Mengobati Orang Sakit Dengan Sedekah

Mengobati Orang Sakit Dengan Sedekah

Mengobati Orang Sakit Dengan Sedekah

الحمد لله رب العالمين والعاقبة للمتقين والصلاة والسلام على إمام المرسلين نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين

Amma ba’du.
Sesungguhnya diantara sarana yang efektif dan sebab-sebab yang bermanfaat untuk mengobati orang sakit serta menyembuhkanya juga sebagai sarana mencari kesembuhan adalah sedekah.
Khususnya memberi air dengan cara menggali sumur, memasang pipa-pipa air, pendingin air atau penyaring air dan selainya. Karena air itu memberikan kehidupan sebagaimana firman Alloh ta’ala :

وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

“Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?.”
(QS Al-Anbiya’ : 30)

Air juga memberi manfaat diniyah maupun dunyawiyah. Ia adalah sesuatu yang suci yang bisa mengangkat hadas, menghilangkan kotoran yang menempel di badan. Ia mensuplay air bagi badan-badan manusia serta mengenyangkan yang kehausan.

Maka sebaik-baik sedekah adalah memberi air sebagai mana Imam Nasa’i (3665) meriwayatkan dari Sa’ad bin Ubadah radhiyallahu anhu yang berkata, “aku berkata wahai Rasulullah sedekah apakah yang paling utama?
beliau menjawab memberi air.”

Maka memberi air adalah termasuk sedekah yang disyukuri, amalan yang baik, serta sebab yang paling berpengaruh dari diampuninya dosa-dosa.

Al-Imam Al-Bukhari (2363) dan Al-Imam Muslim (2244) meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, :

بينما رجل يمشي بطريق اشتد عليه الحر فوجد بئراً فنزل فيها فشرب ثم خرج فإذا كلب يلهث يأكل الثرى من العطش فقال الرجل لقد بلغ هذا الكلب من العطش مثل الذي كان مني فنزل البئر فملأ خفه ماءً ثم أمسكه بفيه حتى رقى فسقى الكلب فشكر الله له فغفر له قالوا: يا رسول الله إنَّ لنا في البهائم أجراً فقال : في كلِّ كبد رطبة أجر

“Ketika seorang lelaki sedang berjalan disebuah jalan ia merasakan panas yang teramat sangat. Lalu ia mendapatkan sumur dan turun kedalamnya, minum kemudian keluarlah ia dari dalam sumur.
Tiba-tiba ia melihat sekor anjing yang menjulurkan lidah memakan tanah dikarenakan rasa haus yang sangat hebat. Lelaki itupun berkata: “Anjing ini sedang merasakan kehausan yang sangat dahsyat seperti yang tadi aku rasakan.”
Ia lantas turun kedalam sumur kembali dan memenuhi sepatunya dengan air dan menggigitnya dengan mulutnya kemudian naik untuk memberi minum si anjing.

Maka Allah pun berterima kasih kepadanya dan mengampuni lelaki tadi.
Para sahabat bertanya : Wahai Rasulullah apakah kita diberi pahala karena menolong binatang?
Beliau menjawab : Kebaikan yang diberikan kepada tiap makhluk hidup ada pahalanya” .

Maka memberi air adalah termasuk yang paling besar manfaatnya, paling banyak faidahnya, paling agung barokahnya.
Al-Imam Ahmad telah meriwayatkan didalam musnad : 6\7, An Nasa’i : 3666, dari Sa’ad bin Ubadah radhiyallahu anhu yang ibunya wafat, ia lalu berkata kepada Rosululloh: “Sesungguhnya ibuku wafat apakah aku boleh bersedekah untuknya?”
Kata Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam : “Ya.”
Sa’ad bertanya : “Sedekah apakah yang paling utama?
Rosululloh menjawab : “Memberi air minum.”

Berkata Hasan Al-Basri : “Itu adalah sumur air yang dibuat oleh keluarga Sa’ad di Madinah

Apabila manfaat bersedekah dengan air sudah sampai pada taraf ini. Maka menyembuhkan si sakit dengan cara bersedekah air itu mempunyai manfaat yang sangat agung dan pengaruh yang sangat berbarokah. Dan telah terbukti berdasarkan ketentuan syari’at dan penelitian ilmiyah.

