Ibadah

Murtad Berkali-kali Diterima Taubatnya?

Murtad Berkali-kali Diterima Taubatnya?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan murtad berkali-kali diterima taubatnya? Selamat membaca.


Pertanyaan:

Bismillah. Ana sering kali takut kalau melakukan murtad, dan ana lebih takut lagi apabila murtad lebih dari tiga kali itu tidak diterima dan ada yang mengatakan diterima taubatnya. Yang mana yang kuat ustadz?

Mohon penjelasan detailnya. Ana sering was-was akan hal ini, minimal ana dapat menenangkan hati apabila mengetahui penjelasan detailnya. Jazaakallaahu khairan katsira.

(Ditanyakan oleh Santri Kuliah Islam Online Mahad BIAS)


Jawaban:

Semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk dan taufiknya kepada Anda dan kita semua di dalam menggapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Saudaraku, seorang yang murtad adalah seorang muslim yang menjadi kafir/keluar dari Islam setelah keislamannya, perbuatan murtadnya dilakukan tanpa ada paksaan, dalam usia tamyiiz (bisa membedakan baik dan buruk) serta berakal sehat.

Perbuatan murtad ini pelakunya di ancam oleh Allah dan RasulNya dengan hukum bunuh di dunia, di akhirat kelak dia akan kekal selamanya di neraka, bila ia tidak segera bertaubat sebelum ajal menjemputnya.

Firman Allah ta`ala “

Baca Juga :  Sholat Subuh Kesiangan

وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ وَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Barangsiapa di antara kalian yang murtad dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya”. [QS. al-Baqarah :217]

Sabda Rasulullah sallahu alaihi wasallam :

Dalam hadis lain, dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ

“Siapa yang mengganti agamanya, bunuhlah dia.” (HR. Bukhari 3017, Nasai 4059, dan yang lainnya)

Karenanya, dilakukan sekali ataupun lebih, tetaplah ia harus bertaubat, karena bila tidak ia dapat dihukum bunuh dengan keputusan waliyul amri/penguasa Islam.

Bila ia mau bertaubat dengan taubat yang sungguh sungguh/taubat nasuha maka Allah akan mengampuninya, walaupun terulang beberapa kali, sebagaimana perbuatan maksiat yang lainnya.

Allah Ta;ala tidak akan bosan untuk menerima taubat para hambaNya selama hamba tersebut masih mau bertaubat kepadaNya.

Allah Ta’ala berfirman:

( وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ . أُولَئِكَ جَزَاؤُهُمْ مَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ) آل عمران: 135, 136.

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.” (QS. Ali Imron: 135-136).

Ibnu Katsir rahimahullah berkomentar: “FimanNya ‘Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.’ Yakni mereka bertaubat dari dosanya dan kembali kepada Allah dalam waktu dekat dan tidak melanjutkan kemaksiatan dan senantiasa melepaskannya. Meskipun dosanya terulang dan mereka bertaubat (kembali).’ Tafsir Ibnu Katsir, 1/408

Namun bila taubat seseorang dari perbuatan dosa, baik besar ataupun kecil hanya sekedar permainan dan kebohongan, Allah akan ancam dia dengan siksa yang pedih kepada mereka yang telah mengolok olok Allah dan agamaNya.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman. Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” (QS. At Taubah 9: 65-66)

Wallahu a`lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله
Jumat, 20 Ramadan 1443 H/ 22 April 2022 M


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi BimbinganIslam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله klik di sini

Ustadz Mu’tasim, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid

Related Articles

Back to top button