Mu’aamalatul Hukkam Bagian 16

Mu’aamalatul Hukkam Bagian 16

Kewajiban Mentaati Penguasa Selain Dalam kemaksiatan

Mendengar dan mentaati penguasa kaum muslimin dalam hal selain maksiat adalah prinsip yang disepakati oleh ahlissunnah wal jama’ah. Dan ini merupakan satu prinsip yang membedakan ahlissunnah dengan ahli bid’ah.

Jarang sekali kita mendapatkan kitab aqidah ahlissunnah yang tidak mencantumkan prinsip mendengar dan taat kepada penguasa kaum muslimin meskipun jahat, zalim, fasiq serta fajir. Imam Harb Al-Kirmani menukilkan adanya ijma’ (kesepakatan) dalam masalah ini beliau berkata :

والانقياد لمن ولاخ الله أمركم لا تنزع يدا من طاعته ولا تخرج عليه بسيف حتي يجعل الله لك فرجا ومخرجا ولا تخرج علي السلطان وتسمع وتطيع ولا تنكث بيعته فمن فعل ذلك فهو مبتدع مخالف للجماعة

“Mendengar kepada orang yang Allah bebankan urusan kalian kepadanya (penguasa) dan janganlah mencabut ketaatan kepadanya jangan memberontak kepadanya dengan pedang hingga Allah memberikan kepada kalian solusi dan jalan keluar. Janganlah kalian memberontak kepada penguasa dengar dan taatlah dan jangan membatalkan baiat, barangsiapa melakukannya maka ia adalah ahli bid’ah yang menyimpang dari Al-Jama’ah.” (Hadil Arwah : 399 0leh Ibnu Qayyim Al Jauziyyah).

Al-Allamah Shadruddin As-Sulami menjelaskan hikmah disyariatkannnya prinsip ini beliau menyatakan : “Dan telah diriwayatkan dalam hadits-hadits yang shahih yang mencapai derajat mutawatir atau hampir mencapai derajat mutawatir perintah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam untuk mendengar dan taat pada penguasa, menasehati dan mencintainya serta mendoakan kebaikan baginya yang seandinya kita sebutkan hadits-hadits ini maka akan menjadi panjang pembicaraan kita.”

Kemudian beliau menjelaskan dengan indah hikmah dari perintah nabi ini beliau berkata :

أن طاعة الأئمة فرض على كل الرعية ،وأن طاعة السلطان مقرونة بطاعة الرحمن ،وأن طاعة السلطان تؤلف شمل الدين وتنظم أمر المسلمين.

وأن عصيان السلطان يهدم أركان الملة ,أن أرفع منازل السعادة طاعة السلطان، وأن طاعة السلطان عصمة من كل فتنة ونجاة من كل شبهة، وأن طاعة السلطان عصمة لمن لجأ إليها وحرز لمن دخل فيها، وبطاعة السلاطين تقام الحدود وتؤدي الفرائض وتحقن الدماء وتأمن السبل

“Bahwa mentaati penguasa merupakan kewajiban setiap rakyat. Ketaatan kepada penguasa disandingkan dengan ketaatan kepada Allah dan bahwa ketaatan kepada penguasa ini menjaga keutuhan agama serta menertibkan urusan kaum muslimin.

Dan bahwasanya memaksiati penguasa akan menghancurkan rukun-rukun agama. Bahwa puncak kebahagian itu dengan mentaati penguasa, ketaatan pada penguasa itu mencegah dari berbagai macam fitnah dan membawa keselamatan dari setiap syahwat. Ketaatan pada penguasa menjaga setiap orang yang mengamalkannya dan melindungi orang yang masuk kedalamnya. Dikarenakan ketaatan pada penguasa hudud bisa ditegakkan, kewajiban dilaksanakan, dan kaum muslimin aman dari pertumpahan darah.” (Thoa’atus Sulthon : 45).

Apa yang beliau sebutkan ini semuanya benar jika penguasa tidak memerintahkan untuk berbuat maksiat. Jika ia memerintahkan untuk berbuat maksiat maka kita tidak boleh mentaati dia di dalam kemaksiatan tersebut.

Dan kesepakatan ahlis sunnah wal jamaah ini dibangun di atas dalil-dalil syar’i yang jelas yang mencapai derajat mutawatir. Dan kami akan menyebutkan sebagiannya untuk mencapai maksud dan agar kebenaran menjadi terang benderang.

Dalil yang pertama :

Allah ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS An Nisa’ : 59).

Imam Ibnu Athiyyah menafsirkan ayat ini beliau berkata :

تقدم في هذه إلي الرعية فأمر بطاعته عر زجل وهي امتثال أوامره ونواهيه وطاعة رسوله وطاعة الأمراء علي قول الحمهور أبي هريرة وابن عباس وابن زيد وغيرهم

Telah berlalu bahwa perintah ini untuk rakyat, Allah memerintahkan mereka untuk mentaati Allah dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan, Allah juga memerintahkan untuk mentaati rasul-Nya dan mentaati penguasa berdasarkan pendapat mayoritas ulama seperti Abu Hurairah, Ibnu Abbas, Ibnu Zaid dan lain-lain radhiyallahu anhum.” (Al-Muharrarul Wajiz : 4/158).

Wallahu a’lam

Diterjemahkan Oleh :
Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله
(Dewan Konsultasi Bimbinganislam.com)

 

CATEGORIES
Share This

COMMENTS