Opening WAG BIAS
KonsultasiUmum

manakah Yang Harus Diprioritaskan antara Hadits : Shahih, Hasan, Jayyid?

Manakah Yang Harus Diprioritaskan antara Hadits : Shahih, Hasan, Jayyid?

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه

Ustadz dan keluarga yang semoga dirahmati Allah Ta’ala.

Ustadz saya ingin bertanya :
Ada banyak hadist yang ada, apakah selalu hadist shahih saja yang boleh diikuti? Apakah hadist hasan atau jayyid boleh juga di ikuti?
Contohnya:

Shalawat 10x

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ
”Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada nabi kami, Muhammad.”

Rasulullah ﷺ bersabda:

Barangsiapa yang bershalawat untukku sepuluh kali pada pagi hari dan sepuluh kali pada sore hari, maka dia akan mendapatkan syafa’atku pada Hari Kiamat.”

Baca Juga:  Tatacara Membayar Zakat Mal yang Tidak Dibayarkan Beberapa Tahun?

HR.AT-Thabrani melalui dua sanad yang salah satunya,adalah jayyid(baik)
lihat Majma’ Az-Zawa’id (10/120)
Shahih at-Targhib Wa At-Tarhib (1/273)
Alhaqq

Jazaakallahu Khayran Ustad

(Disampaikan oleh, Admin BiAS T09 G-28)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah wash-shalaatu wassalaamu ‘alaa rasullillaah wa’alaa aalihi wa ash-haabihi waman tabi’ahum bi ihsaanin ilaa yaumil qiyaamah.

Ada banyak hadist yang ada, apakah hadist selalu shahih saja yang boleh diikuti?apakah hadist hasan at jayyid boleh juga diikuti?

Untuk amal ibadah, halal dan haram, hadits yang digunakan harus hadits shahih atau hasan, atau jayyid, dan yang semakna dengannya,

Dan tidak boleh beramal, atau mengharamkan atau menghalalkan sesuatu dengan hadits dhaif.

BACA JUGA
Baca Juga:  Kapan Suatu Perbuatan Disebut Tasyabbuh?

Hadist dhoif boleh diamalkan untuk motivasi beramal selama memenuhi syarat :

1.Dha’ifnya tidak keterlaluan

2.Tidak meyakini bahwa Nabiﷺ yang mengatakannya.

3.Ada dalil yang shahih yang melandasi amalan tersebut.

Jika tiga syarat ini tidak terpenuhi, maka tidak boleh mengamalkan hadits dhaif.

Adapun shalawat kepada Nabiﷺ, maka boleh kapanpun, dimanapun, dengan jumlah berapapun.

Rasulullah ﷺ dalam hadistnya berkata :

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى الله عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا

Siapa bershalawat untukku sekali, Allah akan bershalawat atasnya 10x
(HR. Muslim 384)

Wallohu A’lam
Wabillahittaufiq.

Faedah Tambahan:

Haidts

Dijawab dengan ringkas oleh:
👤 Ustadz Ratno Abu Muhammad حفظه الله
📆 Selasa, 3 Sya’ban 1440H / 9 April 2019M

Baca Juga:  Penjelasan Al Maidah Ayat 103

Ustadz Ratno, Lc.

Beliau adalah alumni Arabic Language Institute, King Saud University Riyadh Saudi Arabia Tahun 2013. Alumni S1 Jurusan Hadits, Universitas Islam Madinah Saudi Arabia Tahun 2014-2018. Begitu juga alumni S2 Study Qur'an Hadits UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Tahun 2019-2021. Aktivitas beliau sekarang adalah sebagai Dewan Pembina Yayasan Anak Muslim Ceria. Pengisi Kajian Radio Muslim Yogyakarta. Pengajar Ma'had Al-Ilmi Yogyakarta, Ma'had Darussalam Asy-Syafi'i Yogyakarta, dan beberapa kajian online maupun offline di Yogyakarta dan sekitarnya.
Back to top button