Mempertanyakan Allah? Mempertanyakan Tuhan? Bagimana Solusinya?

Mempertanyakan Allah? Mempertanyakan Tuhan? Bagimana Solusinya?

Mempertanyakan Allah? Mempertanyakan Tuhan? Bagimana Solusinya?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki tuturkata mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang bagaimana solusi dari mempertanyakan Allah dan mempertanyakan tentang tuhan.
selamat membaca.

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Assalamu’alaykum ustadz, semoga ustadz dan keluarga selalu dlm lindungan Allah, amin

Saya ingin bertanya ustadz. Beberapa hari terakhir ini saya dihadapkan dengan beberapa teman, baik yg sudah ngaji maupun yg belum, yang mempertanyakan Tuhan, bahkan cenderung tidak percaya dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Ungkapan ini timbul karena masalah yang menimpa mereka dan mereka pun terpuruk sehingga keluarlah kalimat-kalimat seperti: untuk apa saya sholat jika saya msh terus menderita, Allah tidak adil terhadap saya

Sebagai teman, apakah ada saran dari ustadz bagaimana saya menyikapi teman tersebut?
Saya sudah berusaha memintanya untuk istighfar agar jiwa nya tidak kalah oleh syaithon, namun qodarullah sepertinya belum berhasil, dan malah semakin emosi.

Apakah yg harus saya lakukan, ustadz?

Jazaakumullahu khayran atas jawabannya ustadz

Tanya Jawab Mahad BIAS 1441 H
(Disampaikan Oleh Fulanah – Santri Mahad BIAS 1441 H)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du
Ayyuhal Ikhwan wal Akhwat Baarakallah Fiikum Jami’an.

Sekecil apapun dosa yang kita lakukan, disana ada Allah Yang Maha Kuasa yang selalu memberikan kita ampunan.
Kesalahan apapun yang tak luput dari diri kita, disana Allah Subhanahu Wa Ta’ala selalu memberikan maafnya.

Dosa sebesar gunung jika seorang hamba mengakuinya dan bertobat nasuha kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala niscaya Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan mengampuninya, dan begitupun dosa kecil pasti Allah akan mengampuni dosa tersebut.
Dengan catatan dia mau berbenah dan berubah sedikit demi sedikit kepada ketaqwaan.

Perlu di ketahui, banyak manusia lalai akan dosa kecil sehingga ia lupa untuk meninggalkannya dan terus menerus ia melakukannya.
Ini yang harus hati-hati, karena kata ahli hikmah “Tak ada dosa kecil jika tak di lakukan terus menerus dan tak ada dosa besar bersama dengan adanya istigfar (meminta ampunan)”.

” لا صغيرة مع الاصرار و لا كبيرة مع الاستغفار ”

Banyak manusia terdahului oleh rasa pesimisnya di banding rasa optimisnya, perasaan manusia seperti ini merupakan akar masalah munculnya sikap sinis dan skeptis dalam diri manusia, dimana mereka hanya memandang kegagalan di banding kesuksesan, seolah-olah mereka yang paling rugi atau kurang beruntung di dunia ini.

Penyakit ini awal mulanya dipicu dari rasa pesimis akan rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan muncul akibat kuman dalam hati manusia yaitu kuman bisikan setan, bisikan ini bermuara dalam hati manusia yang kurang yakin dengan sifat Pemurah Allah Ta’ala Yang Maha Luas rahmat-Nya.

Menghadapi orang seperti ini adalah terus dimotivasi agar tidak jatuh dalam jurang kebinasaan, dan bersabar di atas ketaatan yang wajib, dan wajib bangun dari kubangan dosa, jangan semakin tenggelam.
Allah Ta’ala berfirman :

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (53) وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ (54(

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah Ta’ala.
Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).”
(QS. Az Zumar: 53-54).

Wallahu Ta’ala A’lam.

 

Disusun oleh:
Ustadz Fadly Gugul حفظه الله
Senin, 21 Shafar 1441 H/ 21 Oktober 2019 M



Ustadz Fadly Gugul حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS