Membantu Memfotokopikan Buku Agama Lain

Membantu Memfotokopikan Buku Agama Lain

MEMBANTU MEMFOTOKOPIKAN BUKU AGAMA LAIN

Pertanyaan

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz, siswa saya minta bantuan untuk fotocopikan buku cetak agama katolik mereka kepada saya. Berhubung saya tinggal di kota, sedang diwilayah pedalaman tempat saya mengajar tidak ada fasilitas itu.

Saya ragu, bagaimana sikap saya sebaiknya Ustadz, mohon nasehatnya.

Jazakallohu khairan

(Fulanah, Sahabat BiAS T06 G-58)

Jawaban

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Jangan ditolong untuk mencetakkan kitab agama lain karena itu bukan bagian dari toleransi yang dibolehkan oleh agama kita. Allah Ta’ala berfirman

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ﴿١﴾ لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ﴿٢﴾ وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٣﴾ وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ ﴿٤﴾ وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٥﴾ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ ﴿٦﴾

1). Katakanlah: Hai orang-orang kafir
2). Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah
3). Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah
4). Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah
5). Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah
6). Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku

(QS Al-Kafirun : 1-6).

Disebutkan dalam salah satu fatwa :

فلا يجوز تصوير أفلام للأناجيل التي بين أيدي النصارى أو طباعتها، أو المعاونة على ذلك بعمل أو غيره، لما في ذلك من التعاون على نشر الكفر بالله حيث إن النصارى حرفوا هذه الأناجيل وبدلوها،

ومن وقع في شيء من ذلك، فعليه أن يبادر بالتوبة الصادقة النصوح، وأن لا يعود إلى ذلك أبداً، وليعلم أنه لا طاعة لمخلوق في معصية الخالق.

والله أعلم.

“Tidak boleh meng-copy injil yang dimiliki oleh orang-orang Nasrani. Tidak boleh pula mencetaknya atau membantu di dalam mencetaknya karena di dalamnya terdapat unsur menolong penyebaran kekufuran terhadap Allah Ta’ala. Yang mana orang-orang nasrani telah merubah dan mengganti isi dari injil.

Barangsiapa melakukan hal itu, maka ia harus bersegera taubat kepada ALlah Ta’ala dengan taubat nasuha dan tidak mengulangi perbuatan tersebut selamanya. Dan hendaknya difahami bahwa tidak boleh ada ketataan terhadap makhluk di dalam memaksiti Sang Khaliq (Allah). Wallahu a’lam.”

(Fatawa Islamweb no. 54844).

Wallohu A’lam,
wabillahit taufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Abul Aswad al Bayati حفظه الله
(Dewan Konsultasi Bimbinganislam.com)

Tanya Jawab
Grup WA Bimbingan Islam T06
Rabu, 2 Syaban 1439H / 18 April 2018M

 

 



Ustadz Abul Aswad al Bayati, BA فظه الله
Beliau adalah Alumni Mediu, Dewan konsultasi Bimbingan Islam, dan da’i di kota Klaten.
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad al Bayati, BA فظه الله
klik disini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS