Mukjizat Nabi Isa ‘alaihissalam

Mukjizat Nabi Isa ‘alaihissalam

Mukjizat Nabi Isa ‘alaihissalam

Nabi Isa ‘alaihissalam merupakan nabi terakhir yang Allah utus untuk bani israil.

Allah turunkan kepada Nabi Isa ‘alaihissalam kitab suci-Nya yang bernama Injil. Guna membenarkan kitab suci sebelumnya, yang bernama Taurat. Serta untuk mengabarkan kepada bani israil akan kedatangan nabi terakhir yang menjadi penutup para nabi, yang bernama Ahmad. Allah ta’ala berfirman :

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَابَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ

Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata:

“Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)”.

Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”.

(QS. Shaff : 6)

Ketika seseorang dipilih menjadi nabi, biasanya Allah akan berikan kepadanya mukjizat agar orang-orang bisa menerima kenabian mereka.

Diantara mukjizat Nabi Isa ‘alaihissalam adalah sebagaimana berikut ini :

1. Terlahir Tanpa Seorang Ayah

Nabi Isa ‘alaihissalam merupakan salah satu nabi yang terlahir tanpa ayah. Allah telah menceritakan perbincangan antara Malaikat Jibril ‘alaihissalam dan Maryam ‘alaihassalam :

قَالَ إِنَّمَا أَنَا رَسُولُ رَبِّكِ لِأَهَبَ لَكِ غُلَامًا زَكِيًّا * قَالَتْ أَنَّى يَكُونُ لِي غُلَامٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ وَلَمْ أَكُ بَغِيًّا * قَالَ كَذَلِكِ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَلِنَجْعَلَهُ  آيَة  لِلنَّاسِ وَرَحْمَةً مِنَّا وَكَانَ أَمْرًا مَقْضِيًّا * فَحَمَلَتْهُ

“Ia (jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”. 

Maryam berkata: “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!”

Jibril berkata: “Demikianlah”. Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan”.

Maka Maryam mengandungnya…

(QS. Maryam : 19-22)

Dan ini merupakan mukjizat yang sangat agung bagi nabi Isa ‘alaihissalam, akan tetapi beliau bukan satu-satunya nabi yang terlahir tanpa ayah. Disana ada nabi lain yang Allah ciptakan bukan hanya tanpa ayah akan tetapi juga tanpa ibu. Yaitu Nabi Adam ‘alaihissalam.

Nabi Isa dan Nabi Adam ‘alaihimassalam merupakan dua nabi yang lahir tanpa ayah.

Hanya saja Nabi Adam juga lahir tanpa ibu. Dan dalam islam keduanya merupakan nabi yang sangat mulia.

2. Berbicara Saat Bayi

Setelah ibunda Nabi Isa ‘alaihissalam, yang bernama Maryam ‘alaihassalam melahirkannya, ia pun menggendongnya menuju kaumnya. Ketika melihat hal ini, tentu kaum ibunda Nabi Isa ‘alaihissalam merasa ada yang tidak beres pada Maryam, maka orang-orang pun berkata :

قَالُوا يَامَرْيَمُ لَقَدْ جِئْتِ شَيْئًا فَرِيًّا يَاأُخْتَ هَارُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ امْرَأَ سَوْءٍ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ بَغِيًّا

Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”

(QS. Maryam : 27-28)

Mendengar komentar tersebut, maka Maryampun berisyarat, agar kaumnya mengajak bicara lansung Nabi Isa ‘alaihissalam yang masih dalam gendongannya. Hingga Nabi Isa ‘alaihissalam-pun mengatakan :

قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا * وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا * وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا * وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا

Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali“.

