page hit counter

Menanggapi Pertanyaan Tentang Nama-Nama Syetan

Menanggapi Pertanyaan Tentang Nama-Nama Syetan

MENANGGAPI PERTANYAAN TENTANG NAMA-NAMA SYETAN

Pertanyaan

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

Ustadz apakah… shahih informasi tentang “NAMA-NAMA SETAN BESERTA TUGAS2NYA” ?

(Wina Anggota Group Bimbingan Islam T07 G-50).

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh

Tidak benar sama sekali informasi ini, ngawur dan tidak berdalil, kalaupun kita tidak mengetahuiny amaka ia tidak memberi pengaruh apa-apa bagi kita. Pertanyaan serupa pernah ditanyakan kepada Syaikh Abdurrahman bin Abdillah As-Suhaim beliau lantas menjawab :

الجواب :

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
وجزاك الله خيراً .

هذا من الترف العلمي ، ومن الفراغ !
وهو دالّ على جهل من اشتغل بمثل هذا ، لأنه اشتغل بما لا فائدة فيه عما فيه فائدة .
فإن أهل العلم يَذكرون أوصاف جُند إبليس ، لأن الوصف أهم من الاسم !
ولذا قال الإمام البخاري : باب صفة إبليس وجنوده .

كما أن هذا الترف قديم !

روى الحافظ يعقوب بن سُفيان ( ت 277 هـ ) من طريق الإمام الأعمش قال أتى الشَّعْبِيَّ رجلٌ فقال : ما اسم امرأة إبليس ؟! فقال : إن ذاك لعرس ما شهدته !
ومِن طريقه رواه الحافظ ابن عساكر في تاريخ مدينة دمشق .

وروى ابن عساكر من طريق عامر الرازي أن حَمَّالاً مَرّ يحمل دِنا من خَلّ ، فَمَرَّ بالشعبي ، فقال : يا أبا عمرو ما كان عرس إبليس ؟ قال : تلك وليمة لم أشهدها ! قال : فما تقول في أكل الذُّبّان ؟ قال : إن اشتهيتَه فَكُلْه !

فمثل هذا الترف ، والسؤال عما لا يضرّ الجهل بِه ، وترك ما يضرّ الجهل به جوابه مثل جواب الإمام الشعبي !

والله تعالى أعلم .

Ini merupakan kemerosotan ilmiyyah dan omong kosong. Ini juga menjadi tanda dari kebodohan orang-orang yang menyibukkan dengan hal-hal seperti ini. Karena ini termasuk menyibukkan diri dengan sesuatu yang tidak ada manfaatnya sama sekali dengan melalaikan hal lain yang lebih berfaidah.

Para ahli ilmu menyebutkan sifat-sifat bala tentara Iblis, karena mengenal sifat jauh lebih penting dari sekedar mengenal nama. Maka dari itu Imam Bukhari menulis bab judulnya : “Bab Sifat nya Iblis dan bala tentara Iblis”.

Kedunguan seperti ini juga sudah pernah terjadi di zaman dulu, Al-Hafidz Ya’qub bin Sufyan (wafat 277H) meriwayatkan dari jalur Al-A’masy yang berkata ; Telah datang seorang lelaki kepada Asy-Sya’bi sembari bertanya ; Siapa nama istrinya Iblis ?

Beliau menjawab : Saya tidak menghadiri resepsi pernikahan Iblis.

Dari jalur yang sama pula Al-Hafidz Ibnu ‘Asyakir juga meriwayatkan hal ini di dalam Tarikh Kota Damaskus.

Al-Hafidz Ibnu ‘Asyakir juga meriwayatkan dari jalur Amir Ar-Razi bahwa ada kuli lewat memanggul guci khomr, ia bertemu dengan Asy-Sya’bi dan berkata ; Wahai Abu Amr bagimanakah resepsi pernikahan Iblis?

Beliau menjawab : Wah saya tidak menghadiri resepsi pernikahan Iblis.

Kuli tadi bertanya kembali : Apa pendapatmu tentang hukum memakan lalat ?

Beliau menjawab : Jika engkau suka maka makanlah.”

Kedunguan seperti ini demikian pula pertanyaan tentang hal yang tidak penting maka jawabannya adalah seperti jawabannya Imam Asy-Sya’bi ini, wallahu a’lam.”

(Sumber Fatwa : http://www.saaid.net/Doat/assuhaim/fatwa/198.htm).

Wallahu a’lam

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Abu Aswad al Bayati حفظه الله

Tanya Jawab
Grup WA Bimbingan Islam T07
Jum’at, 02 Jumadil Awwal 1439H / 19 Januari 2018M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS