https://socialbarandgrill-il.com/ situs togel dentoto https://dentoto.cc/ https://dentoto.vip/ https://dentoto.live/ https://dentoto.link/ situs toto toto 4d dentoto https://vlfpr.org/ http://jeniferseo.my.id/ https://seomex.org/ https://omtogel.site/ personal-statements.biz https://www.simt.com.mk/ https://vivigrumes.it/ https://fayonthereds.com/ https://interpolymech.com/ https://frusabor.com/ https://hotel-charmilles.com/ https://www.ibcmlbd.com/ https://uhra.com.ua/ https://www.newdayauctions.com/ https://chai-sacco.co.ke/
Mencintai Rekan Kerja Dalam Diam | Bimbingan Islam
KonsultasiUmum

Mencintai Rekan Kerja Dalam Diam

Mencintai Rekan Kerja Dalam Diam

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Mencintai Rekan Kerja Dalam Diam, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz, semoga Allah senantiasa menjaga antum dan keluarga. Izin bertanya 2 persolan ustadz.

1. Ustadz bagaimana sikap ana terhadap rasa suka dan cinta pada lawan jenis, ana mencintai seseorang dalam diam, yang dari ana ketahui beliau adalah ikhwan yang baik agamanya, beliau seorang aktifis dakwah, beliau juga salah satu imam di mesjid, tetapi ana menyadari cinta tersebut hanyalah angan-angan semata dan ana sudah berusaha menjauh darinya ustadz, alhamdulillah ana sudah hapus contac nya, beri ana nasehat ustadz, agar iman ini tidak lemah,dan agar ana punya izzah dan iffah yang kuat agar tak mudah menaruh rasa ke yang belum halal ustadz. doakan ana ya ustadz agar suatu hari nanti ana bisa menjadi salah satu muslimah yang bermanfaat untuk orang banyak yang juga membutuhkan ana.

2. Ana salah satu karyawati disuatu instansi ustadz, yang dimana ana bekerja dilingkungan para laki-laki ajnabi, diruangan ana berdua dengan atasan, dan dilingkungan juga mengharuskan ana berinteraksi dgn laki-laki ajnabi, jika memang yang terbaik untuk ana keluar dari sini ustadz beri ana pesan dan nasehat juga ustadz agar keiamanan ana kuat untuk meninggalkan pekerjaan ini. Karna banyak pertimbangan akhirnya hingga sampai saat ini ana masih bertahan ustadz, meski hati ana mengingkari nya ustadz.

جزاك اللهُ خيراً

Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

A. Jawaban Pertanyaan Pertama

1. Jika keaadan seperti yang disampaikan maka insyaallah ini bukanlah dosa, tapi memang jenis penyakit juga yang harus disembuhkan.

Random Ad Display

2. Jika saudari yakin bahwa lelaki ini adalah sholih dan baik akhlaknya maka tidak mengapa untuk menawarkan diri untuk dinikahi. Atau minta orang ketiga oleh Bapak, saudara laki atau paman agar dikenalkan kepadanya, jika diterima semoga mendapatkan keberkahan melimpah.

3. Jika masih ada keraguan kepada dia maka tinggalkan lah karena Allah. Jika tidak ini hanya akan membuat jiwa hancur dan rasa sakit sehingga enggan beramal shalih.

4. Gantilah rasa itu dengan kecintaan Hakiki kepada Allah, perbanyaklah berdzikir kepada Allah, 1000 kali,10.000 kali, atau melebihi itu sehingga hati dipenuhi dengan ketenangan dan kecintaan kepada Allah.

5. Begitu juga isi kekosongan hati dengan banyak bershalawat kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, bacalah biografi beliau dan sahabatnya sehingga akan meningkatkan cinta kepada Rasulullah.

6. Isilah waktu dengan kegiatan positif, jangan menyendiri karena akan mudah diterkam syaitan, datangilah kajian ilmu, datangilah halaqah Quran, perbanyaklah teman orang shalih yang selalu mengingatkan kepada Allah.

8. Tidak mengapa juga menyibukan diri dengan hal mubah seperti olahraga dan hobi yang aman secara agama untuk wanita.

9. Jujurlah kepada Allah jika ingin meninggalkan lelaki tersebut karena barang siapa yang meninggalkan suatu karena Allah akan diganti dengan yang lebih baik.

