاجة لكن هكذا يريد أن يلبس أمام الناس، حتى أنه إذا خرج الناس تنظر إليه، ما به، هذا لباس شهرة،

أو لنفاسته : لا يلبس أمثاله في العادة، فيلبس لباسا يلفت النظر إليه لأنه غالي، أو لأنه متميز، هذا لباس شهرة !

ما عندنا يا إخوة ما يقول التمييز في اللباس، أريد أن أكون صاحب شخصية، صاحب التمييز في لباسي، إذا وصلت الدرجة أن الناس ينظرون إليك في لباسك فهذا لباس شهرة،

وقد يكون أيضا بلونه، يلبس ثوبا بلون لا يلبس في البلد، فإذا خرج الناس ينظرون إليه، هذا لباس شهرة

إذن اللباس الذي يجعل الناس ينظرون إليك فهو لباس شهرة إلا إذا كان مطلوبا شرعا، فإنه من إحياس الدين والسنن

 

Ditulis oleh:
👤 Ustadz Ratno Abu Muhammad Lc حفظه الله
(Kontributor bimbinganislam.com)



Ustadz Ratno Abu Muhammad, Lc.
Kontributor Bimbingan Islam (BiAS), Alumni Universitas Islam Madinah Jurusan Hadits
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Ratno حفظه الله 
klik disini

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )