Mengikuti Rohis Yang Masih Melaksanakan Acara-Acara Bid’ah

Mengikuti Rohis Yang Masih Melaksanakan Acara-Acara Bid’ah

Mengikuti Rohis Yang Masih Melaksanakan Acara-Acara Bid’ah

Pertanyaan:

بسم الله الرحمن الر حيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya seorang pelajar yang mengikuti kegiatan rohis (tapi bukan yang berdasarkan manhaj salaf) di sebuah sekolah umum. Disana banyak kegiatan bid’ah seperti : marawis , perayaan maulid, perayaan isra’ miraj, dan sebagainya.

Apakah sebaiknya saya lakukan,  melanjutkan mengikuti organisasi tersebut atau tidak ?
Saya takut terjerumus kedalam bid’ah. Mohon saran nya ustadz

Ditanyakan oleh Sahabat BiAS T06 G-XX

Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ الله

Alhamdulillāh

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Jika muncul kekhawatiran diri kita akan terjerumus ke dalam kubangan bid’ah dengan mengikuti rohis yang masih melaksanakan acara-acara bid’ah, maka segera tinggalkan. Allah ta’ala berfirman :

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Dan janganlah kalian lontarkan diri kalian ke dalam jurang kebinasaan dan berbuat baiklah karena Allāh ta’āla mencintai orang-orang yang berbuat baik.” (QS Al Baqarah : 195)

Imam Asy-Syaukani ketika menerangkan makna tahlukah/kebinasaan, beliau berkata :

أي : لا تأخذوا فيما يهلككم . وللسلف في معنى الآية أقوال . والحق أن الاعتبار بعموم اللفظ لا بخصوص السبب ، فكل ما صدق عليه أنه تهلكة في الدين أو الدنيا فهو داخل في هذا ، وبه قال ابن جرير الطبري

Maknanya jangan kalian lakukan/ambil apa-apa yang akan mencelakakan kalian. Para ulama‘ salaf memiliki pendapat yang bermacam-macam tentang makna ayat ini. Yang benar adalah bahwa yang menjadi pokok hukum adalah keumuman lafadz bukan kekhususan sebab, semua hal yang mencocoki makna tahlukah/kebinasaan baik itu kebinasaan di dunia maupun kebinasaan agama, maka ia masuk ke dalam keumuman ayat ini. Pendapat ini dipilih pula oleh Imam Abu Ja’far Ath Thabari.” [Sumber Faidhul Qadir : 1/193].

Namun jika sekiranya masuknya antum ke sana diperkirakan akan bisa membawa manfaat membawa perubahan dari keburukan menuju kebaikan, dari bid’ah menuju sunnah, dari syirik menuju tauhid, tidak mengapa bergabung di sana dalam rangka membawa misi dakwah. Jika tidak mampu atau justru khawatir diri kita terjerumus ke dalam hal yang bisa menyebabkan kebinasaan agama kita mengikuti rohis yang masih melaksanakan acara-acara bid’ah, maka segera tinggalkan dan putuskan untuk segera keluar/meninggalkannya.

Wallāhu a’lam
Wabillahittaufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh:

👤 Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله

📆 Kamis, 26 Muharram 1438 H / 27 Oktober 2016

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS