Memberikan Cincin Saat Khitbah, Boleh Apa Tidak Ya bimbingan islam
Memberikan Cincin Saat Khitbah, Boleh Apa Tidak Ya bimbingan islam

Memberikan Cincin Saat Khitbah, Boleh Apa Tidak Ya?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang memberikan cincin saat khitbah, boleh apa tidak ya?
selamat membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Ustadz dan tim Bimbingan Islam beserta keluarga selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Ustad saya mau menanyakan terkait khitbah, kalau misalkan khitbah kemudian sekalian memberikan cincin untuk pihak akhwat apakah boleh? bagaimana hukumnya ustad? apakah sama dengan hukum tukar cincin yang tasyabuh?
syukron.

(Disampaikan Fulan di media sosial bimbingan islam)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Khitbah atau lamaran termasuk yang disyariatkan ketika kita hendak menikah. Namun ada hal yang dipermasalahkan para ulama, yakni terkait memberikan cincin untuk pihak akhwat atau tukar menukar cincin antara calon mempelai saat lamaran sebelum akad nikah.

Baca:  Bolehkah Bersedekah Atas Nama Orang Tua atau Orang Lain?

Menurut Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah, bahwa hukumnya makruh karena hal itu diambil contohnya dari non muslim (Majmu Fatawa 18/112).

Menurut Syaikh Al Albani rahimahullah, bahwa tradisi tersebut berasal dari orang-orang Nasrani, dimana dahulu seorang pendeta didatangi oleh kedua calon mempelai di gereja lalu ia memakaikan cincin itu di jari calon mempelai wanita.

Dengan demikian, sebaiknya tidak dilakukan hal itu karena di dalamnya terdapat tasyabbuh (menyerupai) orang-orang kafir, sedangkan Nabi shallallahu alaihi wa sallam melarang kita tasyabbuh. Beliau bersabda,

Baca:  Batasan Maximal Masa Haidh

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk mereka.”
(Hr. Abu Dawud, dinyatakan hasan shahih oleh Al Albani)

Di samping itu sering terjadi pelanggaran dalam acara tukar cincin atau memakaikan cincin, di antaranya: dipakaikan cincin emas kepada calon suami, bersentuhan laki dengan wanita padahal belum menjadi mahramnya (masih sebagai ajnabi/asing), adanya keyakinan syirik yaitu bahwa hal itu dapat melanggengkan pernikahan, dan sebagainya.

Referensi: IslamQA حكم لبس دبلة الخطوبة من غير اعتقاد فيها

Wallahu a’lam.
Wa billahit taufiq wa shallallahu ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Marwan Hadidi, M.Pd.I حفظه الله
Rabu, 04 Rabiul Awwal 1442 H/ 21 Oktober 2020 M



Ustadz Marwan Hadidi, M.Pd.I حفظه الله
Beliau adalah Alumni STAI Siliwangi Bandung & Pascasarjana di Universitas Islam Jakarta jurusan PAI.
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mardan Hadidi, M.PD.I حفظه الله  
klik disini

Baca:  Lupa Ayyamul Bidh Padahal Sudah Sarapan