https://socialbarandgrill-il.com/ situs togel dentoto https://dentoto.cc/ https://dentoto.vip/ https://dentoto.live/ https://dentoto.link/ situs toto toto 4d dentoto https://vlfpr.org/ http://jeniferseo.my.id/ https://seomex.org/ omtogel https://omtogel.site/ personal-statements.biz https://www.simt.com.mk/ https://www.aparanza.it/ https://vivigrumes.it/ https://interpolymech.com/ https://frusabor.com/ https://www.aparanza.it/ https://www.ibcmlbd.com/ https://uhra.com.ua/ https://www.newdayauctions.com/ https://chai-sacco.co.ke/
Mati Tenggelam, Apakah Syahid Dan Masuk Surga Tanpa Hisab
Fiqih

Mati Tenggelam, Apakah Syahid Dan Masuk Surga Tanpa Hisab

Mati Tenggelam, Apakah Syahid Dan Masuk Surga Tanpa Hisab

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan mati tenggelam, apakah syahid dan masuk surga tanpa hisab. Selamat membaca.


Pertanyaan:

Assalamualaikum, afwan ana mau bertanya. Mati karena tenggelam itu mati syahid. Apakah mati syahidnya disebut Husnul Khotimah dan langsung masuk surga tanpa hisab?

Jika misalnya si fulan bukan seorang ahli agama dan taat tetapi mati tenggelam, apakah tetap disebut syahid=husnul khotimah=masuk surga tanpa hisab? Mohon jawabannya Ustad. Syukron-Barokalloh fiikum.

(Ditanyakan oleh Santri Akademi Shalihah)


Jawaban:

Wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakatuhu.

Macam-macam Mati Syahid

Mati syahid itu dalam pembahasan ulama dibagi menjadi 3:

1. Syahid dunia dan akhirat

Yaitu orang yang mati syahid di medan perang, dia jujur sebagai mukmin dalam berperang, di dunia dia diperlakukan sebagai syahid, yaitu jenazahnya tidak dimandikan, dikafani dengan hanya mengenakkan baju yang ia kenakan tatkala meninggal, dan tidak disholati. Kelak di yaumil kiamat ia juga dibangkitkan sebagai syahid.

2. Syahid dunia

Yaitu seorang munafik yang ikut binasa di medan perang melawan kafir, maka jenazahnya diperlakukan sebagaimana orang yang syahid, namun di akhirat kelak berada di kerak neraka yang paling bawah.

Random Ad Display

3. Syahid akhirat

Yaitu orang yang meninggal dengan salah satu sebab yang disebutkan oleh Nabi sallallahu alaihi wa sallam dalam hadist berikut:

الشهداء سبعة سوى القتل في سبيل الله: المطعون شهيد، والغريق شهيد، وصاحب ذات الجنب شهيد، والمبطون شهيد، والحرق شهيد، والذي يموت تحت الهدم شهيد، والمرأة تموت بجمع شهيد. رواه مالك وأبو داود والنسائي وابن ماجه

“Para syuhada selain yang terbunuh di medan perang ada 7: orang tang terkena toun adalah syahid, yang tenggelam adalah syahid, mati karena penyakit radang selaput dada adalah syahid, mati terkena penyakit perut adalah syahid, mati terbakar adalah syahid, mati karena tertimpa benda keras adalah syahid, mati karena hamil/melahirkan adalah syahid”. (HR. Malik, Abu Dawud, al-Nasai, Ibnu Majah).

Alasannya apa kenapa mereka mati dalam kondisi tersebut dihukumi syahid?

Al-Imam Al-Nawawi menjelaskan:

قال العلماء: وإنما كانت هذه الموتات شهادة بتفضل الله تعالى بسبب شدتها وكثرة ألمها

“Pra ulama mengatakan bahwa kematian-kematian ini terhitung syahid dengan keutamaan yang Allah berikan, sebabnya karena sangat dahsyat dan berat rasa sakitnya”

Ibnu Tiin menyatakan:

هذه كلها ميتات فيها شدة تفضَّل الله على أمة محمد صلى الله عليه وسلم بأن جعلها تمحيصا لذنوبهم وزيادة في أجورهم يبلغهم بها مراتب الشهداء.

“Kesemuanya adalah kematian yang sangat dahsyat (menyakitkan), Allah memberikan keutamaan kepada ummat Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam dengan menjadikannya sebagai penghapus dosa-dosa mereka, dan penambahan ganjaran mereka sehingga mencapai derajat syahid”.

Sebagaimana penjelasan di atas, bahwa mati syahid itu adalah kondisi istimewa yang Allah berikan sebagai karunia untuk hambaNya, ini menunjukkan orang yang mati syahid itu adalh mati secara husnul khotimah, karena secara etimologi, khusnul khotimah itu kan maknanya “akhir/penutup yang baik”, jadi kita katakan bahwa mati tenggelam adalah syahid dan tanda khusnul khotimah.

Apakah mati syahid kelak di akhirat tanpa hisab masuk surga?

Disebutkan dalam hadist:

يغفر للشهيد كل ذنب إلا الدين

“Semua dosa diampuni untuk orang yang syahid kecuali hutang” (HR. Muslim).

Al-Imam Al-Nawawi mengatakan:

وأما قوله صلى الله عليه وسلم إلا الدين، ففيه تنبيه على جميع حقوق الآدميين، وإنما يكفر حقوق الله تعالى

“Adapun perkataan Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam: diampuni kecuali hutang, ini perhatian terhadap seluruh hak sesama manusia, bahwa yang diampuni terbatas hak-hak Allah saja (adapun hak manusia maka butuh dihalalkan khusus, seperti hutang dll)”.

Jadi ada hisab ataukah tidak, maka ini perlu perincian, jika terkait dosa dan kesalahan pada Allah maka sudah tidak ada hisab, karena sudah Allah ampuni, adapun dosa terkait hak manusia maka tetap ada hisabnya.

Adapun terkait seorang yang agamanya biasa saja, tidak terlalu taat juga bukan ahli agama, jika mati tenggelam apakah tetap syahid? jawabannya adalah, sesuai keumuman lafadz yang disebutkan oleh Nabi sallallahu alaihi wa salllam, الغريق شهيد, “orang yang tenggelam (siapa saja) maka ia adalah syahid”, selagi masih muslim maka terhukumi syahid sebagaimana keumuman lafadz Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ketika dihukumi syahid, maka ia meninggal dengan khusnul khotimah in sya Allah. Demikian.

Wallahu a’lam.

Referensi:

1. https://www.islamweb.net/ar/fatwa/97099/

2. https://www.islamweb.net/ar/fatwa/100560/

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Jum’at, 25 Rabiul Awal 1444 H/ 21 Oktober 2022 M


Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Beliau adalah Alumnus S1 Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dan S2 Hukum Islam di Universitas Muhammadiyah Surakarta
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله klik di sini

Ustadz Setiawan Tugiyono, B.A., M.HI

Beliau adalah Alumni D2 Mahad Aly bin Abi Thalib Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Bahasa Arab 2010 - 2012 , S1 LIPIA Jakarta Syariah 2012 - 2017, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2018 - 2020 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah, Dauroh Masyayikh Ummul Quro Mekkah di PP Riyadush-shalihin Banten, Daurah Syaikh Ali Hasan Al-Halaby, Syaikh Musa Alu Nasr, Syaikh Ziyad, Dauroh-dauroh lain dengan beberapa masyayikh yaman dll | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Belajar bersama dengan kawan-kawan di kampuz jalanan Bantul

Artikel Terkait

Back to top button