page hit counter

Mu’aamalatul Hukkaam bagian. 18

Mu’aamalatul Hukkaam bagian. 18

Dalil-dalil tentang Kewajiban Mentaati Penguasa (bag.2)

(6) Dalil ke-enam

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أَيَّتُهَا الرَّعِيَّةُ إِنَّ لَنَا عَلَيْكُمْ حَقًّا النَّصِيحَةَ بِالْغَيْبِ وَالْمُعَاوَنَةَ عَلَى الْخَيْرِ

“Wahai rakyat ! sesungguhnya kami memiliki hak katas kalian semua yaitu menasehati secara sembunyi serta membantu kami dalam kebaikan.” (HR Hanad bin Sari dalam Az-Zuhd : 2/602).

(7)  Dalil ke-tujuh

Said bin Jubair menyatakan :

قلت لابن عباس – رضي الله عنه-: آمر إمامي بالمعروف؟ قال: (إن خشيت أن يقتلك فلا، فإن كنت ولا بد فاعلاً، ففيما بينك وبينه)

“Aku mengatakan kepada Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu ; Apakah aku boleh memerintahkan kepada penguasaku untuk berbuat baik ?

Ibnu Abbas menjawab ; Jika engkau khawatir ia akan membunuhmu maka tidak boleh, dan jika engkau harus melakukannya maka lakukan dengan empat mata antara engkau saja dengan dia.” (HR Ibnu Abi Syaibah : 2/602).

(8) Dalik ke-delapan

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata :

إِذَا أَتَيْتَ الْأَمْيْرَ الْمُؤَمَّرَ فَلاَ تَأْتِهِ عَلىَ رُؤُوْسِ النَّاسِ.

“Jika engkau mendatangi amir yang diberi mandat maka janganlah engkau mendatanginya di hadapan manusia.” (HR Ibnu Abi Syaibah : 15/74-75, Sa’id bin Manshur : 4/1660).

Wallahu a’lam

Diterjemahkan oleh:
Ustadz Abul Aswad al Bayati حفظه الله
(Dewan Konsultasi Bimbinganislam.com)

 

 



Ustadz Abul Aswad al Bayati, BA فظه الله
Beliau adalah Alumni Mediu, Dewan konsultasi Bimbingan Islam, dan da’i di kota Klaten.
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad al Bayati, BA فظه الله  
klik disini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS