Nuzhatul Muttaqin Hadits Ke-7

Nuzhatul Muttaqin Hadits Ke-7

Nuzhatul Muttaqin

وَعَنْ أبي هُريْرة عَبْدِ الرَّحْمن بْنِ صخْرٍ رضي الله عَنْهُ قَالَ: قالَ رَسُولُ اللهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: “إِنَّ الله لا يَنْظُرُ إِلى أَجْسامِكْم، وَلا إِلى صُوَرِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وأعمالكم “رواه مسلم.

Dari Sahabat Abi Huroiroh rodhiallohu ‘anhu, yakni ‘Abdurrohman bin Shokr mengatakan: Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda;

“Sejatinya Alloh (laa yandhuru ila ajsamikum) tidak melihat pada tubuh atau jasad kalian, juga tidak melihat pada wajah kalian, tetapi Dia melihat pada hati kalian dan amal kalian” [HR Muslim]

 

Faedah Lughoh

  • Laa yandhuru ila ajsaamikum : Tidak melihat pada jasad kalian, penampilan kalian (Umur tua atau muda, Tampan atau tidak, Beruban atau tidak, Gemuk atau kurus, Panjang besar atau pendek, dll).

Dan ini sejalan dengan apa yang Alloh firmankan;

وَمَآ أَمۡوَٰلُكُمۡ وَلَآ أَوۡلَٰدُكُم بِٱلَّتِي تُقَرِّبُكُمۡ عِندَنَا زُلۡفَىٰٓ إِلَّا مَنۡ ءَامَنَ وَعَمِلَ صَٰلِحٗا … ٣٧

“Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh…” (QS Saba 37)

Faedah Hadits

  • Ganjaran atas suatu amalan dapat dilihat dan digapai dengan apa yang bersumber dari hati, yaitu ikhlas dan niat yang benar.
  • Perhatian dengan keadaan atau hal-hal yang berkaitan dengan hati, memperbaiki tujuan (niat) dan mensucikannya dari segala yang buruk adalah hal yang dicintai Alloh, namun terlalu memfokuskan pada hati (saja) termasuk hal yang dibenci Alloh.
  • Perhatian untuk memperbaiki hati lebih diutamakan daripada sekedar amalan dengan anggota badan, Karena amalan atau ibadah hati dapat memperbaiki dan melengkapi amalan-amalan anggota badan yang sesuai syari’at.
  • Bisa jadi seseorang benar secara perbuatan namun salah dalam niat, maka yang kita lihat hanya perbuatan dzohirnya saja dan meninggalkan penilaian hati/niatnya, Karena itu urusan antara dia dengan Alloh Jalla wa ‘alaa.

Wallohu A’lam
Wabillahit Taufiq

Oleh
Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله

CATEGORIES
Share This

COMMENTS