Membersihkan Hati dengan Amalan Tauhid bimbingan islam
Membersihkan Hati dengan Amalan Tauhid bimbingan islam

Membersihkan Hati dengan Amalan Tauhid

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang membersihkan hati dengan amalan tauhid.
selamat membaca.


Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Semoga ustadz dan admin serta kita semua dijaga Allah.

Pak ustadz.. Saya mau tanya pak, bagaimana cara membersihkan hati dari rasa dengki, sombong, serta nafsu yang jelek?
Apakah dengan puasa senin-kamis atau ada amalan lain pak?

Terimakasih pak.

(Disampaikan oleh bapak Fulan, Member grup WA BiAS)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du

Hal terpenting dari sekian hal penting lainnya di dalam membersihkan jiwa dari berbagai penyakit adalah merealisasikan tauhid. Syaikh Abdurrazaq Al-Badar menyatakan :

فلا زكاة للنفس إلا بتحقيق التوحيد وإفراد الله بالعبادة وإخلاص العمل له كما قال تعالى ألا لله الدين الخالص ولا زكاة للنفس إلا بتخليصها من الشرك بجميع أنواعه وبتخليصها من كل ما يناقض التوحيد ويضعفه

“Tidak mungkin kesucian jiwa bisa diwujudkan melainkan dengan merealisasikan tauhid dan menunggalkan Allah dengan ibadah serta mengikhlaskan amal ibadah bagi Allah semata. Sebagaimana firman Allah ta’ala ; Ketahuilah bagi Allahlah agama yang murni itu.
Dan kesucian bagi jiwa tidak bisa direalisasikan melainkan dengan membersihkan jiwa dari berbagai macam kesyirikan dan dari berbagai macam hal yang bisa merusak serta melemahkan tauhid.”
(‘Asyrul Qawaid Fi Tazkiyatin Nufus : 12).

Kemudian perkara kedua, hendaknya kita sadar bahwa jiwa kita ini milik Allah ta’ala. Segala kondisi berupa masalah dalam jiwa kita selayaknya kita mengharap, berdoa kepada Atlah ta’ala agar memperbaikinya, mensucikannya, dan menganugrahkan kesucian jiwa bagi kita.
Banyak doadoa yang diajarkan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. Bisa kita membacanya di waktu-waktu yang mustajabah, diantaranya adalah doa sbb :

اللّهُمَّ آتِ نَفْسِيْ تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا
أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلاَهَا

(Allahumma aati nafsii taqwaahaa, wa zakkihaa, anta khoiru man zakkaahaa, anta waliyyuhaa wa maulaahaa)

“Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku ketakwaaan jiwa dan sucikanlah ia, karena Engkaulah sebaik-baik Rabb yang mensucikannya, Engkau pelindung dan Pemeliharanya.”
(HR Muslim : 2722).

Kita mengulang-ulang doa ini sesering mungkin dengan penuh rasa harap dan cemas, agar Allah ta’ala mengabulkan permintaan kita dan menganugrahkan jiwa yang suci dari berbagai penyakit hati. Tenang, khusyuk di dalam beribadah kepada Allah ta’ala.

Diantara bentuk usaha kita agar terhindar dari penyakit jiwa, adalah dengan berteman dengan orang-orang shalih yang tidak menginspirasi serta mengajak kepada perbuatan yang bisa memperkeruh dan merusak jiwa kita. Allah ta’ala berfirman :

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini.
Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.”
(QS Al-Kahfi : 28).

Masih banyak tips-tips lain penanya sangat kami rekomendasikan untuk membaca kitab kecil berjudul 10 Kaidah di dalam pensucian jiwa karya Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr hafidzahullahu ta’ala.

emoga bermanfaat,
Wallahu ta’ala a’lam.

 

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Abul Aswad Al Bayati حفظه الله
Senin, 06 Sya’ban 1441 H/ 30 Maret 2020 M



Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله  
klik disini