FiqihIbadahKonsultasi

Pahala Ketika Mengamalkan Puasa Sunnah

Pendaftaran Grup WA Madeenah

Pahala Ketika Mengamalkan Puasa Sunnah

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Pahala Ketika Mengamalkan Puasa Sunnah, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Afwan Ustadz izin bertanya Apakah jika kita berpuasa Sunnah, akan melipat gandakan amal-amal ibadah kita sama halnya ketika berpuasa dibulan Ramadhan?

جزاك اللهُ خيراً

(Ditanyakan Oleh Mahad Bimbingan Islam)

 


Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

Perlu dipahami bahwa pahala dan balasan atas amalan wajib tidak sama dengan pahala dan balasan dari amalan yang dianjurkan. Jadi pahala ibadah puasa wajib (Puasa Ramadhan) jauh lebih besar dan lebih utama. Namun amalan Sunnah inilah yang menyempu akan kekurangan-kekurangan dari amalan Wajib yang dikerjakannya.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمُ الصَّلاَةُ قَالَ يَقُولُ رَبُّنَا جَلَّ وَعَزَّ لِمَلاَئِكَتِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ انْظُرُوا فِى صَلاَةِ عَبْدِى أَتَمَّهَا أَمْ نَقَصَهَا فَإِنْ كَانَتْ تَامَّةً كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً وَإِنْ كَانَ انْتَقَصَ مِنْهَا شَيْئًا قَالَ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِى مِنْ تَطَوُّعٍ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ قَالَ أَتِمُّوا لِعَبْدِى فَرِيضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ عَلَى ذَاكُمْ

“Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab pada manusia di hari kiamat nanti adalah shalat. Allah ‘azza wa jalla berkata kepada malaikat-Nya dan Dia-lah yang lebih tahu, “Lihatlah pada shalat hamba-Ku. Apakah shalatnya sempu a ataukah tidak? Jika shalatnya sempu a, maka akan dicatat baginya pahala yang sempu a. Namun jika dalam shalatnya ada sedikit kekurangan, maka Allah berfirman:

Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki amalan sunnah. Jika hamba-Ku memiliki amalan sunnah, Allah berfirman: sempu akanlah kekurangan yang ada pada amalan wajib dengan amalan sunnahnya.” Kemudian amalan lainnya akan diperlakukan seperti ini.”

(HR. Abu Daud, no. 864, Ibnu Majah, no. 1426. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

‌Hadits ini memberikan faedah yang besar bahwa amalan sunnah (seperti puasa sunnah) bisa menyempu akan kekurangan yang ada pada puasa wajib sebagaimana halnya shalat. Oleh karena itu, jika kita merasa ada kekurangan dalam amalan wajib, maka perbanyaklah amalan sunnah.

Wallahu Ta’ala A’lam.

 

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul, S.Ag. حافظه الله

Related Articles

Back to top button