(QS. Maryam : 30-33)

Dan mukjizat ini juga merupakan mukjizat yang sangat luar biasa, walaupun beliau masih bayi, tapi Allah jadikan ia bisa berbicara kepada kaumnya, dan mengabarkan tentang dirinya. (ya Allah, anugrahkan kepada kami iman, dan kokohkan kami dalam islam dan sunnah)

3. Menurunkan Hidangan Surga Dengan Doanya

Diantara mukjizat Nabi Isa ‘alaihissalam yang sangat luar biasa adalah turunnya makanan dari surga dengan doanya. Allah menceritakan hal ini dalam surat Al-Maidah, Ia berfirman :

إِذْ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ يَاعِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ هَلْ يَسْتَطِيعُ رَبُّكَ أَنْ يُنَزِّلَ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ قَالَ اتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ * قَالُوا نُرِيدُ أَنْ نَأْكُلَ مِنْهَا وَتَطْمَئِنَّ قُلُوبُنَا وَنَعْلَمَ أَنْ قَدْ صَدَقْتَنَا وَنَكُونَ عَلَيْهَا مِنَ الشَّاهِدِينَ * قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِأَوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِنْكَ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ * قَالَ اللَّهُ إِنِّي مُنَزِّلُهَا عَلَيْكُمْ فَمَنْ يَكْفُرْ بَعْدُ مِنْكُمْ فَإِنِّي أُعَذِّبُهُ عَذَابًا لَا أُعَذِّبُهُ أَحَدًا مِنَ الْعَالَمِينَ

(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa berkata: “Hai Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?”.

Isa menjawab: “Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman”.

Mereka berkata: “Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu”.

Isa putera Maryam berdoa: “Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rzekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki Yang Paling Utama”.

Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorangpun di antara umat manusia“.

(QS. Al-Maidah : 112-115)

4. Diangkat Kelangit

Diantara mukjizat Nabi Isa ‘alaihissalam yang lainnya adalah diangkatnya beliau kelangit dalam keadaan hidup, Allah ta’ala berfirman :

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا * بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka.

Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.

Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

(QS. An-Nisa : 157-158)

5. Menjadikan Burung dari Tanah Liat Menjadi Hidup dengan Izin Allah

Allah ta’ala berfirman menceritakan perkataan Nabi Isa ‘alaihissalam :

أَنِّي أَخْلُقُ لَكُمْ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنْفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِ اللَّهِ

“… aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah…”

(QS. Ali Imran : 49)

Dalam ayat lain, Allah mengingatkan mukjizat ini kepada Nabi Isa ‘alaihissalam, Allah berfirman :

وَإِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ بِإِذْنِي فَتَنْفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِي

“… dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku…”

(QS. Al-Maidah : 110)

6. Menyembuhkan Kebutaan, Penyakit Kusta, Dan Menghidupkan Orang Mati

Allah ta’ala berfirman menceritakan perkataan Nabi Isa ‘alaihissalam :

وَأُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ وَأُحْيِ الْمَوْتَى بِإِذْنِ اللَّهِ

“… dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah…”

(QS. Ali Imran : 49)

Dan diwaktu yang lain, Allah ingatkan nikmat ini kepada Nabi Isa ‘alaihissalam :

وَتُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ بِإِذْنِي وَإِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتَى بِإِذْنِي

“…Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku…”

(QS. Al-Maidah : 110)

7. Mengetahui Apa Yang Orang Makan dan Apa yang Orang Simpan di Rumah Mereka

Allah ta’ala berfirman, menceritakan perkataan Nabi Isa ‘alaihissalam kepada kaumnya  :

وَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ

“… dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu …”

(QS. Ali Imran : 49)

Inilah beberapa mukjizat Nabi Isa ‘alaihissalam yang bisa kita tuliskan pada kesempatan kali ini, semoga bermanfaat, wallahu ta’ala a’lam bish shawab.

 

Ditulis oleh:
👤 Ustadz Ratno Abu Muhammad Lc حفظه الله
(Kontributor bimbinganislam.com)



Ustadz Ratno Abu Muhammad, Lc.
Kontributor Bimbingan Islam (BiAS), Alumni Universitas Islam Madinah Jurusan Hadits
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Ratno حفظه الله 
klik disini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS