Menyikapi Seorang Yang Mengkritik Pemerintah

Menyikapi Seorang Yang Mengkritik Pemerintah

Pertanyaan

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه

Ustadz, ana ingin bertanya.
Bagaimana sikap kita jika ada seseorang yang mengajak kita berbicara yang mengarah pada kritikan terhadap pemerintah?

Syukron, Ustadz.
Jazaakallaahu khairan.

(Arsi Amallah, Admin BiAS N04)

Jawaban

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Jika pemerintah yang dimaksud masih berstatus muslim, maka wajib bagi kita menasehati kawan tadi agar mengurungkan niatnya.

Kita nasehati dengan baik dengan  adab, dengan santun dan dengan ilmu, dengan dalil dengan Al Quran, dengan As Sunnah dengan atsar salaf.

عن زياد بن كسيب العدوى، قال :
كنت مع أبي بكرة تحت منبر ابن عامر – وهو يخطب وعليه ثياب رقاق -، فقال أبو بلال: انظر إلي أميرنا يلبس ثياب الفساق !
فقال أبو بكرة : اسكت، سمعت رسول الله ( يقول : من أهان سلطان الله في الأرض أهانه الله

Dari Ziad bin Kusaib Al Adawi berkata dahulu aku bersama Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu di bawah minbar Ibnu Amir (Gubernur) ia berkhutbah mengenakan pakaian tipis lantas Abu Bilal Al-Khariji (dari Khawarij) berkomentar :

“Lihatlah pemimpin kita. Dia mengenakan baju orang fasiq”.

Maka Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu, salah seorang sahabat Nabi, menyanggah : “Tutup mulutmu! Aku pernah mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda:

‘Barangsiapa menghina sulthan Allah di dunia, niscaya Allah akan menghinakannya’.”
(Hadis hasan riwayat Ibnu Abi ‘Ashim : 2/294).

Jika ia enggan menerimanya maka sebagai bentuk tidak ridhanya kita terhadap kemungkaran tersebut kita meninggalkan lokasi pembicaraan itu.

Wallahu a’lam

Dijawab dengan ringkas oleh :

Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله

 Kamis, 07 Rabi’ul Akhir 1438 H / 05 Januari 2017 M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS