Keluarga

Menyalahkan Orang Tua Setelah Belajar Parenting

Setelah Belajar Parenting, Ia Menyalahkan Cara Orang Tua Mendidiknya Dahulu

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan pembahasan tentang seorang anak yang menyalahkan cara orang tua mendidiknya setelah ia belajar parenting. Selamat membaca.


Pertanyaan:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Mohon nasihatnya Ustadz.

Semenjak kakak saya punya anak dan belajar parenting. Kakak saya selalu menyalahkan orang tua. Selalu berkata ini salah ibu dulu aku gak dididik seperti ini seperti itu.

Sampai ibu saya sakit hati tetapi ibu selalu mengalah dan meminta maaf. Bagaimana ustadz menasihati kakak saya?

(Ditanyakan oleh Sahabat BIAS via Instagram Bimbingan Islam)


Jawaban:

Wa’alaikumusalam warahmatullah wabarakatuh.

Itu merupakan salah satu bentuk kedurhakaan. Ilmu parenting atau ilmu mendidik anak ini ada yang berasal dari dalil ada pula yang tidak.

Dan hal-hal yang dilarang dalam ilmu parenting ini tidak semuanya haram menurut syariat Islam.

Baca Juga :  Solusi agar Anak-anak Mau Berpakaian Syar'i

Contoh misalnya anak tidak boleh makan jajanan yang dijual di pinggir jalan karena khawatir berpengaruh pada kesehatan si anak. Saat orang tua kita, saat neneknya si anak membelikan siomay dengan saos yang ada pengawetnya dan itu bertentangan dengan ilmu yang kita pelajari.

Tidak serta merta kita menyalahkan orang tua. Apa madharat yang didapatkan kalau anak kita hanya sesekali menerima siomay pemberian neneknya. Atau kita tetap ngotot melarang anak kita makan siomay pemberian nenek lalu meninggalkan luka hati di dalam diri ibu kita?

Apakah seperti ini ajaran Islam? Jawabnya bukan.

Saat dua keburukan bertemu kita harus bisa memilah dan memilih mana keburukan yang kadar keburukannya lebih tinggi. Kita bisa membiarkan anak menerima hadiah dari neneknya, sambil mengatakan misalnya ayo bilang terima kasih kepada nenek.

Setelah berlalu beberapa hari kita bisa kemudian menjelaskan dengan lemah lembut, sopan santun kepada orang tua kita akan bahayanya bahan pengawet untuk kesehatan anak.

Jangan sampai ilmu parenting yang kita pelajari justru menjerumuskan kita ke dalam jurang kedurhakaan terhadap orang tua. Jangan sampai kedisiplinan kita menerapkan ilmu parenting yang tidak semua ada dalilnya tersebut justru menyisakan luka hati dalam diri orang tua kita. Ingatlah bahwa kedurhakaan tidaklah melahirkan melainkan kedurkaan serupa atau bahkan lebih dahsyat lagi.

Benar kita lebih pinter lebih mengerti parenting dari pada orang tua kita. Tapi kita juga harus bijaksana di dalam menerapkan ilmu yang kita miliki. Jangan salah penerapan ilmu justru akan menimbulkan madharat yang lebih besar dari pada manfaatnya.

Nasihatilah kakak dengan baik, pilih waktu yang mustajab dan sampaikan dengan sopan serta santun. Berikan masukan dan doakanlah kebaikan untuk beliau. Jika tak mampu menasihatinya mintalah tolong kepada orang yang disegani oleh kakak untuk memberikan masukan kepadanya Wallahu ta’ala a’lam.


Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA. حفظه الله
Senin, 7 Jumadil Akhir 1443 H/10 Januari 2022 M


Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله klik disini

Baca Juga :  Hukum Istri Minta Cerai Karena Suami Dapat Kerja dari Hasil Nyogok dan Suap

Ustadz Abul Aswad Al Bayati, BA.

Beliau adalah Alumni S1 MEDIU Aqidah 2008 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Malang tahunan dari 2013 – sekarang, Dauroh Solo tahunan dari 2014 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Koordinator Relawan Brigas, Pengisi Kajian Islam Bahasa Berbahasa Jawa di Al Iman TV

Related Articles

Back to top button