Ibadah

Niat Ikut Pengajian lalu Timbul Rasa Malu

Niat Ikut Pengajian lalu Timbul Rasa Malu

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan Niat Ikut Pengajian lalu Timbul Rasa Malu, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz izin bertanya lagi. Apa yang harus saya lakukan ketika kita ada niat ikut pengajian cuma timbul rasa malu pada diri sendiri sebab sudah 6 tahun tidak hadir ke majelis ilmu dan sebelum itu saya juga berani pergi sendiri ke majelis ilmu tapi sekarang saya benar jadi penakut dan malu-malu mau datang, jadi saya mohon nasihatnya stadz..terima kasih

جزاك الله خيرا

(Dari Fulan Anggota Grup Whatsapp Sahabat BiAS)


Jawaban:

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Wa’alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh

Kenapa harus takut dan malu kembali ke majelis ilmu? Padahal disana ada jalan menuju surga Allah Ta’ala, yang surga-Nya seluas langit dan bumi.

Rasulullah Shallallahu ’alaihi wasallam bersabda:

مَن سلَك طريقًا يطلُبُ فيه عِلْمًا، سلَك اللهُ به طريقًا مِن طُرُقِ الجَنَّةِ

Barangsiapa menempuh jalan menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya untuk menuju surga” (HR. At Tirmidzi no. 2682, Abu Daud no. 3641, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud).

Kenapa harus takut dan malu ke majelis ilmu? Padahal pada majelis ilmu ada sebab keistiqamahan dalam hidup, karena ilmu yang menjaga Insan, dan di majelis ilmu ada sahabat yang shalih yang selalu meingingatkan akan akhirat,

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

ﺃﻥ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻳﺤﺮﺱ ﺻﺎﺣﺒﻪ ﻭﺻﺎﺣﺐ ﺍﻟﻤﺎﻝ ﻳﺤﺮﺱ ﻣﺎﻟﻪ

Ilmu itu menjaga pemiliknya sedangkan pemilik harta akan menjaga hartanya.” (lihat Miftah Daris Sa’adah, 1/29, dan yang lebih lengkap dan rinci dalam kitab al-‘Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu, hal. 160-163).

Beliau juga mengisahkan tentang guru beliau Ibnu Taimiyyah, beliau bercerita:

وكنا إذا اشتد بنا الخوف وساءت منا الظنون وضاقت بنا الأرض أتيناه، فما هو إلا أن نراه ونسمع كلامه فيذهب ذلك كله وينقلب انشراحاً وقوة ويقيناً وطمأنينة

“Kami (murid-murid Ibnu Taimiyyah), jika kami ditimpa perasaan gundah gulana atau muncul dalam diri kami prasangka-prasangka buruk atau ketika kami merasakan kesempitan hidup, kami segera mendatangi beliau untuk meminta nasehat, maka dengan hanya memandang wajah beliau dan mendengarkan nasehat beliau, serta merta hilang semua kegundahan yang kami rasakan dan berganti dengan perasaan lapang, tegar, yakin dan tenang” (Al-wabilush shayyib, hal. 48, Darul Hadits, Via Syamilah).

Kewajiban Belajar Ilmu Agama yang Fardhu ‘Ain

Saudaraku, menuntut ilmu agama (Islam) yang sifatnya fardhu ‘ain merupakan perkara wajib bagi setiap muslim. Meski zaman sudah berubah, serba digital, kewajiban menuntut ilmu terasa mudah dilakukan, kita bisa mengakses berbagai situs tentang ilmu-ilmu agama, namun satu hal yang kita lupa dan terkadang luput dari ingatan kita bahwa menghadiri majelis ilmu secara langsung, mendengarkan nasehat-nasehat ulama, ahli ilmu atau ustadz tentunya lebih utama dan lebih banyak faedah yang bisa kita ambil, seperti belajar adab-adab Islami, pahala berjalan menuju majelis ilmu, doa para malaikat untuk siapa saja yang menghadiri majelis ilmu serta terjalinnya ukhuwah Islamiyah di antara para sahabat seperjuangan secara khusus dan kaum muslimin secara umum.

