Opening WAG BIAS
Nuzhatul Muttaqin

Nuzhatul Muttaqin Hadits Ke-1

Nuzhatul Muttaqin

باب الإِخلاصِ وإحضار النيَّة في جميع الأعمال والأقوال والأحوال البارزة والخفيَّة

Bab Ikhlas dan Menghadirkan Niat disetiap Perbuatan dan Perkataan, baik secara terang-terangan atau tersembunyi.

Hadits Ke-1

وعَنْ أَميرِ الْمُؤْمِنِينَ أبي حفْصٍ عُمرَ بنِ الْخَطَّابِ بْن نُفَيْل بْنِ عَبْد الْعُزَّى بن رياحِ بْن عبدِ اللَّهِ بْن قُرْطِ بْنِ رَزاحِ بْنِ عَدِيِّ بْن كَعْبِ بْن لُؤَيِّ بنِ غالبٍ القُرَشِيِّ العدويِّ. رضي الله عنه، قالَ: سمعْتُ رسُولَ اللهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقُولُ:
“إنَّما الأَعمالُ بالنِّيَّات، وإِنَّمَا لِكُلِّ امرئٍ مَا نَوَى، فمنْ كانَتْ هجْرَتُهُ إِلَى الله ورَسُولِهِ فهجرتُه إلى الله ورسُولِهِ، ومنْ كاَنْت هجْرَتُه لدُنْيَا يُصيبُها، أَو امرَأَةٍ يَنْكحُها فهْجْرَتُهُ إِلى مَا هَاجَر إليْهِ” متَّفَقٌ عَلَى صحَّتِه

Baca Juga:  Nuzhatul Muttaqin Hadits Ke-5

“Segala sesuatu tergantung dengan niatnya, dan setiap orang akan mendapat (ganjaran) sesuai dengan yang diniatkan. Maka barang siapa yang hijrahnya itu karena Alloh dan RosulNya, maka hijrahnyapun kepada (dan karena) Alloh. Namun barang siapa yang hijrahnya karena (untuk) harta dunia yang ingin diperolehnya, atau untuk seorang wanita yamg ingin dinikahinya, maka hijrahnya pun untuk sesuatu yang dimaksudkan tersebut “ [Muttafaq ‘Alaih]

Faedah Sebab
Disebutkan oleh Imam Thobroni rohimahulloh dengan sanand yang terpercaya, bahwa sahabat Ibnu Mas’ud rodhiallohu ‘anhu mengatakan;
Dahulu ada laki-laki yang ingin meng-khitbah (atau menikahi) seorang perempuan yang disebut Ummu Qois, namun perempuan itu menolaknya. Ia hanya bersedia dinikahi JIKA sang laki-laki tersebut hijrah bersamanya. Maka sang laki-laki ini hijrah untuk menikahinya, sehingga laki-laki tersebut dikenal dengan sebutan “’مهاجر أم قيس”  atau lelaki yang hijrah demi Ummu Qois.

Baca Juga:  Nuzhatul Muttaqin Hadits Ke-7

Faedah Hadits

  • Para ‘Ulama sepakat, bahwa niat merupakan syarat untuk mendapatkan ganjaran dari suatu perbuatan. Namun ada perbedaan dalam perincian tentang persyaratan tersebut.

Ulama Syafi’iyyah mengatakan sebagai syarat wasilah dan syarat tujuan (syarat wasilah seperti wudhu dan syarat tujuan seperti sholat).

Adapun ‘Ulama Hanafiyyah mengatakan hanya syarat wasilah saja bukan syarat tujuan.

  • Letak niat adalah didalam hati, dan tidak disyaratkan untuk diucapkan.

Diantara syarat yang lain adalah Ikhlas kepada Alloh saja, karena Alloh tak akan menerima suatu amal jika tidak Ikhlas mengaharap wajah Alloh semata.

Wallohu A’lam
Wabillahit Taufiq

Oleh
Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله

Baca Juga:  Nuzhatul Muttaqin Hadits Ke-2
Back to top button