Maksud Fitnah Pada Hadits Ahban Dan Abu Hurairah

Maksud Fitnah Pada Hadits Ahban Dan Abu Hurairah

Pertanyaan

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz, mohon penjelasannya mengenai hadits berikut ini :

Dari Ahban radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwasiat kepadaku:

سَتَكُوْنُ فِتَنٌ وَفِرْقَةٌ فَإِذَا كَانَ كَذَلِكَ فَاكْسِرْ سَيِفَكَ وَاتَّخِذْ سَيْفاً مِنْ خَشَبٍ

“Kelak akan ada banyak kekacauan dan perpecahan. Jika sudah seperti itu maka patahkanlah pedangmu dan pakailah pedang dari kayu.” (HR. Ahmad no. 20622)

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

سَتَكُوْنَ فِتَنٌ القاعِدُ فِيْها خَيْرٌ مِنَ الْقَائِمِ والقائمُ فيها خيرٌ من المَاشِي والماشِي فيها خير من السَّاعِي. مَنْ تَشَرَّفَ لَها تَسْتَشْرِفْهُ وَمَنْ وَجَدَ مَلْجَأً أَوْ مَعَاذاً فَلْيَعِذْ بِهِ

“Kelak akan ada banyak kekacauan dimana di dalamnya orang yang duduk lebih baik daripada yang berdiri, yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan, dan yang berjalan lebih baik daripada yang berusaha (dalam fitnah). Siapa yang menghadapi kekacauan tersebut maka hendaknya dia menghindarinya dan siapa yang mendapati tempat kembali atau tempat berlindung darinya maka hendaknya dia berlindung.” (HR. Al-Bukhari no. 3601 dan Muslim no. 2886)

Apakah hadits di atas sesuai dengan kejadian yang ada di Suriah saat ini, Ustadz?

Dan apakah ini sebagai pengingat bangsa kita agar tidak terjadi hal yang sama?

Syukron, Ustadz.
Jazaakallaahu khoiron.

(Fulan, SAHABAT BiAS G02)

Jawaban

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Fitnah yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah fitnah berupa saling bunuh antara kaum muslimin seperti yang pernah terjadi pada perang Jamal, perang Shifin dll. Atau fitnah yang menyebabkan kaum muslimin terjerumus ke dalam keburukan secara umum.

Pada daurah Malang beberapa waktu lalu Syaikh Sulaiman bin Salimillah Ar-Ruhaili hafidzahullah ta’ala menyatakan bahwa perang di Suria ini bukan qital fitnah, bukan fitnah saling bunuh antar sesama kaum muslimin. Namun ini jihad fi sabilillah, perang antara orang Islam melawan orang kafir. Dan di dalam jihad itu terdapat banyak kode etik yang harus kita pelajari, perhatikan dan amalkan.

Namun perlu diketahui bersama bahwa penyebab munculnya perang yang tak berkesudahan di Suria, hingga hari ini sudah ratusan ribu nyawa melayang, penyebab awalnya adalah demonstrasi. Memberontak dalam kondisi kaum muslimin saat itu tidak memiliki kemampuan, tidak memiliki persenjataan yang memadai. Maka terjadilah apa yang kemarin dan hari ini kita saksikan bersama.

Kita memohon kepada Allah ta’ala, Sang Pemilik Arsy yang Agung, dengan seluruh Asma’ul Husna dan Sifatul ‘Uula,  agar memebrikan kepada kaum muslimin di Suria dan diberbagai negara kemenangan dari sisi-Nya, kemenangan yang disegerakan dan tidak ditunda-tunda. Sesungguhnya Allah adalah Dzat Yang Maha Perkasa Lagi Maha Kuat.

Wallahu a’lam

Dijawab dengan ringkas oleh :

Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله

Kamis, 23 Rabi’ul Awwal 1438 H/ 22 Desember 2016 M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS