Meminta Keluarga Calon Menunggu Sampai Terkumpul Dana Untuk Menikah, Apa Boleh?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang meminta keluarga calon menunggu sampai terkumpul dana untuk menikah, apa boleh?
selamat membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah ‘Azza wa Jalla selalu menjaga ustadz dan keluarga.

Ustadz, insyaAllah dalam waktu dekat ini saya berniat untuk menikah, dan saat ini saya dan keluarga sedang mempersiapkan biaya pernikahan hanya saja belum ada kepastian kapan terkumpulnya.
Sambil menunggu dana terkumpul apakah saya boleh menyampaikan ke pihak wanita kalau saya akan menikahinya dan meminta menunggu sampai dana pernikahan terkumpul.

Pertanyaan kedua.
Apa yang sebaiknya saya lakukan untuk mengukur apakah saya sudah siap dan pantas menikah?

Jazakallahu khairan ustadz

(Disampaikan oleh Fulan, Sahabat Belajar Bimbingan Islam)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Selain merupakan Ibadah yang sesuai dengan Sunnah Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam, menikah memang sebuah kebutuhan dan fitrah manusiawi, karenanya tidak ada manusia normal yang tidak ingin menikah, terlebih di dalamnya terkandung kemashlahatan dunia dan akhirat, baik bagi diri sendiri maupun ummat Muhammad sholallohu ‘alaihi wasallam.

Namun menikah bukan sesuatu yang bisa dilakukan tanpa persiapan, menikah itu butuh modal ilmu dan tanggung jawab nafkah. Ilmu merupakan pengamalan dari Agama, sementara tanggung jawab merupakan pengamalan dari Akhlak, 2 hal inilah yang disebut oleh Nabi shollalohu ‘alaihi wasallam sebagai tolok ukur utama seorang lelaki dalam pandangan wanita saat akan menikah

Baca Juga:  Hukum Memotong Kumis Dan Bulu Ketiak Bagi Shohibul Qurban

إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ إِلَّا تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ

“Apabila ada orang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya untuk meminang putri kalian maka nikahkanlah. Jika tidak, akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar”
[HR Tirmudzi 1084, Ibnu Majah 1967]

Sehingga pertanyaan dari saudara penanya di atas perlu diluruskan, yang pertama kali harus dilakukan bukan menyampaikan ke pihak wanita agar menunggu, tapi ukur diri dahulu apakah memang sudah pantas untuk menikah, apakah memang sudah layak untuk menikah, dilihat dari sisi kebutuhan maupun konsekuensinya.
Kalau memang belum terfitnah dengan syahwat dan tidak khawatir terjerumus zina ya tidak perlu dipaksakan untuk segera menikah, apalagi jika modalnya belum cukup.

Tapi jika memang sudah terfitnah dan khawatir terjerumus zina, ya coba cari wanita yang sesuai dengan kondisi anda. Apa maksudnya?
Kalau merasa diri sudah wajib untuk menikah, prioritaskan segera menikahnya bukan harus dengan siapanya. Kalau harus segera menikah ya berarti dengan wanita sholihah yang bisa menerima anda apa adanya saat ini, siapapun wanita itu. Tidak perlu dengan persiapan mewah, gedung megah, makanan dan pakaian serba wah, yang penting bagaimana anda setelah menikah bisa menafkahi istri anda dengan layak dan sesuai kemampuan.

Baca Juga:  Bagaimana Cara Membantu Wudhu Untuk Orang Sakit?

Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda

كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أنَ يَضيعَ مَن يَقُوت

“Cukuplah seseorang itu berdosa bila ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya”
[HR Abu Dawud 1692]

Dalam riwayat lain disebutkan

كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يَحْبِسَ عَمَّنْ يَمْلِكُ قُوتَهُ

“Cukuplah seseorang itu dikatakan berdosa bila dia menahan makan budaknya”
[HR Muslim 996]

Meminta Kepada Calon Sampai Terkumpul Dana Nikah

Lalu bagaimana jika sudah ada wanita tambatan hati tapi belum memiliki modal cukup, bolehkah jujur kepadanya dan memintanya menunggu sampai terkumpul modal?
Secara umum boleh-boleh saja jika dia ridho dengan hal tersebut. Tetapi nasihat saya hindari sebuah ikatan sebelum pernikahan, tidak perlu ada khitbah antara anda dengan dirinya, apalagi jika anda berdua telah merasa wajib untuk menikah. Kenapa?

Baca Juga:  Tokek Untuk Obat Gatal, Halal Atau Haram?

1. Syetan akan menggoda anda untuk berzina, karena ikatan sebelum pernikahan sejatinya sangat rawan dengan fitnah.
2. Kalaupun anda sibukkan dengan puasa sunnah, hal itu tetap tidak bisa meredam fitnah secara tuntas.
3. Bisa jadi memberi madhorot kepada pihak wanita, anda yang mati-matian mengumpulkan modal mungkin bisa teralihkan dengan kesibukan, tapi sang wanita bisa jadi didatangi oleh orang yang siap untuk menikahinya saat ini dan itu mashlahat baginya.

Lebih baik sampaikan kejujuran akan minat untuk menikahinya, namun dengan keterbatasan modal. Jika dia ridho untuk menikah apa adanya saat ini walhamdulillah, jika tidak jangan paksa ia untuk menunggu anda hingga siap.

Semoga Alloh mudahkan para pemuda untuk menggenapkan separuh agamanya

Wallohu A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Senin, 29 Rabiul Akhir 1442 H/ 14 Desember 2020 M



Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI IMAM SYAFI’I Kulliyyatul Hadits, dan Dewan konsultasi Bimbingan Islam,
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله  
klik disini