Nadzar untuk Lulus Ujian, Namun Tidak Lulus, Apakah Tetap Dilakukan Nadzarnya?

Nadzar untuk Lulus Ujian, Namun Tidak Lulus, Apakah Tetap Dilakukan Nadzarnya?

Nadzar untuk Lulus Ujian, Namun Tidak Lulus, Apakah Tetap Dilakukan Nadzarnya?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki tuturkata mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang nadzar untuk lulus ujian, namun tidak lulus, apakah tetap dilakukan nazarnya.
selamat membaca.

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

‘Afwan ustadz ijin bertanya.
Kalau dulu pernah bernadzar puasa 3 hari jika lulus dalam suatu hal.
Dan qadarullaah tidak lulus di hal tersebut karena suatu sebab.
Apakah nadzar tersebut harus tetap dilakukan ?

Tanya Jawab Mahad BIAS 1441 H
(Disampaikan Oleh Fulan – Santri Mahad BIAS 1441 H)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du

Hukum Bernadzar

Bernadzar hukumnya makruh, dibenci untuk dilakukan oleh seorang muslim. Karena Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

لَا تَنْذِرُوا، فَإِنَّ النَّذْرَ لَا يُغْنِي مِنَ الْقَدَرِ شَيْئًا، وَإِنَّمَا يُسْتَخْرَجُ بِهِ مِنَ الْبَخِيلِ

“janganlah kalian bernadzar, karena nadzar itu tidak akan mengubah takdir sedikit pun. Nadzar itu biasanya dilakukan oleh orang yang bakhil.”
(HR. Muslim 1640).

Nadzar untuk Lulus Ujian, Namun Tidak Lulus

Maka jika ada yang bernadzar ketaatan (misalkan puasa), kemudian apa yang dinginkan tidak terpenuhi, maka nadzarnya menurut pendapat yang paling kuat (Wallahu Ta’ala A’lam) tetap harus ditunaikan.
Karena Allah Ta’ala berfirman :

يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيرًا

“Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.”
(QS. Al-Insan : 7).

Dan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

 من نذر أن يطيع الله فليطعه ، ومن نذر أن يعصيه فلا يعصيه

“Siapa yang bernazar ketaatan kepada Allah, hendaknya dia melakukan ketaatannya. Dan siapa yang bernazar melakukan kemaksiatan, maka jangan melakukan kemaksiatannya”
(HR. Bukhori, no. 6202).

 

Disusun oleh:
Ustadz Fadly Gugul حفظه الله
Senin, 1 Shafar 1441 H/ 30 September 2019 M



Ustadz Fadly Gugul حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS