Menatap Hari Esok Dengan Sedekah

Menatap Hari Esok Dengan Sedekah

MENATAP HARI ESOK DENGAN SEDEKAH

Hari Esok Itu Hari Kiamat

Segala puji bagi Allah yang di tangan-Nya kekuasaan segala sesuatu. Dia menciptakan segala makhluk, menghimpun jumlah mereka, amalan dan ucapan mereka. Dia pula yang menetapkan ajal dan rezeki mereka. Maka hendaknya seorang hamba muhasabah; menghitung keburukan dirinya sebelum dihitung kelak oleh Rabbnya. Hendaknya ia menimbang amalannya sebelum ditimbang kelak di Hari Kiamat. Hendaknya ia menatap apa yang terjadi di keesokan hari yang pasti terjadi, yaitu Hari Perhitungan Amal dan Pembalasannya.

Allah Ta’ala berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌۭ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۢ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ۝

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Hasyr 59: 18)

Ibnul Jauzy menafsirkan ayat tersebut (w. 671 H), beliau berkata:

يَعْنِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ. وَالْعَرَبُ تَكُنِّي عَنِ الْمُسْتَقْبَلِ بِالْغَدِ. وَقِيلَ: ذَكَرَ الْغَدَ تَنْبِيهًا عَلَى أَنَّ السَّاعَةَ قريبة

“Yang dimaksud (dari ‘hari esok’) adalah Hari Kiamat. Orang Arab terbiasa menjuluki masa depan dengan lafal ‘al-ghadd’ (esok). Ada pula ulama yang mengatakan: (Hari Kiamat) disebut sebagai ‘esok hari’ sebagai peringatan bahwa ia dekat.” (Zaad al-Masiir, 18/43)

Bekal Hari Kiamat

Allah Ta’ala sering mengingatkan kita akan Hari Kiamat yaitu ketika sudah tiada lagi tebusan dan perdagangan, atau kekasih yang bisa menolong. Dan juga, Allah mengingatkan agar senantiasa beramal demi menggapai keselamatan dan kebahagiaan di hari itu. Allah Ta’ala berfirman:

قُل لِّعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ يُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُنفِقُوا۟ مِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ سِرًّۭا وَعَلَانِيَةًۭ مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ يَوْمٌۭ لَّا بَيْعٌۭ فِيهِ وَلَا خِلَٰلٌ۝

“Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: “Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi atau pun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan.” (Q.S. Ibrahim 14: 31)

Allah Ta’ala berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَنفِقُوا۟ مِمَّا رَزَقْنَٰكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ يَوْمٌۭ لَّا بَيْعٌۭ فِيهِ وَلَا خُلَّةٌۭ وَلَا شَفَٰعَةٌۭ ۗ وَٱلْكَٰفِرُونَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ۝

“Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafa’at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang lalim.” (Q.S. Al-Baqarah 2: 254)

Allah Ta’ala berfirman:

وَأَنفِقُوا۟ مِن مَّا رَزَقْنَٰكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ أَحَدَكُمُ ٱلْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَآ أَخَّرْتَنِىٓ إِلَىٰٓ أَجَلٍۢ قَرِيبٍۢ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ۝

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?”” (Q.S. Al-Munafiqun 63: 10)

Jika kita amati tiga ayat tersebut, maka akan kita dapatkan perintah dari Allah agar kita beramal shalih. Ternyata ada satu amalan shalih yang hadir di ketiga ayat tersebut, yaitu infaq. Infaq, atau dalam artian lain adalah sedekah, dilakukan oleh orang-orang yang menatap hari esok. Ia adalah investasi untuk akhirat yang akan dikelola oleh Allah, Rabb semesta alam. Sedekah dilakukan oleh orang-orang yang hendak bertaubat dan takut pada adzab Allah. Mari kita perhatikan sabda Rasulullah berikut:

وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ المَاءُ النَّارَ

“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air dapat memadamkan api.” (H.R. At-Tirmidzi, no. 614, dishahihkan oleh al-Albani)

Juga sabda Rasulullah:

إِنَّ اللَّهَ يَقْبَلُ الصَّدَقَةَ وَيَأْخُذُهَا بِيَمِينِهِ فَيُرَبِّيهَا لِأَحَدِكُمْ كَمَا يُرَبِّي أَحَدُكُمْ مُهْرَهُ، حَتَّى إِنَّ اللُّقْمَةَ لَتَصِيرُ مِثْلَ أُحُدٍ

“sesungguhnya Allah menerima amalan sedekah dan mengambilnya dengan tangan kanan-Nya. Lalu Allah mengembangkan pahalanya untuk salah seorang dari kalian, sebagaimana kalian mengembangkan seekor anak kuda. Sampai-sampai sedekah yang hanya sebiji bisa berkembang hingga sebesar gunung Uhud” (H.R. At-Tirmidzi, no. 662)

Jagalah Dirimu dari Api Neraka dengan Bersedekah

Diceritakan oleh sahabat Adi bin Hatim Radhiyallahu ‘anhu: “Suatu saat aku berada di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallamTiba-tiba datang dua lelaki, yang pertama mengeluhkan kemiskinan dan yang kedua mengeluhkan gangguan perampok di perjalanan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَمَّا قَطْعُ السَّبِيلِ: فَإِنَّهُ لاَ يَأْتِي عَلَيْكَ إِلَّا قَلِيلٌ، حَتَّى تَخْرُجَ العِيرُ إِلَى مَكَّةَ بِغَيْرِ خَفِيرٍ، وَأَمَّا العَيْلَةُ: فَإِنَّ السَّاعَةَ لاَ تَقُومُ، حَتَّى يَطُوفَ أَحَدُكُمْ بِصَدَقَتِهِ، لاَ يَجِدُ مَنْ يَقْبَلُهَا مِنْهُ، ثُمَّ لَيَقِفَنَّ أَحَدُكُمْ بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُ حِجَابٌ وَلاَ تَرْجُمَانٌ يُتَرْجِمُ لَهُ، ثُمَّ لَيَقُولَنَّ لَهُ: أَلَمْ أُوتِكَ مَالًا؟ فَلَيَقُولَنَّ: بَلَى، ثُمَّ لَيَقُولَنَّ أَلَمْ أُرْسِلْ إِلَيْكَ رَسُولًا؟ فَلَيَقُولَنَّ: بَلَى، فَيَنْظُرُ عَنْ يَمِينِهِ فَلاَ يَرَى إِلَّا النَّارَ، ثُمَّ يَنْظُرُ عَنْ شِمَالِهِ فَلاَ يَرَى إِلَّا النَّارَ، فَلْيَتَّقِيَنَّ أَحَدُكُمُ النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ، فَإِنْ لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

“Adapun perampok, sesungguhnya tidak lama lagi datang (waktu) yang rombongan dari Makkah keluar (melakukan safar) tanpa perlindungan (maksudnya aman, -red.). Adapun kemiskinan, (ketahuilah) sesungguhnya hari kiamat tidak akan tegak hingga (datang saat) salah seorang di antara kalian berkeliling hendak memberi sedekah, tetapi tidak dia dapati orang yang mau menerimanya.

Sungguh, kalian (semua) akan berdiri di hadapan Allah  Ta’ala, tidak ada hijab antara Allah Ta’ala dan dirinya, tidak ada pula orang yang menerjemahkan untuknya. Kemudian Allah Ta’ala berfirman kepadanya, ‘Bukankah Aku telah memberimu harta?’ 

Dia berkata, ‘Benar.’ Kemudian Allah Ta’ala berfirman, ‘Bukankah Aku telah mengutus rasul kepadamu?’ Dia menjawab, ‘Benar.’ Kemudian dia melihat di sisi kanannya, dia tidak melihat selain neraka. Kemudian dia melihat sebelah kirinya, dia pun tidak melihat selain neraka. Maka dari itu, jagalah diri kalian dari neraka walaupun dengan separuh kurma (yang dia sedekahkan). Jika tidak bisa, dengan tutur kata yang baik.” [H.R. Al-Bukhari, no. 1413]

Segala puji bagi Allah, yang menjadikan sedekah sebagai perisai dari api Neraka di Hari Kiamat. Sesungguhnya tidak hanya sedekah, melainkan banyak sekali amalan shalih yang bisa bermanfaat untuk pelakunya di keesokan hari. Semoga apa yang telah tertutur dari nasehat ini, bermanfaat untuk kita semua sehingga Allah mudahkan kita untuk mengamalkannya. Waffaqakumullah.

Ditulis Oleh:
Ustadz Hasan Al Jaizy
(Kontributor Bimbinganislam.com)

CATEGORIES
Share This

COMMENTS