10. Terakhir dan ini yang paling utama dan ampuh, berdoalah kepada Allah, mintalah yang terbaik menurut Allah bukan versi kita. Baarakallahu fiikum

 B. Jawaban Pertanyaan Kedua

  1. Untuk masalah kerja bagi wanita maka pada asalnya tidak terlarang selama aman dari fitnah, ada maslahat besar dan mendesak juga bukan untuk mencari nafkah yang ini adalah tugas suami.
  2. Jika motivasi saudari kerja tidak terlalu urgent maka baiknya ganti pekerjaan kepada yang lebih aman menurut syariat.
  3. Apa yang saudari sampaikan sudah sampai kepada khalwat, berduaan dengan lawan jenis bukan mahram, yang sangat berbahaya.
  4. Sesungguhnya perzinaan banyak terjadi dikantor-kantor yang menganggap remeh bolehnya bermudahan bergaul dengan lawan jenis, berbicara berlebih, bersentuhan dan naudzubillah hingga terjadi zina yang keji dan membuat keluarga orang lain hancur.
  5. Ingat jika menganggap ini hal ringan, maka azab Allah sangatlah pedih, bisa jadi gaji yang diterima tidak berkah, tidak pernah membuat kita bersyukur, selalu merasa kurang, tidak membuat dekat dengan Allah.

Apalagi jika gaji yang kecil betapa beraninya dan lancangnya menerjang hukum Allah.

6.Ingatlah sabda Rasulullah ﷺ :

“Ubay bin Ka’ab radhiallahu `anhu berkata, ‘Tidaklah seorang hamba meninggalkan sesuatu karena Allah kecuali Allah menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik daripadanya dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan tidaklah seorang hamba menganggap remeh hal yang diharamkan, sehingga ia mengambil yang tidak baik kecuali Allah memberinya sesuatu yang lebih berat daripadanya” (Diriwayatkan oleh Waki’ dalam Az-Zuhd, 2/635; Hanad, no.851; Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah, 1/253, dan sanad-nya laba’sa’bih, tidak mengapa).

Atsar ini juga dikuatkan oleh hadits Az-Zuhri dari Salim dari ayahnya secara marfu’:

مَا تَرَكَ عَبْدٌ شَيْئًا للهِ لاَ يَتْرُكُهُ إِلاَّ لَهُ إِلاَّ عَوَّضَ الله مِنْهُ مَا هُوَ خَيْرٌ لَهُ فِي دِيْنِهِ وَدُنْيَاهُ (رواه أبو نعيم)

“Tidaklah seorang hamba meninggalkan sesuatu karena Allah, tidak ia tinggalkan kecuali karenaNya, niscaya Allah menggantinya dengan yang lebih baik daripada-Nya dalam hal agama maupun dunianya.” (Dikeluarkan oleh Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah, 2/196).

Dari Abu Qatadah dan Abu Ad-Dahma’, keduanya sering melakukan perjalanan ke Baitullah, berkata, ‘Kami datang kepada seorang laki-laki dari penduduk Badui, lalu ia berkata, ‘Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam memegang tanganku, kemudian beliau mengajarkan kepadaku apa yang Allah telah ajarkan kepadanya seraya bersabda:

إِنَّكَ لاَ تَدَعُ شَيْئًا إتِّقَاءً للهِ تَعَالَى إِلاَّ أَعَطَاكَ الله عَزَّ وَجَلَّ خَيْرًا مِنْهُ (رواه أحمد والبيهقي)

“Sesungguhnya tidaklah engkau tinggalkan sesuatu karena takut kepada Allah, kecuali Allah memberimu yang lebih baik daripadanya.” (HR. Ahmad, 5/363 dengan sanad shahih, Al-Baihaqi, 5/335, Waki’ dalam Az-Zuhd serta Al-Qadha’i dalam Musnad-nya).

7.Ingatlah firman Allah

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” ( QS.Ath-Thalaq: 2-3).

Semoga Allah mudahkan urusan saudari

Wallahu a’lam bissowab

Dijawab dengan ringkas oleh: 
Ustadz Fauzan Azhiimaa, Lc. حافظه الله

Artikel Terkait

Back to top button