Menikah Dengan Laki-Laki yang Pernah Berzina, Namun Ingin Memperbaiki Hidup

Menikah Dengan Laki-Laki yang Pernah Berzina, Namun Ingin Memperbaiki Hidup

Menikah Dengan Laki-Laki yang Pernah Berzina, Namun Ingin Memperbaiki Hidup

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang menikah dengan laki-laki yang pernah berzina, namun ingin memperbaiki hidup.
selamat membaca.

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ahsanallāhu ilaikum, ustadz.

Ustadz, bagaimana menikah dengan laki laki yang pernah berzina dan belum bertaubat?
Dan apakah mendapat keberkahan di dalam pernikahan tersebut?
Sebab ikhwan tadi ingin menikah karena takut melakukan zina seperti masa lalunya yang kelam, jadi ia ingin menikah dengan akhwat baik-baik agar tetap terjaga imannya sedangkan tujuan pernikahannya untuk memenuhi kebutuhan biologisnya?

(Disampaikan oleh Fulanah – Grup WA Sahabat BiAS T09-44))


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du

Lelaki yang pernah berzina hendaknya ia bertaubat kepada Allah ta’ala, dan tidak ada dosa besar yang tidak diampuni oleh Allah selama pelakunya bertaubat dengan sungguh-sungguh. Disebutkan dalam salah satu riwayat

عندما جاء “ماعز” إلى النبي صلى الله عليه وسلم وأقر بالزنى وقال : “طهِّرني” (يعني بإقامة الحد) ، قال له : ويحك ارجع فاستغفر الله وتب إليه

“Tatkala Maiz datang kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan mengakui perbuatan zina ia berkata ; Sucikan aku!
Nabi lantas bersabda kepadanya : Celaka engkau kembalilah engkau beristighfarlah kepada Allah dan bertaubatlah.”
(HR Muslim : 1695)

Imam Ibnu Hajar Al Asqalani menayatakan :

ويؤخذ من قضيته – أي : ماعز عندما أقرَّ بالزنى – أنه يستحب لمن وقع في مثل قضيته أن يتوب إلى الله تعالى ويستر نفسه ولا يذكر ذلك لأحدٍ . . . وبهذا جزم الشافعي رضي الله عنه فقال : أُحبُّ لمن أصاب ذنباً فستره الله عليه أن يستره على نفسه ويتوب

“Diambil dari kasus ini maksudnya kasus Maiz tatkala ia mengakui perbuatan zina bahwasanya disukai bagi orang yang terjerumus ke dalam kasus serupa untuk bertaubat kepada Allah ta’ala dan menutup aib itu dari dirinya dan tidak usah menyebutkannya kepada siapapun.
Dan pendapat ini pula yang dikuatkan oleh Asy-Syafii tatkal beliau berkata ; Aku lebih suka bagi orang yang melakukan dosa kemudian Allah menutupinya agar ia juga menutup aib tersebut dan kemudian bertaubat kepada Allah.”
(Fathul Bari : 12/124-125)

Maka bagi lelaki yang pernah berzina, ia harus bertaubat dan memperbaiki diri memperbanyak amal shalih kemudian menikah dan tidak usah menceritakan perbuatan zina di masa lalu kepada siapapun. Insya Allah efek buruk perbuatan dosanya di masa lalu akan terhapus dengan taubat yang sungguh-sungguh serta dibarengi dengan memperbanyak amal-amal sunnah.

Wallahu a’lam
Wabillahittaufiq

 

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Abul Aswad Al Bayati حفظه الله
Senin, 19 Rabiul Akhir 1441 H/ 16 Desember 2019 M



Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله 
klik disini

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS