FiqihKonsultasi

Niat Mandi Junub Dan Haid Secara Bersamaan

Pendaftaran Grup WA Madeenah

Niat Mandi Junub Dan Haid Secara Bersamaan

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Niat Mandi Junub Dan Haid Secara Bersamaan, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Jika sebelumnya karena ketidak tahuannya, seorang wanita yang ada junub dan haid, dan saat mandi besar hanya meniatkan mandi wajib dari haid saja karena ia menganggap junubnya tidak akan terhitung sebagai hadats besar karena ada hadats besar lainnya yaitu haid sehingga meniatkan mandi wajib dari haid saja (jadi niatnya bukan mengangkat semua hadats besar), terangkatkah junubnya dan sah kah shalatnya selama ini, ustadz?

Ustadz pernah bilang bahwa shalat yang sudah terlaksana dengan ilmu sebelumnya tidak lagi perlu diqadha, artinya jika ada kesalahan-kesalahan baik karena ketidak-tahuan maupun karena perbedaan ilmu yang dipakai sebelumnya, shalat-shalat tersebut tetap sah dan tak perlu diganti, begitu ya ustadz?

جزاك اللهُ خيراً

Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

Jika ada seorang perempuan yang ingin membersihkan haid dan junubnya dalam satu waktu, maka cukup baginya dengan satu kali mandi dengan meniatkan keduanya (haid dan junub).

Dan juga jika perempuan tersebut hanya meniatkan salah satunya saja, misal mandi untuk haid, maka sah juga mandi tersebut untuk junubnya. Ini adalah pendapat mayoritas ulama dari madzhab maliki, syafi’i dan hambali.
Vegan bodybuilder WINS seat in Parliament after national protests oxandrolone vs anavar bodybuilder learns to walk, eat again after massive car crash landed him in coma – abc news
Berkata Ad-Dardir dalam kitabnya syarah kabir :
“Jika seorang perempuan yang junub dan haid atau nifas, meniatkan mandi untuk haid atau nifas dan junub secara bersamaan, atau hanya meniatkan salah satunya saja, entah dia lupa atau dalam keadaan sadar dan dia tidak meniatkan untuk selainnya (hanya meniatkan satu saja) , maka cukup baginya mandi tersebut untuk semuanya.”

Imam Nawawi berkata dalam Al Majmu’ :
“Jika seorang wanita ada kewajiban mandi junub dan haid, dan dia hanya meniatkan salah satunya saja, maka mandinya sah dan mencukupi keduanya”.

Adapun tentang ketidak tahuan, maka di dalam hadits

إِنَّ اللَّهَ تَجَاوَزَ عَنْ أُمَّتِى الْخَطَأَ وَالنِّسْيَانَ وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ

“Sesungguhnya Allah memaafkan umatku ketika ia tidak sengaja, lupa atau dipaksa.” (HR. Ibnu Majah)

Yang dimaksud memaafkan adalah tentang dosanya.

Ada ibadah yang sifatnya adalah bukan merupakan tanggungan. Contoh membaca Al-Qur’an. Jika seseorang membaca dan menyentuh ayat Al-Qur’an dalam keadaan junub, maka tidak ada dosa baginya dan tidak ada kewajiban apapun yang berkaitan dengan Al-Qur’an karena hal tersebut.

Ada ibadah yang sifatnya adalah tanggungan. Contoh sholat. Jika seseorang melakukan sholat dalam keadaan junub, maka dia dimaafkan dan diampuni doasanya. Adapun sholatnya, maka dia harus mengqodhonya setelah dia mandi junub. (afwan, ini hanya contoh untuk orang yang sholat dalam keadaan junub, bukan menerangkan keadaan si penanya. Adapun sholatnya si penanya berdasarkan mayoritas ulama adalah sah)

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh: 
Ustadz Achmad Nur Hanafi, Lc. حافظه الله

Related Articles

Back to top button