Meminta Bantuan Tanpa Suap Dalam Memperjuangkan Hak

Meminta Bantuan Tanpa Suap Dalam Memperjuangkan Hak

Meminta Bantuan Tanpa Suap Dalam Memperjuangkan Hak

 Pertanyaan 

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Afwan Ustadz, bolehkah meminta bantuan kepada pejabat yang lebih tinggi kedudukannya (beliau berada di pusat) dalam rangka mutasi pegawai?

Bantuan disini tanpa adanya suap atau pemberian dalam bentuk apapun, hanya karena kenal baik lewat pekerjaan dan tidak pernah bertatap muka langsung.

Sebenarnya pegawai tersebut sudah bisa mengajukan mutasi (memenuhi syarat), akan tetapi ditahan oleh atasannya karena kinerjanya dinilai baik dan sangat dibutuhkan. Ada sedikit ancaman apabila ia mengajukan mutasi maka akan dipindah ke kota yang lebih jauh dan kecil.

Adapun alasan ingin mutasi agar lebih dekat ke orangtua yang sudah sepuh, kemudian bisa menghadiri majelis-majelis ilmu dan juga untuk pendidikan anak yang mana tidak bisa kami dapatkan disini.

Mohon nasehatnya, ustadz.. Jazaakumullah khayr wa baarakallaahu fiikum

(Siti Nursholiah, Admin T07)

Jawaban

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bismillah, was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Pertama, risywah/suap itu haram hukumnya, berdasarkan riwayat sebagai berikut:

عن عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رضي الله عنهما قَالَ : لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّاشِي وَالْمُرْتَشِي

“Dari Abdullah bin Amr -radhiyallahu ‘anhu- berkata; Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wa sallam- melaknat tukang suap dan yang disuap.” (Dishahihkan oleh Imam Al-Albani dalam Irwa’ul Ghalil: 2621)

Adapun apa yang dilakukan oleh penanya ini boleh dan itu tidak termasuk risywah/suap sama sekali. karena suap maknanya memberi imbalan kepada orang lain agar ia membantu kita untuk mendapatkan sesuatu yang haram yang sebenarnya bukan hak kita.

Jika penanya sudah melengkapi berkas dan syarat-syarat yang ada untuk mendapatkan hak nya, namun dihalang-halangi maka ia boleh meminta bantuan orang atau membayar sejumlah imbalan untuk mendapatkan apa yang memang seharusnya menjadi haknya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata :

فأما إذا أهدى له هدية ليكف ظلمه عنه أو ليعطيه حقه الواجب كانت هذه الهدية حراما على الآخذ , وجاز للدافع أن يدفعها إليه , كما كان النبي صلى الله عليه وسلم يقول : ( إني لأعطي أحدهم العطية …الحديث )

“Adapun apabila seseorang menyerahkan hadiah kepada dia agar dia menahan kezaliman kepadanya, atau untuk mendapatkan apa yang menjadi hak nya maka hadiah ini haram bagi yang menerimanya namun boleh dilakukan bagi yang memberi, sebagaimana yang Nabi -shalallahu ‘alaihi wa sallam- katakan; (Sesungguhnya aku akan memberinya pemberian …-Al hadits-).” [Al-Fatawa Al-Kubra : 4/174]

Yang demikian karena Risywah/suap itu definisinya sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al-Albani :

دفع مال لإحقاق باطل أو لإبطال حق

“Membayarkan uang untuk membenarkan kebatilan atau untuk membuat batil apa yang benar.”

(Silsilah Huda Wan Nur, kaset no. 277).

Wallohu A’lam, wabillahi taufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Abul Aswad Al Bayati, حفظه الله

Tanya Jawab
Tanya Jawab Grup WA Bimbingan Islam T04
Grup WA Bimbingan Islam T07

CATEGORIES
Share This

COMMENTS