Balasan Sesuai dengan Perbuatannya

Siapa Yang Berpaling Dari Mejelis Ilmu, maka Allah Ta’ala pun berpaling darinya.

Pernah sahabat Abu Waqid Al-Harits bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu menceritakan bahwa dia sedang duduk bersama sahabat-sahabatnya di majelis Rasul, ketika itu datang 3 lelaki,

بَيْنَمَا هُوَ جَالِسٌ في المَسْجِدِ ، والنَّاسُ مَعَهُ ، إذْ أقْبَلَ ثَلاثَةُ نَفَرٍ ، فأقْبَلَ اثْنَانِ إِلَى رسُولِ اللهِصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، وَذَهَبَ واحِدٌ ؛ فَوَقَفَا عَلَى رسولِ الله – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – . فأمَّا أحَدُهُما فَرَأَى فُرْجةً في الحَلْقَةِ فَجَلَسَ فِيهَا ، وَأمَّا الآخرُ فَجَلَسَ خَلْفَهُمْ ، وأمَّا الثَّالثُ فأدْبَرَ ذاهِباً . فَلَمَّا فَرَغَ رَسُولُ الله – صلى الله عليه وسلم – ، قَالَ : ( ألاَ أُخْبِرُكُمْ عَنِ النَّفَرِ الثَّلاَثَةِ : أَمَّا أَحَدُهُمْ فَأوَى إِلَى اللهِ فآوَاهُ اللهُ إِلَيْهِ . وَأمَّا الآخَرُ فاسْتَحْيَى فَاسْتَحْيَى اللهُ مِنْهُ ، وأمّا الآخَرُ ، فَأعْرَضَ ، فَأَعْرَضَ اللهُ عَنْهُ )

” . . . ketika Rasul sedang duduk di masjid dan orang-orang (sahabat) sedang bersamanya, tiba-tiba datanglah tiga orang. Maka dua orang menghampiri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sedangkan yang satu pergi. Lalu kedua orang tua itu berdiri di depan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Salah satunya melihat tempat yang kosong di perkumpulan tersebut, maka ia duduk di sana. Sedangkan yang satu lagi, duduk di belakang mereka. Adapun orang yang ketiga pergi. Maka ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selesai, beliau berkata, “Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang tiga orang?
Yang pertama, ia berlindung kepada Allah, maka Allah pun melindunginya. Yang kedua, ia malu, maka Allah pun malu terhadapnya. Sedangkan yang ketiga, ia berpaling maka Allah pun berpaling darinya.” (HR. Bukhari, no. 66 dan Muslim, no. 2176)

Hadits ini memberikan faedah yang sangat berharga, antara lain; tentang keutamaan orang yang terus menerus berada dalam halaqah ilmu dan dzikir, serta ancaman bagi mereka yang menolak berada di majelis ilmu tanpa ada uzur, akan membuat Allah Yang Maha Kuasa berpaling darinya.

Jangan Berhenti dan Tetap Semangat!

Saudaraku, apapun keadaannya dan bagaimanapun kondisinya, jangan pernah meninggalkan majelis ilmu. Janganlah tinggalkan secara total, bila tidak bisa sepekan sekali, mungkin sebulan sekali, jika tidak bisa mungkin 2 atau 3 bulan sekali, in syaAllah waktu itu selalu ada, yang menjadi intinya adalah apakah kita memprioritaskan atau tidak? Jika tidak menjadi prioritas, maka tidak akan ada waktu dan tidak akan ada usaha untuk itu. Jangan pernah juga meninggalkan majelis ilmu karena sudah merasa berilmu atau telah menjadi “penuntut ilmu senior”, Para ulama pun terus belajar dan menuntut ilmu.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ

Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah.” (HR. Muslim, no. 6945).

Wallahul Al Muwaffiq.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Rabu, 18 Rabiul Akhir 1443 H/24 November 2021 M


Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

Baca Juga :  Bolehkah Dzikir Berjamaah Untuk Mengajari Anak di Sekolah?

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button