Menimbang Rambut Bayi Saat Aqiqah

Menimbang Rambut Bayi Saat Aqiqah

Pertanyaan :

Bagaimana pelaksanaan aqiqah yang sesuai dengan sunah rasulullah shalallahu ‘alaihi wassallam, bagaimana cara menimbang rambut apakah setelah satu pekan si bayi itu harus dicukur habis lalu ditimbang atau bagaimana? Jazakumullahu khairan

(Dari Hamba Alloh Anggota Grup WA Bimbingan Islam)

Jawaban :

Bismillaah

Pengertian Aqiqah

فأما العقيقة فهي شاة تذبح عند الولادة كانت العرب عليها قبل الإسلام

“ِAdapun aqiqah ia adalah kambing yang disembelih ketika anak lahir, orang-orang arab dulu melakukannya pada masa sebelum islam”. (Al Hawi Al Kabir : 15/126).

Waktu pelaksanaan

Penyembelihan aqiqah dilaksanakan pada hari ke tujuh kelahiran berdasarkan sabda nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam :

كُلُّ غُلَامٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى

“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ke tujuh, kemudian si anak dicukur rambutnya dan diberi nama”. (HR Abu Dawud : 2455, dishahihkan oleh Imam Al Albani di dalam Irwa’ul Ghalil : 4/386).

Berdasarkan hal ini maka Al Imam Ibnu Qudamah rahimahullah berkata :

“قال أصحابنا السنة أن تذبح يوم السابع … ولا نعلم خلافاً بين أهل العلم القائلين بمشروعيتها في استحباب ذبحها يوم السابع. والأصل فيه حديث سمرة, عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال : كل غلام رهينة بعقيقته, تذبح عنه يوم سابعه”

“Para sahabat kami berkata ; yang sunnah aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh … dan kami tidak mengetahui adanya perbedaan pendapat di kalangan para ahli ilmu yang mengatakan disyariatkannya aqiqah ini tentang di sukainya menyembelih aqiqah tersebut pada hari ke tujuh. Dalil akan hal ini ialah hadis Samurah dari nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda ; Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelih untuknya pada hari ke tujuh”. ( Al Mughni : 4/386).

Hukum Aqiqah

Para ulama berselisih pendapat tentang hukum aqiqah. Sebagian ada yang mewajibkannya namun mayoritas mengatakan sunnah. Adapun pendapat yang rajih aqiqah itu wajib hukumnya insya’Allah berdasarkan hadis nabi shalallahu tersebut di atas. Syaikh Ali Hasan Al-Halaby mengomentari hadis ini beliau berkata :

“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya pada hari kiamat. Para ulama berkata bahwa syafa’at si anak untuk ayahnya, tergantung pada ayahnya menyembelih aqiqah atau tidak. Maka dari itu berdasarkan pendapat sebagian para ahli ilmu aqiqah itu wajib, dan inilah pendapat yang benar, wallahu a’lam. Namun demikian, sebagaimana biasa, kewajiban aqiqah ini tergantung pada kemampuan, adapun jika seseorang tidak mampu, maka aqiqah tidak wajib atas dirinya wallahu a’lam.” (Lihat komentar beliau dalam video berikut : (https://www.youtube.com/watch?v=mV5PGJscsIQ).

Hukum wajib ini juga dibangun berdasarkan hadis berikut ini ; dari Salman bin Amir Adh-Dhabby radhiyallahu’anhu, ia bertutur :

“Saya pernah mendengar rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, ”Bersama seorang anak itu ada ‘aqiqahnya. Karena itu alirkanlah darah untuknya dan singkirkanlah gangguan darinya.” (Shahih Ibnu Majah : 2562).

Sebagaimana kita ketahu bersama bahwa hukum asal dari perintah Allah dan rasul-Nya adalah wajib. Wallahu a’lam.

Jumlah Kambing

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

عن الغلام شاتان ، وعن الأنثى واحدة ، لا يضركم ذكراناً أم إناثاً

“Bersama ana lelaki dua ekor kambing dan anak wanita seekor kambing, dan tidak memadharati kalian kambing jantan maupun betina”. (HR Tirmidzi : 1416, dishahihkan oleh Imam Al Albani di dalam Irwa’ul Ghalil : 4/391).

Namun bagi oran tua yang tidak mampu menyembelih dua ekor kambing maka boleh menyembelih satu ekor kambing untuk bayi laki-laki. Al Imam Ibnu ‘Utsaimin berkata :

فإن لم يجد الإنسان، إلا شاة واحدة أجزأت ، وحصل بها المقصو د لكن إذا كان الله قد أغناه فالاثنتان أفضل

“Dan apabila seseorang tidak mendapatkan kecuali hanyaa satu ekor kambing, itu mencukupi dan sudah tercapai maksud aqiqah. Namun apabila Allah mencukupinya, maka dua ekor itu lebih utama”. (Syarhul Mumti’ : 7/492).

Jenis Kambing

Al Imam Ibnul Mundzir menyatakan bahwa syarat kambing aqiqah sama dengan syarat kambing untuk aqiqah, berikut penuturan beliau :

وحكمها حكم الأضحية في أكثر أحكامها : كالأكل والهدية والصدقة والضمان والولد واللبن والصوف والزكاة والركوب وما يجوز من الحيوان وغير ذلك ويجتنب فيها من العيب ما يجتنب في الأضحية

“Dan hukum kambing aqiqah sama dengan hukum kambing kurban di mayoritas hukum-hukumnya, seperti hukum memakannya, penghadiahannya, pensedekahannya, penyimpanannya, anaknya, susunya, bulunya, zakatnya, mengendarainya dan hukum kambing apa saja yang dibolehkan dan kambing apa saja yang harus dijauhi karena adanya aib dan cacat sama dengan kambing kurban”. (Al Iqna’ : 1/59).

Cara menimbang rambut

Sunnah hukumnya rambut bayi dicukur habis pada hari ke tujuh kemudian ditimbang hasil cukurannya dan beratnya dicatat, lalu bersedekah seharga perak dengan berat yang sama dengan berat rambut. Ini berdasarkan sabda nabi shalallahu alaihi wa sallam :

احلقي رأسه وتصدقي بوزن شعره فضة على المساكين

“Cukurlah kepalanya dan bersedekahlah perak sama dengan berat rambutnya, untuk orang-orang miskin”. (HR Ahmad dishahihkan oleh Imam Al Albani di dalam Irwa’ul Ghalil 4/402). Wallahu ta’ala a’lam.

Referensi :

Al Hawi Al Kabir oleh Imam Abul Hasan Al Mawardi
Al Mughni oleh Al Imam Ibnu Qudamah Al Maqdisi
Irwa’ul Ghalail oleh Al Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani
Syarhul Mumti’ oleh Al Imam Ibnu Utsaimin
Shahih Sunan Ibnu Majah oleh Al Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani
Al Iqna’ oleh Al Imam Ibnul Mundzir
Fatwa Syaikh Ali Hasan Al Halaby dalam (https://www.youtube.com/watch?v=mV5PGJscsIQ).

Konsultasi Bimbingan Islam
Ustadz Abul Aswad Al Bayati

CATEGORIES
Share This

COMMENTS