Mengapa Allah Ta’alaa Menciptakan Neraka?

Mengapa Allah Ta’alaa Menciptakan Neraka?

Pertanyaan :

Assalamualaikum ustadz,mau tanya:

Mengapa Allah Ta’alaa menciptakan babi dan anjing yang sudah mutlak haram dimakan dan Mengapa Allah Ta’alaa menciptakan neraka? Bolehkah minta penjelasannya ustadz?

Jazakallaahu khoiron….

(Dari Hamba Allah Ta’alaa di Bogor Anggota Grup WA Bimbingan Islam T06-G27)

Jawaban :

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Tidaklah Allah Ta’alaa menciptakan sesuatu, kecuali adanya hikmah yang besar di balik penciptaan tersebut. Apabila seorang muslim mengetahui hikmah tersebut maka itu merupakan keutamaan dari Allah, dan jika ia tidak mengetahuinya maka yakinlah bahwa Allah Ta’alaa tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia.
Tidaklah Allah Ta’alaa mengharamkan sesuatu kecuali karena adanya mudharat (bahaya) yang ada padanya, demikian juga tidaklah Allah Ta’alaa menghalalkan sesuatu kecuali karena adanya kebaikan dalam perkara tersebut. Allah Ta’alaa mengharamkan babi dan anjing karena najisnya binatang tersebut, sifat kotor dan joroknya babi, serta sifat buasnya anjing.
Allah Ta’alaa menciptakan surga dan neraka sebagai kabar gembira bagi orang yang bertakwa dan peringatan kepada orang yang durhaka. Hikmah-hikmah tersebut adalah sebagian kecil dari apa yang diketahui manusia dan masih banyak yang hanya diketahui oleh Sang Pencipta.

Allah Ta’alaa berfirman:

لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ

“Allah Ta’alaa tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai.” (QS. Al-Anbiya’: 23).

Allah Ta’alaa juga berfirman:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya” (QS. Al Mulk: 2).

Allah Ta’alaa juga berfirman:

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلا قَلِيلا

“Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah, ‘Ruh itu termasuk urusan Rabbku, dan tidaklah kamu diberi pengetahun melainkan sedikit.” (QS. Al-Israa’: 85).

Referensi

Konsultasi Bimbingan Islam
Ustadz Muhammad Romelan, Lc.

CATEGORIES
Share This

COMMENTS