Muamalah

Meminta Bantuan Keringanan Biaya Sekolah, Apakah Termasuk Meminta-Minta Yang Dilarang?

Meminta Bantuan Keringanan Biaya Sekolah, Apakah Termasuk Meminta-Minta Yang Dilarang?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan meminta bantuan keringanan biaya sekolah, apakah termasuk meminta-minta yang dilarang? Selamat membaca.


Pertanyaan:

Bismillah Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu ustadz, afwan ijin bertanya.

Apakan boleh, kami mengajukan meminta bantuan keringanan biaya sekolah? Karena keterbatasan ekonomi, mengingat biaya sekolah di pondok tidak murah.

Yang ingin saya tanyakan adalah apakah kami ini termasuk dalam hadits Rasulullah “barang siapa yang meminta2 sedang dia tidak fakir maka dia sedang meminta bara api neraka”. Syukron, jazakumullohu khoyron wabaarokallhu fiik.

(Ditanyakan oleh Sahabat BIAS melalui Grup WA)


Jawaban:

Wa alaikumussalaam warahmatullah wabarakatuhu.

Akad yang terjadi antara wali murid/santri dengan pihak pondok adalah akad jual beli jasa, wali santri membeli jasa pengajaran, pendidikan dll, dan pihak pondok menjual jasa tersebut.

Dan dalam jual beli, diperbolehkan seseorang menawar harga yang diajukan sesuai dengan batas kemampuan si pembeli, jika kemudian disepakati dengan keridoan, tidak menjadi masalah in sya Allah.

Baca Juga:  Membeli Kendaraan Dari Pinjaman Koperasi

Atau taruhlah apa yang orang tua tersebut lakukan merupakan bagian dari meminta-minta, pertanyaannya apakah hal ini termasuk kategori perbuatan yang dilarang dalam hadist Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam?

Dalam hadist Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam ada beberapa kondisi di mana meminta itu diperbolehkan, disebutkan dalam hadist sahabat Qabishah rodiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَا قَبِيصَةُ إِنَّ الْمَسْأَلَةَ لاَ تَحِلُّ إِلاَّ لأَحَدِ ثَلاَثَةٍ رَجُلٍ تَحَمَّلَ حَمَالَةً فَحَلَّتْ لَهُ الْمَسْأَلَةُ حَتَّى يُصِيبَهَا ثُمَّ يُمْسِكُ وَرَجُلٍ أَصَابَتْهُ جَائِحَةٌ اجْتَاحَتْ مَالَهُ فَحَلَّتْ لَهُ الْمَسْأَلَةُ حَتَّى يُصِيبَ قِوَامًا مِنْ عَيْشٍ – أَوْ قَالَ سِدَادًا مِنْ عَيْشٍ – وَرَجُلٍ أَصَابَتْهُ فَاقَةٌ حَتَّى يَقُومَ ثَلاَثَةٌ مِنْ ذَوِى الْحِجَا مِنْ قَوْمِهِ لَقَدْ أَصَابَتْ فُلاَنًا فَاقَةٌ فَحَلَّتْ لَهُ الْمَسْأَلَةُ حَتَّى يُصِيبَ قِوَامًا مِنْ عَيْشٍ – أَوْ قَالَ سِدَادًا مِنْ عَيْشٍ – فَمَا سِوَاهُنَّ مِنَ الْمَسْأَلَةِ يَا قَبِيصَةُ سُحْتًا يَأْكُلُهَا صَاحِبُهَا سُحْتًا

“Wahai Qabishah, sesungguhnya meminta-minta itu tidak halal kecuali untuk tiga orang:

(1) seseorang yang menanggung hutang orang lain, ia boleh meminta-minta sampai ia melunasinya,

(2) seseorang yang ditimpa musibah yang menghabiskan hartanya, ia boleh meminta-minta sampai ia mendapatkan sandaran hidup, dan

(3) seseorang yang ditimpa kesengsaraan hidup sehingga ada tiga orang yang berakal dari kaumnya berkata, ‘Si fulan benar-benar telah tertimpa kesengsaraan’, maka boleh baginya meminta-minta sampai mendapatkan sandaran hidup.

Meminta-minta selain ketiga hal itu, wahai Qabishah adalah haram dan orang yang memakannya berarti memakan harta yang haram.” (HR. Muslim, no. 1044)

Jika memang memiliki keterbatasan ekonomi, tidak mampu membayar full, barangkali Anda masuk kategori ke 3, yaitu pihak yang mendapat kesengsaraan hidup, jadi tidak mengapa untuk meminta keringanan, dan toh Anda tidak meminta sesuatu untuk memperkaya diri, namun dalam rangka membiayai anak untuk tolabul ilmi.

Wallahu a’lam

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Selasa, 19 Dzulhijjah 1443 H/ 19 Juli 2022 M


Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Beliau adalah Alumnus S1 Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dan S2 Hukum Islam di Universitas Muhammadiyah Surakarta
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله klik disini

Baca Juga:  Penjelasan Ringkas Mudharabah atau Bagi Hasil

Ustadz Setiawan Tugiyono, B.A., M.HI

Beliau adalah Alumni D2 Mahad Aly bin Abi Thalib Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Bahasa Arab 2010 - 2012 , S1 LIPIA Jakarta Syariah 2012 - 2017, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2018 - 2020 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah, Dauroh Masyayikh Ummul Quro Mekkah di PP Riyadush-shalihin Banten, Daurah Syaikh Ali Hasan Al-Halaby, Syaikh Musa Alu Nasr, Syaikh Ziyad, Dauroh-dauroh lain dengan beberapa masyayikh yaman dll | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Belajar bersama dengan kawan-kawan di kampuz jalanan Bantul

Related Articles

Back to top button