Fiqih

Menyentuh Anak Kecil Umur 5 Tahun Yang Bukan Mahram, Haram Hukumnya?

Pendaftaran Mahad Bimbingan Islam

Menyentuh Anak Kecil Umur 5 Tahun Yang Bukan Mahram, Haram Hukumnya?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan hukum menyentuh anak kecil umur 5 tahun yang bukan mahram, haram hukumnya? Selamat membaca.


Pertanyaan:

Kita kan dilarang menyentuh wanita yang bukan mahram, bagaimana dengan anak kecil yang bukan mahram berumur di bawah 5 tahun, apa boleh kita menyentuhnya?

(Ditanyakan oleh Sahabat BIAS melalui Grup WA)


Jawaban:

Untuk anak di bawah 5 tahun insya Allah tidak menjadi masalah, tidak mengapa.

Para ulama memberikan batasan tidak bolehnya menyentuh perempuan dan memandangnya jika anak tersebut sudah menunjukkan/memiliki fisik yang bisa menarik nafsu seorang lelaki, walaupun si anak tersebut belum baligh.

Sebagian ulama ada yang menentukan jika anak tersebut sudah mencapai umur 10 tahun, maka status aurotnya sebagaimana perempuan dewasa, sehingga tidak boleh memandang (tanpa tujuan), juga menyentuhnya.

Disebutkan dalam kitab al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah berikut:

يرى الحنفية أنه إلى عشر سنين يعتبر في عورته – الصغير والصغيرة ما غلظ من الكبير ، وتكون عورته بعد العشر كعورة البالغين.

ويرى المالكية ( أن ) المشتهاة عورتها كعورة المرأة بالنسبة للنظر والتغسيل.

والأصح عند الشافعية حل النظر إلى صغيرة لا تشتهى ؛ لأنها ليست مظنة الشهوة ، إلا الفرج فلا يحل النظر إليه.

والحنابلة قالوا – إن كان الصغير أنثى في العاشرة من عمرها – فعورتها بالنسبة للأجانب من الرجال جميع بدنها

“Ulama hanafiah berpandangan bahwa anak ketika sudah mencapai umur 10 tahun, auratnya terhitung sebagaimana aurat besar/beratnya orang dewasa. Auratnya setelah umur 10 itu sebagaimana auratnya orang baligh. Adapun ulama Malikiyah memberikan ketentuan bahwa anak perempuan yang musytahah (sudah memiliki fisik yang mengundang nafsu) auratnya terhitung seperti halnya aurat perempuan dewasa, ditinjau dari masalah boleh tidak melihat dan memandikannya. Adapun pendapat yang lebih sahih menurut Syafiiyah, boleh melihat/memandang anak perempuan jika belum musytahah, karena belum ada potensi syahwat, kecuali memandang pada kemaluannya, maka ini tidak diperbolehkan. Adapun ulama Hanabilah berpendapat bahwa anak perempuan jika sudah mencapai 10 tahun, maka hitungan auratnya bagi para lelaki asing (bukan mahram) adalah seluruh badan dari anak perempuan tersebut”. (al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah juz:31, hal:52).

Baca Juga:  Dulu Belum Mengerti Riba KPR

Dari keterangan ulama di atas, rata-rata memberikan ketentuan anak kecil perempuan jika telah memiliki fisik musytahah (sudah memiliki fisik yang mengundang nafsu) auratnya terhitung seperti halnya aurat perempuan dewasa, atau ketika sudah mencapai umur 10 tahun maka terhitung seperti halnya perempuan dewasa, tidak boleh memandangnya (tanpa hajat), juga tidak boleh menyentuhnya.

Adapun anak perempuan di bawah 5 tahun, ini in sya Allah masih terhitung bayi, dan tidak mengapa menyentuhnya, menggendongnya, ataupun memandangnya, karena potensi syahwat tidak ada.

Wallahu a’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Selasa, 29 Dzulqo’dah 1443 H/ 28 Juni 2022 M


Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Beliau adalah Alumnus S1 Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dan S2 Hukum Islam di Universitas Muhammadiyah Surakarta
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله klik disini

Ustadz Setiawan Tugiyono, B.A., M.HI

Beliau adalah Alumni D2 Mahad Aly bin Abi Thalib Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Bahasa Arab 2010 - 2012 , S1 LIPIA Jakarta Syariah 2012 - 2017, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2018 - 2020 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah, Dauroh Masyayikh Ummul Quro Mekkah di PP Riyadush-shalihin Banten, Daurah Syaikh Ali Hasan Al-Halaby, Syaikh Musa Alu Nasr, Syaikh Ziyad, Dauroh-dauroh lain dengan beberapa masyayikh yaman dll | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Belajar bersama dengan kawan-kawan di kampuz jalanan Bantul

Related Articles

Back to top button