Umum

Menyemprot Air Dicampur Daun Bidara Agar Terhindar Dari Sihir, Bolehkah?

Menyemprot Air Dicampur Daun Bidara Agar Terhindar Dari Sihir, Bolehkah?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan pembahasan mengenai bolehkah menyemprot air dicampur daun bidara agar terhindar dari sihir. Selamat membaca.


Pertanyaan:

Bismillah, ijin bertanya ustadz, ada atasan saya memerintah untuk menyemprotkan disinfektan yang telah dicampur dengan daun bidara dan sudah dibacakan ayat-ayat ruqyah (ayat-ayat yang diambil dari al-qur’an) agar warung, karyawan, pelanggan dan selainnya terhindar dari sihir atau semisalnya.

1. Apakah syariat ruqyah seperti ini boleh atau disyariatkan?

2. Apa hukum terkait ruqyah seperti ini? Barakallah Fiikum

(Ditanyakan oleh Santri Kuliah Islam Online Mahad BIAS)


Jawaban:

Bismillah.

Kami melihatnya cara di atas yang disebutkan bukanlah cara yang disyariatkan dan diajarkan oleh para salaf dalam mengantisipasi suatu penyakit atau sihir yang ditakutkan. Di antara alasannya adalah karena tidak adanya dasar atau contoh dari rasul atau para salaf dalam hal tersebut.

Baca Juga:  Datang ke Candi dalam Rangka Bertugas

Daun bidara mulai dipergunakan oleh para salaf dari sebagian tabiin, untuk mengobati orang yang telah terkena sihir, dan bukan mencegah tempat supaya menghalau sihir. Mereka menggunakan daun bidara untuk memandikan orang yang telah terkena sihir dan bukan kendaraan atau rumahnya.

Cara untuk menghindarkan atau mengusir jin dari tempat telah diajarkan oleh Rasulullah dengan membacakan beberapa ayat, surat, atau ayat-ayat al-Quran secara umum. Sebagaimana yang disebutkan bahwa Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لاَ تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِى تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

Jangan jadikan rumah kalian seperti kuburan, karena sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah.” (HR Muslim : 1860)

Sehingga, mencoba mengikuti contoh dari para salaf seoptimalkan mungkin dan tidak mencapuradukkan dengan hal yang tidak diperlukan ini yang hendaknya dilakukan.

Di mana dicoba mengikuti apa yang telah dicontohkan oleh mereka, untuk memisahkan antara pengobatan dan pencegahan, ruqyah kepada rasa sakit atau dari gangguan jin, begitu pula dengan cara dan bagaimana menggunakannya.

Semoga Allah melindungi diri kita dan keluarga dari gangguan yang bisa mengganggu ibadah dan kehidupan kita semua.

Wallahu A’lam

Untuk memperjalas, Silahkan untuk membuka link berikut ;

https://bimbinganislam.com/hukum-ruqyah-dalam-islam-beserta-dalilnya-lengkap/
https://bimbinganislam.com/cara-jitu-meruqyah-rumah/
https://bimbinganislam.com/adakah-jin-di-rumah-dan-cara-mengusir-jin-yang-mengganggu/
https://bimbinganislam.com/ruqyah-yang-sesuai-syari-at

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله
Kamis, 26 Safar 1444 H/ 22 September 2022 M


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi BimbinganIslam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله klik di sini

Baca Juga:  Apa Perbedaan Makna Kata Ganti "Aku, Dia Dan Kami" Untuk Allah Ta'ala?

Ustadz Mu’tasim, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid

Related Articles

Back to top button