Manhaj

Mengaku Bermanhaj Salaf, Tapi Akhlaknya Kok

Mengaku Bermanhaj Salaf, Tapi Akhlaknya Kok

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab: Mengaku Bermanhaj Salaf, Tapi Akhlaknya Kok. Selamat membaca.


Pertanyaan:

Si fulan mengakui manhaj salaf, tapi akhlaqnya tidak menunujukkan manhaj salafi. Kalo dilihat kepahaman agamanya ke arah salafi, tapi akhlaqnya tidak menunjukkan si fulan salafi.

Bagaimana cara mengetahui si fulan itu manhaj salafi, dilihat dari segi apanya?

(Ditanyakan oleh Sahabat BIAS melalui Grup WA)


Jawaban:

Kita tidak dibebani untuk melihat amalan dan manhaj orang lain, sibuklah muhasabah diri sendiri, karena aib-aib kita sangatlah banyak.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

ثَلاَثُ مُهْلِكَاتٍ : شُحٌّ مُطَاعٌ وَهَوًى مُتَّبَعٌ وَإعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ

“Tiga perkara yang membinasakan, rasa pelit yang ditaati, hawa nafsu yang diikui dan ujubnya seseorang terhadap dirinya sendiri” (HR. at-Thabarani dalam Al-Awsath, no. 5452, dan dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam as-shahihah, no. 1802).

Mawas Diri

Betapa banyak dosa yang kita lakukan tanpa kita sadari, dan betapa banyak dosa yang kita lakukan dan kita sadari namun kita pura-pura lupa atau bahkan telah melupakannya, hilang tak berbekas??

Sebagai permisalan, cobalah kita berusaha untuk mengingat kembali dosa-dosa yang pernah dilakukan oleh lisan kita? Apakah kita masih ingat siapa saja yang pernah kita ghibahi? Siapa saja yang pernah kita sakiti hatinya dengan perkataan kita? Tentu kebanyakannya telah kita lupakan. Belum lagi dosa-dosa yang pernah kita lakukan dengan hati kita, sengaja atau pun tak sengaja?

Baca Juga:  Adab dan Akhlak dalam Berhijrah

Kita tahu betul bahwa bersosial dengan masyarakat itu bertingkat-tingkat keadaannya, dan tidak dipukul rata. Dan Bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik, termasuk menjauhi sikap suka mencari tahu urusan orang lain.

عَنْ أَبِيْ ذَرٍّ جُنْدُبِ بنِ جُنَادَةَ وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ

وَسَلَّمَ قَالَ: (اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ)

Dari sahabat Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu ‘Abdirrahman Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Bertakwalah kepada Allah di mana pun anda berada; iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, maka kebaikan akan menghapuskan keburukan itu; dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi, no. 1987, dan beliau mengatakan haditsnya hasan atau hasan shahih)

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Jumat, 15 Syaban 1443 H/18 Maret 2022 M

[TS_Poll id="2"]

Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

Akademi Shalihah Menjadi Sebaik-baik Perhiasan Dunia Ads

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button