Adab & AkhlakKeluargaKonsultasi

Menasihati Ibu yang Memelihara Anjing

Menasihati Ibu yang Memelihara Anjing

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia, berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang menasihati ibu yang memelihara anjing.
selamat membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz, saya sudah pernah kasih tau ke ibu untuk tidak memelihara anjing, tapi beliau membantah dan tetap memeliharanya, bagaimana Ustadz?

Bukan bermaksud membantah tapi berhubung ibu saya itu mualaf, dan ada keluarga Nasrani yang sangat dekat dengan kami dan menitipkan hewan tersebut, jadi ibu saya menerimanya. Bagaimana cara saya menasihati ibu saya, Ustadz?

Syukron, jazakallahu khairan.

(Disampaikan oleh Fulanah, sahabat BiAS)  


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du. 

Beri Nasihat yang Baik dan Gunakan Bahasa yang Halus

Turut senang dan gembira mengetahui ibu anda memeluk agama islam.
Bisa jadi ibu anda melakukan demikian karena masih minimnya ilmu beliau tentang aturan dan ajaran islam, maka berikanlah nasehat dan masukan dengan cara dan metode yang baik, pergunakan bahasa yang halus, jelaskan dengan tidak menghukumi dan menyalahkan, anda bisa memberikan beberapa alasan agar ibunda anda tidak memelihara anjing, di antaranya:
1. Memelihara anjing bisa sangat berpotensi menjadikan yang memelihara terkena najisnya, jika terkena najis dan tidak disucikan bisa menghalangi kesempurnaan thaharah, jika thaharah tidak sah, maka shalat yang dilakukan pun tidak sah.
2. Kedua, memelihara anjing bisa mendapatkan beberapa ancaman sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sampaikan dalam hadistnya,
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :  مَنْ أَمْسَكَ كَلْبًا فَإِنَّهُ يَنْقُصُ كُلَّ يَوْمٍ مِنْ عَمَلِهِ قِيرَاطٌ إِلا كَلْبَ حَرْثٍ أَوْ مَاشِيَةٍ 
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Barangsiapa yang memelihara seekor anjing maka pahala amalannya berkurang setiap harinya satu qirat (sebesar gunung uhud) kecuali anjing yang diperuntukan untuk menjaga tanaman (perkebunan dan semisalnya), atau menjaga ternak” (HR. Bukhari).
عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ :  مَنْ اقْتَنَى كَلْبًا إِلا كَلْبَ مَاشِيَةٍ أَوْ كَلْبَ صَيْدٍ نَقَصَ مِنْ عَمَلِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطٌ . قَالَ عَبْدُ اللَّهِ : وَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ : أَوْ كَلْبَ حَرْثٍ 
Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Barangsiapa memelihara anjing kecuali anjing penjaga ternak, atau anjing untuk berburu, maka pahala amalannya berkurang satu qirot setiap harinya, Berkata Abdullah: Abu Hurairah mengatakan: Atau juga anjing untuk menjaga tanaman (perkebunan dan semisalnya)” (HR. Muslim).
Dari beberapa keterangan di atas, tidak boleh seseorang memelihara anjing kecuali untuk tujuan berburu, menjaga perkebunan/tanaman, atau menjaga ternak, jika selain itu maka mendapat ancaman pahala amalannya setiap hari berkurang 1 qirat, dan ini adalah sebuah kerugian, semoga ibu anda bisa menerima alasan tersebut.
Wallahu a’lam.

Dijawab oleh:
Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Senin, 08 Sya’ban 1442 H/ 22 Maret 2021 M



Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Beliau adalah Alumnus S1 Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dan S2 Hukum Islam di Universitas Muhammadiyah Surakarta
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله 
klik disini

 

Baca Juga :  Pelaku Pencurian Anak-Anak, Ini Sikap Rasulullah

Ustadz Setiawan Tugiyono, Lc., M.HI

Beliau adalah Alumni D2 Mahad Aly bin Abi Thalib Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Bahasa Arab 2010 - 2012 , S1 LIPIA Jakarta Syariah 2012 - 2017, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2018 - 2020 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah, Dauroh Masyayikh Ummul Quro Mekkah di PP Riyadush-shalihin Banten, Daurah Syaikh Ali Hasan Al-Halaby, Syaikh Musa Alu Nasr, Syaikh Ziyad, Dauroh-dauroh lain dengan beberapa masyayikh yaman dll | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Belajar bersama dengan kawan-kawan di kampuz jalanan Bantul

Related Articles

Back to top button