hotKonsultasiNikah

Nasihat Untuk yang Susah Cari Jodoh

Nasihat Untuk yang Susah Cari Jodoh

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan: Nasihat Untuk yang Susah Cari Jodoh.  Selamat membaca.


Pertanyaan:

Bismillah semoga Allah () selalu mudahkan segala urusan Ustadz. Afwan ana minta nasihatnya di zaman fitnah ini, qadarullah ana beberapa kali gagal dalam mencari pasangan.

Barakallahu Fiikum.

(Ditanyakan oleh Santri Mahad BIAS)


Jawaban:

Bismillah.

Semoga Allah () memudahkan juga urusan Anda dan kita semua, pula memudahkan Anda untuk mendapatkan jodoh yang dapat membahagiakan Anda dan para ikhwan akhwat semua di dunia dan akhirat.

Permasalahan jodoh tentunya semua di tangan Allah, yang manusia mencoba untuk membaguskan ikhtiyar dan pencarian.

Tetap semangat untuk terus berdoa dan mencari, baik melalui teman, kerabat atau biro jodoh yang bisa amanah/dipercaya. Berhati-hati atau jauhi untuk menawarkan diri atau mencari melalui medsos yang sulit untuk dideteksi kebenaran dan kesungguhannya.

Pula evaluasi kembali faktor yang menjadikan diri Anda belum/sulit mendapatkan jodoh anda padahal sudah dianggap telah mengeluarkan seluruh tenaga yang dipunya. Apakah belum kuat di dalam berdoa, atau berusaha untuk menebar informasi dengan niat baik yang terpendam atau terlalu tingginya kriteria yang diidamkan, sehingga tidak ada kumbang atau bunga yang bisa menghampiri atau dihinggapi. Dan usaha lainnya dari berbagai evaluasi diri yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan ikhtiyar yang akan dilakukan.

Sekali lagi, semua nya di tangan Allah, manusia hanya bisa berdoa, berusaha dan terus bersabar dengan jodoh terbaik yang sedang menanti. Jangan tergesa gesa dan gegabah dalam masalah ini, pergunakan selalu kriteria yang telah disebutkan oleh nabi kita, di mana beliau bersabda,”

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تُنْكَحُ المَرْأَةُ لأرْبَعٍ: لِمالِها ولِحَسَبِها وجَمالِها ولِدِينِها، فاظْفَرْ بذاتِ الدِّينِ، تَرِبَتْ يَداكَ

Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari no.5090, Muslim no.1466).

Dari Abu Hatim Al Muzanni radhiallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

إذا جاءَكم مَن ترضَونَ دينَه وخُلقَه فأنكِحوهُ ، إلَّا تفعلوا تَكن فتنةٌ في الأرضِ وفسادٌ

Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah dan kerusakan di muka bumi” (HR. Tirmidzi no.1085. Al Albani berkata dalam Shahih At-Tirmidzi bahwa hadits ini hasan lighairihi).

Pun begitu pula jangan terlalu mempersulit diri dengan kriteria yang sulit didapat oleh orang yang akan menikahi atau di nikahi. Selalu bahagiakan diri kita dengan segala takdir dan ketetapannya dalam setiap keadaan kita. Semuanya ada pahala dan kebaikan yang bisa kita dapatkan bila kita mau mengerti. Sehingga kita semua, selamanya dalam keadaan apa pun kita tidak akan menyalahkan takdir yang telah ditetapkan setelah kita berusaha semaksimal mungkin dengan segala kemampuan. Sabda Rasulullah shallahu alaihi wasallam,”

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999)

Semoga jodoh Anda dan teman teman di sini didekatkan oleh Allah dan diberikan yang terbaik buat semua. Atau bila Allah meridhoi, Allah menjadikan di antara kalian bisa saling berjodoh. Aamiin. Wallahu a`lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
USTADZ MU’TASIM, Lc. MA. حفظه الله
Senin, 12 Shafar 1443 H/ 20 September 2021 M


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله 
klik disini

Baca Juga :  Mengaku Bertemu Nabi Dalam Keadaan Sadar, Apakah Kemusyrikan?

USTADZ MU’TASIM, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid

Related Articles

Back to top button