Menjauhi Perkara Syubhat Akan Menyelamatkan Agama Seseorang

Menjauhi Perkara Syubhat Akan Menyelamatkan Agama Seseorang

Menjauhi Perkara Syubhat Akan Menyelamatkan Agama Seseorang

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga ustadz dan ikhwah di grup ini selalu dalam lindungan allahﷻ, ada pertanyaan dari teman ana.
Mengapa kita seorang penuntut ilmu harus menghindari hal-hal yg berbau syubhat ?
Apakah hal tersebut membahayakan aqidah dan tauhid kita?

Jazakallahu khoiron

(Disampaikan oleh Fulan, Admin Bias N08)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Mencari – cari syubhat tidak hanya terlarang bagi para penuntut ilmu, tapi bagi setiap muslim, sebab syubha.t ibarat racun bagi hati, apabila masuk kedalam hati seseorang, maka akan dapat membunuh dan memadamkan cahaya hati tersebut. Karena itu Rasulullah ﷺ  mengingatkan umatnya tentang ini, beliau ﷺ  bersabda:

فَمَنْ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي الْحَرَامِ

“siapa menjaga dirinya dari melakukan perkara syubhat, maka selamatlah agama dan harga dirinya, tetapi siapa yang terjatuh dalam perkara syubhat, maka dia terjatuh kepada keharaman.”
(HR Muslim : 1599).

Para ulama salaf dahulu sangat menjauhi perkara syubhat, walaupun ilmu mereka banyak dan pemahaman  mereka tinggi- dan mereka menasihati agar kita tidak menyibukkan diri dengan perkara syubhat, sebab hati itu lemah, bisa jadi syubhat itu masuk tanpa kita sadari, sehingga rusaklah agama dan akhirat kita.

Ibnu thowus rahimahullah ketika bertemu dengan seorang yang terkena syubhat tentang takdir, ketika orang ini mulai bicara, ibnu thawus langsung memasukkan jarinya kedalam kedua telinganya, kemudian beliau berkata kepada anaknya:
tutuplah telinganmu dengan jarimu kuat – kuat, jangan dengarkan perkataanya, karena hati ini lemah
(Jami’ ma’mar bin rasyid/ 11/125)

Dan jangan kita merasa sok, dan mengatakan diri kita bisa menolak semua syubhat yang lewat, karena orang yang suka mendengar syubhat diibaratkan seperti  orang yang mencari kayu bakar di malam hari, dia mengira yang dia ambil adalah ranting pohon ternyata benda tersebut adalah ular yang akan menggigitnya.

 

Wallahu a’lam,
Wabillahit taufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Selasa, 19 Dzulhijjah 1440H / 20 Agustus 2019M



Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS