Nikah

Menanyakan Hutang Riba Saat Proses Ta’aruf, Bolehkah?

Mahad Bimbingan Islam (BIAS) belajar Islam terstruktur

Menanyakan Hutang Riba Saat Proses Ta’aruf, Bolehkah?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan menanyakan hutang riba saat proses ta’aruf, bolehkah? Selamat membaca.


Pertanyaan:

Bismillah. Semoga Allah menjaga ustadz dan keluarga di mana pun berada. Afwan izin bertanya ustadz, apakah diperbolehkan pada saat taaruf menanyakan pada calon terkait memiliki hutang riba atau tidak? Jazaakumullohu khairan.

(Ditanyakan oleh Santri Akademi Shalihah)


Jawaban:

Apakah boleh pada saat taaruf menanyakan pada calon terkait memiliki hutang riba atau tidak? Jawabannya adalah boleh saja, hanya saja lihat keadaan, apabila calon suami ini terlihat baik dan taat secara zahir, maka pertanyaan ini, sebaiknya tidak perlu ditanyakan.

Karena utang secara riba adalah dosa, maka tidak pantas bertanya tentang dosa, dan ini berlaku umum untuk semua calon pasangan.

Beda masalahnya, kalau wanita itu memiliki persangkaan kuat bahwa latar belakang keluarga calon pria ini ada kaitan dengan utang riba, maka boleh saja bertanya. Intinya kembali pada maslahat dan mudharat pertanyaan dan keadaan calon pasangan.

Daftar Grup WA Bimbingan Islam Gratis

Jika dirasa pertanyaan semacam ini kurang baik didengar oleh calon pasangan atau bahkan kurang penting dibanding pertanyaan penting seputar menyamakan persepsi untuk sebuah pernikahan, maka boleh ditinggalkan dan tidak perlu diungkapkan.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَسْأَلُوا عَنْ أَشْيَاءَ إِنْ تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ وَإِنْ تَسْأَلُوا عَنْهَا حِينَ يُنَزَّلُ الْقُرْآنُ تُبْدَ لَكُمْ عَفَا اللَّهُ عَنْهَا وَاللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepada kamu, (justru) akan menyusahkan kamu. Jika kamu menanyakannya ketika al-Qur’an sedang diturunkan, (niscaya) akan diterangkan kepadamu, Allah telah memaafkan (kamu) tentang hal itu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun. (QS. Al-Mā`idah: 101).

Menurut Ibn Kaṡīr di dalam Tafsīr Ibn Kaṡīr (juz 3, halaman 203) bahwa ayat tersebut merupakan pendidikan dari Allah bagi hamba-hamba-Nya dan larangan untuk bertanya mengenai sesuatu yang tidak berfaidah.

Hal ini karena jika dijelaskan mengenai hal tersebut bisa jadi menjadi keburukan dan memberatkan bagi orang mukmin yang mendengarnya.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Kamis, 5 Safar 1444 H/ 1 September 2022 M


Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Beliau adalah Alumnus S1 Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dan S2 Hukum Islam di Universitas Muhammadiyah Surakarta
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله klik di sini

Khusus perempuan, apakah kamu tahu Akademi Shalihah (AISHAH) Online?

Akademi Shalihah Menjadi Sebaik-baik Perhiasan Dunia Ads

Ustadz Setiawan Tugiyono, B.A., M.HI

Beliau adalah Alumni D2 Mahad Aly bin Abi Thalib Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Bahasa Arab 2010 - 2012 , S1 LIPIA Jakarta Syariah 2012 - 2017, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2018 - 2020 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah, Dauroh Masyayikh Ummul Quro Mekkah di PP Riyadush-shalihin Banten, Daurah Syaikh Ali Hasan Al-Halaby, Syaikh Musa Alu Nasr, Syaikh Ziyad, Dauroh-dauroh lain dengan beberapa masyayikh yaman dll | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Belajar bersama dengan kawan-kawan di kampuz jalanan Bantul

Related Articles

Back to top button