Mu’aamalatul Hukkaam Bagian 15

Mu’aamalatul Hukkaam Bagian 15

Hak-Hak Rakyat Kepada Penguasa (Kewajiban Penguasa)

1. Menjaga kemurnianan Islam dan membelanya dalam sakala nasional jika ia seorang khalifah dan dalam skala daerah jika ia penguasa daerah.

2. Menjaga agama, berdasarkan prinsipprinsip agama serta membantah kebid’ahan dan ahli bid’ah. Menampakkan hujah-hujah agama, menyebarkan ilmu syariat, menghormati ilmu dan para ulama, bergaul dengan para ulama serta mengajak mereka bermusyawarah dalam berbagai masalah.

3. Menagakkan syiar-syiar islam seperti shalat wajib, jum’atan dan shalat jama’ah adzan, iqomat, khutbah, imam, termasuk juga memberikan perhatian dalam masalah puasa, idul fitri, haji dan umrah.

4. Memutuskan perkara dan hukum untuk mencegah adanya perselisihan antar dua orang yang berseteru. Dan tidak menyerahkan perkara tersebut kecuali kepada para ulama yang shalih.

5. Menegakkan kewajiban jihad untuk diri dan bala tentaranya atau dengan cara mengirimkan detasmen militer minimalnya setahun sekali jika kaum muslimin memiliki kekuatan. Dan tidak membiarkan satu tahun kosong dari jihad kecuali karena ana udzur seprti lemahnya kondisi kaum muslimin.

6. Menegakkan had/hukum agama dalam masalah pidana sesuai dengan kaidah-kaidah syariat. Sebagai bentuk menjaga batasan-batasan Allah serta menjaga hak-hak manusia dari pelanggaran. Serta tidak menganut sistem tebang pilih. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، أَنَّهُمْ كَانُوا يُقِيمُونَ الحَدَّ عَلَى الوَضِيعِ وَيَتْرُكُونَ الشَّرِيفَ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ فَعَلَتْ ذَلِكَ لَقَطَعْتُ يَدَهَا

“Sesungguhnya kaum sebelum kalian binasa karena mereka mengakkan hudud / hukuman bagi rakyat jelata dan tidak menegakkannya bagi pejabat. Demi Zat yang jiwaku ada ditangan-Nya apabila Fatimah mencuri maka akan aku potong tangannya.” (HR Bukhari : 6787).

7. Menarik zakat dan jizyah, fa’i, kharaj dari orang yang wajib membayarnya dan mengalokasikannya sesuai aturan syariat.

8. Mengurusi waqaf, dan misi sosial mendistribusikannya sesuai syariat serta mempermudah birokrasi proyek-proyek sosial.

9. Memperhatikan masalah ghanimah dan pembagiannya dan membagikan 20% nya kepada golongan yang berhak menerimanya.

10. Adil didalam kekuasaannya.

Wallahu a’lam

Diterjemahkan Oleh :
Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله
(Dewan Konsultasi Bimbinganislam.com)
CATEGORIES
Share This

COMMENTS