Memotivasi Anak Supaya Melaksanakan Ibadah Sunnah

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang memotivasi anak supaya melaksanakan ibadah sunnah.
selamat membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz, mohon maaf saya ingin berkonsultasi tentang anak saya.

Saya seorang ibu rumah tangga, saya ingin agar kami semua bisa lebih taat dan istiqomah dalam ibadah mempersiapkan bekal akherat.

Anak saya laki-laki kelas 5 SD Islam, insya Allah kalau shalat 5 waktu dia selalu tepat melaksanakanya, tetapi untuk baca qur’an menghafal Al-Qur’an masih harus dipaksa-paksa. Apa yang harus saya lakukan agar anak saya bisa lebih shalih?

Insya Allah saya sudah memberikan contoh pada anak saya, menjalankan shalat 5 waktu, berusaha tepat waktu. Shalat-shalat sunnah baik malam maupun pagi dan rawatib, baca Al-Qur’an one day one juz, puasa sunnah, bersedekah, menunaikan zakat maal dari penghasilan, silaturahmi dengan saudara, dengan orangtua, dengan tetangga, hubungan kami juga baik semua. Berdoa dan membimbing dengan sabar.

Baca Juga:  Hukum Membotaki Rambut Bagi Wanita yang Berketombe Banyak

Tapi ini masih saja anak saya belum bersemangat untuk ibadah-ibadah sunnah.
Saya harus bagaimana?
Jazakallahu khairan.

(Disampaikan oleh Fulanah, sahabat BiAS).


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Semoga Allah ﷻ senantiasa menjaga keistiqamahan anda dan keluarga..

Ujian Seseorang Berbeda-beda

Allah ﷻ memberikan ujian kepada hambaNya sesuai dengan kadar keimanan hamba, sehingga kita dapati ujian tiap orang berbeda-beda. Ada yang diuji dengan orang tuanya, adapula diuji dengan anaknya, adapula yang diuji dengan pasangannya, dan lain sebagainya. Maka bersabar dalam menghadapi ujian adalah kunci untuk lulus dari ujian tersebut.

Baca Juga:  Apa Perbedaan Keadilan Allah Dan Keadilan Manusia?

Hidayah di Tangan Allah

Dan ingat bahwa hidayah di tangan Allah ﷻ, jangan serta merta ketika kita melihat ibadah kita sudah baik, lalu kita merasa Allah ﷻ harus memberikan hidayah kepada keluarga kita. Lihat nabi Nuh ‘alaihissallam, tingkatan beliau adalah seorang utusan Allah bukan hanya sekedar manusia biasa, tapi Allah menguji beliau dengan keengganan anak beliau untuk mentauhidkan Allah ﷻ. Bahkan orang yang dicintai Rasulullah ﷺ, paman beliau Abu Thalib tidak menerima hidayah Allah ﷻ, sampai-sampai Allah ﷻ berfirman,

وَنُمَكِّنَ لَهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَنُرِيَ فِرۡعَوۡنَ وَهَٰمَٰنَ وَجُنُودَهُمَا مِنۡهُم مَّا كَانُواْ يَحۡذَرُونَ ٦

“Dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir’aun dan Haman beserta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka itu” (QS. Al-Qashash : 56).

Terlebih anak anda masih tergolong kecil, sebuah hal yang harus sangat-sangat disyukuri ketika anak anda telah bisa menjaga shalat 5 waktu, itu kunci utama agar anak tumbuh menjadi anak yang shalih.
Butuh waktu bagi seorang anak untuk meningkatkan ibadahnya, gunakan metode komunikasi, buatkan lingkungan yang mendukung, tanamkan rasa cinta kepada Allah dan Rasulullah ﷺ, insya Allah lambat laun dia akan mulai menikmati beribadah kepada Allah ﷻ, sembari selalu berdoa agar Allah ﷻ senantiasa menjaga anak anda sehingga tumbuh dalam ketakwaan kepada Allah ﷻ.

Baca Juga:  Cara Mengenal Allah Sehingga Hati Menjadi Tenang

Wallahu a’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Jum’at, 12 Sya’ban 1442 H / 26 Maret 2021 M


Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini