Menseterilkan Kucing Peliharaan

Menseterilkan Kucing Peliharaan

Pertanyaan :

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Assalaamu’alaikum. Apakah boleh mensteril kucing peliharaan karena kalau nanti punya anak khawatir tidak terurus?

جَزَاك اللهُ خَيْرًا

(Dari Febri di Depok Anggota Grup WA Bimbingan Islam T04 G-35~36M)

Jawaban :

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Menghilangkan potensi baik yang sudah Allah karuniakan kepada makhluk mulia ini (kucing) adalah perbuatan zhalim yang akan dihisab di akhirat, kecuali dengan tujuan yang syar’i seperti menghindari pembunuhan kucing di negeri-negeri yang biasa melakukan hal itu.

Hewan juga makhluk Allah yang Allah karuniakan potensi untuk berkembang biak seperti manusia. Sepatutnyalah makhluk Allah ini diperlakukan sesuai dengan kodratnya.

Dalam hadits shahih Abdullah bin Mas’ud berkata :

كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِى سَفَرٍ فَانْطَلَقَ لِحَاجَتِهِ فَرَأَيْنَا حُمَّرَةً مَعَهَا فَرْخَانِ فَأَخَذْنَا فَرْخَيْهَا فَجَاءَتِ الْحُمَّرَةُ فَجَعَلَتْ تَفْرُشُ فَجَاءَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ « مَنْ فَجَعَ هَذِهِ بِوَلَدِهَا رُدُّوا وَلَدَهَا إِلَيْهَا ». وَرَأَى قَرْيَةَ نَمْلٍ قَدْ حَرَّقْنَاهَا فَقَالَ « مَنْ حَرَّقَ هَذِهِ ». قُلْنَا نَحْنُ. قَالَ « إِنَّهُ لاَ يَنْبَغِى أَنْ يُعَذِّبَ بِالنَّارِ إِلاَّ رَبُّ النَّارِ ».

“Dahulu kami safar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam , lalu beliau berpaling sebentar untuk suatu hajat, kami melihat Humarah (burung berwarna merah) bersama dua anaknya. Kami pun mengambil dua anak tersebut dan datanglah induknya dengan kebingungan (mengepak-epak sayapnya).

Tatkala itu datang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan bersabda, “Siapa yang menyakiti burung ini? Kembalikan anaknya ini pada burung ini”. Dan ketika beliau melihat sekumpulan semut yang kami bakar sarangnya, beliau bersabda, “Siapa yang telah membakar ini?” Kami menjawab, “Kami (yang telah membakarnya)”.

Beliau bersabda, “Tidak sepantasnya mengadzab dengan api melainkan Yang menciptakan api (yaitu Allah ta’ala)”. (HR. Abu Daud).

Referensi

http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=48293

Konsultasi Bimbingan Islam

Ustadz Muhammad Romelan, Lc.

CATEGORIES
Share This

COMMENTS