Berkata Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu ta’ala di dalam kitab Wabilush Shayyib (hal. 57):
“Sesungguhnya sedekah itu memiliki pengaruh yang luar biasa di dalam menolak berbagai macam musibah, dan ini sudah sangat dimaklumi oleh seluruh manusia baik yang awam maupun yang berilmu. Seluruh penduduk bumi mengakuinya karena mereka telah membuktikanya”.

Dan diantara bukti-bukti berupa penelitian ilmiyyah adalah apa yang disebutkan oleh Al Hafidz Al-Mundziri didalam kitab At-Targib Wat Tarhib (hal. 1426). Dari Ali bin Hasan bin Syaqiq berkata, aku mendengar Ibnul Mubarak ditanya seorang lelaki :
“Wahai Abu Abdirrahman ada luka di lututku aku telah berusha mengobatinya dengan berbagi macam obat, bertanya kepada berbagai macam tabib tapi tetap tidak bisa memberiku manfaat.”

Ibnul Mubarok berkata : “Pergilah kesuatu tempat lalu pilihlah lokasi dimana manusia membutuhkan air. Lalu galilah sumur diatasnya aku berharap akan muncul mata air disana yang akan menahan darah dari dirimu.”
Lelaki itupun melakukan saran tersebut maka sembuhlah ia.

Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi, beliau berkata : Yang semisal ini adalah apa yang terjadi pada Syaikh kami Al-Hakim Abu Abdillah rahimahullahu ta’ala. Beliau mempunyai luka di wajahnya dan mengobatinya dengan berbagai macam metode pengobatan tapi tidak sembuh.

Hingga akhirnya hampir setahun beliau menderita sakit tersebut, sampai ia meminta kepada Al-Ustadz Al-Imam Abu Utsman As-Shabuni agar mendoakannya dimajelisnya ketika hari jum’at. Maka beliau mendoakannya dan manusia mengamini.

Dan pada hari jum’at yang lain datanglah seorang wanita ke masjid memberitahukan sebuah lokasi. Dan ia bercerita bahwa ketika ia pulang kerumah ia bersungguh-sungguh mendoakan Al-Hakim Abu Abdillah di malam itu (yaitu jumat malam dimana siang harinya Imam Ash-Shabuni berdoa dan manusia mengamini) lalu ia melihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam didalam mimpi seolah-olah beliau berkata :
“Perintahku untuk Abu abdillah hendaknya ia memperluas air minum bagi kaum muslimin.”

Lalu wanita itu bersama Abu Abdillah mendatangi lokasi yang dimaksud dan ia memerintahkan untuk membangun sarana penampung air di pintu rumahnya. Ketika telah selesai membangun sarana air ia memerintahkan untuk mengisinya dengan air dan menaruh jamad di dalamnya, Maka manusia mengambil air darinya untuk minum.
Tidak berlalu sepekan nampaklah tanda-tanda kesembuhan dan hilanglah penyakitnya sehingga wajahnya kembali seperti semula. Dan ia hidup setelah itu dalam kurun waktu yang lama.

Ini saja, kita memohon kepada Allah Zat yang maha Pemurah agar menyembuhkan kerabat kita yang sakit, dan saudara-saudara kita kaum muslimin yang sakit, sesungguhnya Allah adalah Zat Yang Maha Suci, Maha Mendengar, Maha mengabulkan permohonan, serta Maha Dekat.

Diterjemahkan oleh abulaswad dari makalah berjudul Atsaru Siqayatul Ma’ karya Syaikh Abdurraza Al-Badr

 

Disusun oleh:
Ustadz Abul Aswad al Bayati حفظه الله
(Dewan Konsultasi Bimbinganislam.com)



Ustadz Abul Aswad al Bayati, BA حفظه الله
Beliau adalah Alumni Mediu, Dewan konsultasi Bimbingan Islam, dan da’i di kota Klaten.
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad al Bayati, BA حفظه الله
klik disini

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS