Menggunakan Video Untuk Berdakwah di Media Sosial

Menggunakan Video Untuk Berdakwah di Media Sosial

MENGGUNAKAN VIDEO UNTUK BERDAKWAH DI MEDIA SOSIAL

Pertanyaan

بسم اللّه الرحمن الر حيم
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Afwan Ustadz bagaimana hukum video, dimana sekarang kan banyak ustadz berdakwah tersebar di sosmed dengan menggunakan video?

(Ira, SAHABAT BiAS T06 G-02)

Jawaban

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Hukum video itu diperselisihkan para ulama. Sebagian membolehkan, sebagian lagi mengharamkan.

Namun ada beberapa ahli ilmu yang melarang tapi jika ada maslahat dakwah dari video tersebut maka menjadi boleh, diantaranya Al Imam Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz -rahimahullah-, beliau menuturkan :

لكن إذا دعت الضرورة إلى الصورة صار المسلم في حد العذر كما قال الله-جل وعلا- :

وَقَدْ فَصَّلَ لَكُم مَّا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ إِلاَّ مَا اضْطُرِرْتُمْ إِلَيْهِ ، إذا كان الإنسان مضطراً للتابعية مثلاً, أو رخصة القيادة, أو الدراسة ولم يحصل ذلك إلا بصورة فهو معذور فليأخذها مع الكراهة مع كراهة قلبه لكنه مضطر إلى هذا الشيء,

وهكذا تصوير المجرمين للذين يخشى من شرهم حتى يمسكوا ويقضى عليهم, وهكذا ما دعت الضرورة إليه غير ما ذكرنا وإلا فالأصل تحريم التصوير, تحريم استعمال الصور،

وكثير من إخواننا من أهل العلم قالوا أنه لامانع من التصوير للقيام بالأحاديث الدينية في التلفاز, وفي الفيديو إذا دعت الحاجة إلى ذلك وقالوا:

إن هذا من باب ارتكاب أدنى المفسدتين لتفويت كبراهما, وأن جعل التلفاز, والفيديو يخلوا من نصائح العلماء, وأحاديث العلماء يجعل ذلك فرصة لغيرهم مما يتكلف في هذه الأمور, ويدعوا إلى الباطل, ويستنكر عن الحق,

وهذا الذي قالوا له وجه وقد فعل بعضهم ذلك, وظهر في التلفاز لنصيحة المسلمين وللإجابة على أسئلتهم,

وهكذا في تصوير الفيديو في الندوات العلمية, أو المحاضرات العلمية ليرى الناس الشخص الذي ألقى المحاضرة, والأشخاص الذين قاموا بالندوة ليطمئنوا على أنهم فلان وفلان, ويتيقنوا أن هذه الندوة صدرت منهم؛

لأن بعض الناس قد يشك في صدورها إذا نشرت, وقد لا يسمع أصواتهم وقد يسمعها وتشتبه عليه

فهذا قول له وجه بهذا الشرط وهو شرط أن يكون ذلك في مصلحة المسلمين, ونشر العلم, وحفظ الأمن وغير هذا مما يكون فيه مصلحة عامة للمسلمين

هذا القول له وجه, وأنا لم أفعل ذلك إلا في أوقات تعم البلوى بها في بعض المجالس العامة التي يكون فيها ندوات،أو محاضرات عامة فقد تصور وأنا من جلمة الحاضرين فلا أشدد في ذلك نظراً للمصحلة العامة التي قد ينفع الله بها المسلمين,

أما أن أصور وأنا وحدي في حديثي في التلفاز أو سفري إلى الآن لم أقدم عليه؛ لأن عندي تحرجاً من ذلك,

وعندي توقف في ذلك عندي بعض التوقف في ذلك, وأما إخواني الذين أقدموا ورضوا بأن يصوروا لهذا المعنى الذي تقدم فأرجوا أن يكونوا موفقين, وأنهم معذورون لقصدهم الطيب, وحرصهم على نفع المسلمين والله ولي التوفيق.

“Akan tetapi jika seorang muslim berada dalam kondisi darurat untuk memonitor, memimpin atau untuk belajar-mengajar dan tidak bisa dilaksanakan kecuali dengan foto, maka ia diberi udzur dan ia boleh melakukannya disertai dengan rasa benci.

Demikian pula foto penjahat yang jadi buronan yang dikhawatirkan kejahatannya supaya ia bisa ditangkap. Demikian pula keadaan darurat lain yang tidak kami sebutkan.

Jika tidak, maka hukum asli dari foto adalah haram, haram hukumnya menggunakan foto, dan sebagian dari ikhwan kami para ahli ilmu mengatakan tidak mengapa menggunakan foto/video untuk menerangkan masalah-masalah agama di televisi demikian pula video jika memang diperlukan.

Dan mereka menyatakan bahwa hal ini merupakan pilihan yang paling kecil kerusakannya & untuk menghilangkan kerusakan yang lebih besar. Kalau kita menjadikan TV & video kosong dari nasehat serta arahan-arahan para ulama, ini akan membuka peluang bagi orang lain yang melampaui batas dalam hal ini dan mereka akan menyeru kepada kebatilan serta mengingkari kebenaran.

Apa yang mereka katakan ini ada sisi benarnya dan merekapun telah melakukannya, lantas mereka tampil di TV menyampaikan nasehat serta menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka.

Demikian pula rekaman video pada acara-acara seminar ilmiyyah dan pengajian-pengajian ilmiyyah supaya manusia bisa melihat si pemateri pada pengajian maupun seminar. Supaya mereka merasa tentram dan yakin bahwa yang meyampaikan adalah benar-benar fulan bin fulan.

Karena sebagian manusia kadang-kadang merasa ragu akan hal ini ketika telah tersebar, kadang mereka tidak bisa mendengar suara pemateri, atau suaranya terdengar namun samar. Inipun juga ada sisi benarnya dengan syarat di sana ada kemaslahatan bagi kaum muslimin, menyebarkan ilmu, menjaga keamanan dan yang lainnya yang mengandung kemaslahatan bagi kaum muslimin ini semua ada sisi benarnya.

Dan aku tidak melakukannya kecuali pada event-event besar yang sudah sangat tersebar pada sebagian seminar-seminar umum atau pengajian-pengajian umum yang terkadang direkam dan aku termasuk diantara pemateri, maka akupun tidak bersikap keras terhadap hal ini demi menjaga kemaslahatan umum yang terkadang Allah memberi manfaat pada kaum muslimin dengannya.

Adapun jika aku direkam sebagai pemateri tunggal di TV sampai sekarang aku belum pernah melakukannya. Karena saya kurang sreg dengan hal itu, aku tawaqquf dalam hal itu. DAN ADAPUN SAUDARA-SAUDARAKU YANG MELAKUKANNYA DAN RIDHA UNTUK DIREKAM DENGAN CARA SEPERTI INI, MAKA AKU BERHARAP MEREKA TERMASUK ORANG-ORANG YANG BENAR DALAM HAL TERSEBUT, DAN MEREKA INI DIBERIKAN UDZUR KARENA NIAT MEREKA YANG BAIK SERTA SEMANGAT MEREKA UNTUK MEMBERIKAN MANFAAT KEPADA KAUM MUSLIMIN. ALLAH SAJA YANG MEMBERIKAN TAUFIK”.

(http://www.binbaz.org.sa/mat/10790)

Wallahu a’lam

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله
(Dewan Konsultasi Bimbinganislam.com)

Tanya Jawab
Grup WA Bimbingan Islam T06
Selasa, 08 Shafar 1438 H / 08 November 2016 M

 

 



Ustadz Abul Aswad al Bayati, BA فظه الله
Beliau adalah Alumni Mediu, Dewan konsultasi Bimbingan Islam, dan da’i di kota Klaten.
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad al Bayati, BA فظه الله  
klik disini

 

CATEGORIES
Share This

COMMENTS