Muamalah

Menyogok Untuk Mutasi/Pindah Penempatan Kerja

Menyogok Untuk Mutasi/Pindah Penempatan Kerja

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan: Menyogok Untuk Mutasi/Pindah Penempatan Kerja. Selamat membaca.


Pertanyaan:

Begini admin, saya kan sedang bekerja di luar tempat tinggal saya, saya sudah bertahun-tahun di sini dan rasanya ingin pindah tempat kerja, dan kebetulan dari kepengurusan pindah tempat kerja itu menawarkan buat pindah tempat kerja ke saya tetapi dia minta imbalan biaya admin, tetapi memang lumrahnya kalau mau pindah tempat kerja itu sudah pasti harus ada imbalan ada imbalan admin, jadi saya bingung apakah di sini nanti saya termasuk nyogok, tapi dalam kasus ini saya yang dimintai bayaran bukan saya yang dari awal ingin bayar min. Jadi saya perlu pandangan dari admin bagaimana mengenai situasi saya ini… syukron ya admin…🙏

Soalnya saya ada baca tulisan di Google dari Bimbingan Islam itu mengenai masalah ini dan ditulisan itu asalkan tidak merugikan pihak lain jadi tidak apa-apa.

(Ditanyakan oleh Sahabat BiAS via Sosmed)


Jawaban:

Hukum asal risywah atau menyogok memang haram, namun ada kondisi di mana menyogok diperbolehkan, yakni dalam rangka menangkal mudhorot atau menuntut sesuatu yang memang menjadi haknya.

Dalam fatwa islamweb di bawah kementrian wakaf Qatar disebutkan:

وتجوز الرشوة عند الجمهور في حالة ما إذا كان الشخص لا يستطيع أن يتوصل إلى حقه أو يدفع الضرر عن نفسه إلا بها, ويكون الإثم على المرتشي دون الراشي، فقد ورد في الأثر أن ابن مسعود رضي الله عنه كان بالحبشة فرشا بدينارين، حتى خلي سبيله.

“Menurut mayoritas ulama dibolehkan melakukan riyshwah/sogokan pada kondisi jika seseorang tidak memiliki kemampuan untuk menuntut hak atau menangkal mudhorrot atas dirinya kecuali harus dengan sogokan. Dosanya ditanggung orang yang meminta sogokan dan tidak atas yang menyogok. Bahkan telah disebutkan dalam atsar Ibnu Masud radiyallahu anhu bahwa beliau dahulu ketika di Habasyah melakukan riyswah dengan dua dinar agar beliau diberikan jalan (untuk lolos)”.

Lihat: https://www.islamweb.net/ar/fatwa/166003/%D9%85%D8%AA%D9%89-%D8%AA%D8%AC%D9%88%D8%B2-%D8%A7%D9%84%D8%B1%D8%B4%D9%88%D8%A9

Jadi, jika mutasi/pindah kerja itu memang sudah menjadi hak Anda, dan pihak pengurus tidak mau memindahkan kerja anda kecuali harus membayar sejumlah uang, maka boleh bagi anda membayarnya, dan dosanya ditanggung oleh pihak tersebut. Wallahu a’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله

Rabu, 28 Shafar 1443 H/ 6 Oktober 2021 M



Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Beliau adalah Alumnus S1 Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dan S2 Hukum Islam di Universitas Muhammadiyah Surakarta
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله  
klik disini

Baca Juga :  Bolehkah Makan Dengan Piring yang Digunakan Makan Oleh Non Muslim?

Ustadz Setiawan Tugiyono, Lc., M.HI

Beliau adalah Alumni D2 Mahad Aly bin Abi Thalib Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Bahasa Arab 2010 - 2012 , S1 LIPIA Jakarta Syariah 2012 - 2017, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2018 - 2020 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah, Dauroh Masyayikh Ummul Quro Mekkah di PP Riyadush-shalihin Banten, Daurah Syaikh Ali Hasan Al-Halaby, Syaikh Musa Alu Nasr, Syaikh Ziyad, Dauroh-dauroh lain dengan beberapa masyayikh yaman dll | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Belajar bersama dengan kawan-kawan di kampuz jalanan Bantul

Related Articles

Back to top button