KonsultasiUmum

Pendapat Ulama Besar Madzhab Syafi’i Tentang Musik

Pendapat Ulama Besar Madzhab Syafi’i Tentang Musik

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang pendapat ulama besar madzhab syafi’i tentang musik.
selamat membaca.

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Semoga Allah ‘Azza wa Jalla selalu menjaga ustadz dan keluarga.

ustadz.. Afwan bertanya

Apakah hukum memainkan alat musik?
Di sekolah yang katanya IT (sekolah islam terpadu) ada ekskul menari,drum band. Saya pernah tanya teman yang kebetulan jadi ketua cabang Salimah di Jogja, beliau bilang menari,menyanyi boleh asal untuk diri sendiri, tidak untuk pamer dan tidak sampai terlena.
Apakah benar seperti itu?

Baca Juga :  Mahar Kitab dan Minta Diajari

jazaakallah Khairan.

(Disampaikan oleh Fulanah di Sukoharjo, Sahabat BiAS T10-G37)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillāh wa shalātu wa salāmu ‘alā rasūlillāh.

Hukum musik telah dijelaskan oleh para ulama dari sejak dahulu, mereka mengatakan bahwa hukum alat-alat musik adalah haram, orang yang memainkan dan suka mendengarkannya akan ditolak persaksiannya.
Hal ini berdasarkan sabda rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

ليكونن من أمتي أقوام يستحلون الحر والحرير والخمر والمعازف 

“Sungguh akan ada sebuah kaum dari umatku, yang menghalalkan zina, sutera, khamr dan alat – alat musik.”
(HR. Bukhari no. 5590 dengan shigah ta’liq)

Ibnu hajr al haitamy (ulama besar madzhab syafi’i, digelari dengan muharrir madzhab fase kedua) berkata, setelah menyebutkan berbagai macam alat musik:

وهذه كلُّها محرَّمة بلا خِلاف ، ومَن حكى فيه خلافًا فقد غلط أو غلب عليه هَواه ، حتى أصمَّه وأعماه ، ومنعه هداه ، وزلَّ به عن سنن تَقواه

“Semua ini hukumnya haram tanpa ada perselisihan dikalangan para ulama, siapa yang mengatakan dalam permasalahan ini ada perbedaan pendapat, maka sejatinya dia melakukan kesalahan, atau hawa nafsunya telah menguasai dirinya, sehingga dia pun tuli dan buta, yang membuatnya terhalang dari hidayah, dan tergelincir dari jalan ketaqwaan.”
(Kaff ar- ri’a’ :  118).

Maka, nasihat kami perbanyaklah belajar agama, sehingga anda tidak mudah dibawa oleh orang-orang, kepada pendapat yang menyalahi kebenaran yang dibawa oleh rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para ulama.

Wallahu a’lam.

 

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Senin, 09 Jumadal Akhirah 1441 H/ 03 Februari 2019 M



Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini

Baca Juga :  Tetap Berbakti Walaupun Orang Tua Memiliki Kesalahan

USTADZ MUHAMMAD IHSAN, S.Ag., M.HI.

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2011 – 2015, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2016 – 2021 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Syaikh Sulaiman & Syaikh Sholih As-Sindy di Malang 2018, Beberapa dars pada dauroh Syaikh Sholih Al-’Ushoimy di Masjid Nabawi, Dauroh Masyayikh Yaman tahun 2019, Belajar dengan Syaikh Labib tahun 2019 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Kegiatan bimbingan islam

Related Articles

Back to top button