FiqihKonsultasi

Macam-Macam Do’a Duduk Diantara Dua Sujud

Pertanyaan

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Afwan..Saya ingin bertanya. Macam-macam do’a duduk diantara dua sujud yang diajarkan Rasulullah itu apa saja bacaannya ? Dan artinya..

(Evi, Sahabat BiAS T06 G-40)

Jawaban

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Ada beberapa versi doa yang tersebut dalam beberapa riwayat yang shahih dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam diantaranya :

1. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَاجْبُرْنِي ، وَاهْدِنِي ، وَارْزُقْنِي

“Ya Allah ampunilah aku, sayangilah aku, tutupilah kekuranganku, anugrahkan kepadaku hidayah dan berikanlah rezki kepadaku.” (HR Tirmidzi : 284 dishahihkan oleh Imam Al-Albani dalam Aslu Sifatish Sholatin Nabi : 807-810).

Dalam sebagian riwayat disebut “Allahumma” diganti dengan “Robbi”.

Baca Juga :  Hukum Berkurban Dengan Menggunakan Harta Haram

2. Kemudian lafadz doa di atas diriwayatkan pula dalam jalur yang berbeda-beda dengan lafadz yang beragam, jumlah lafadznya ada tujuh kata, jika dikumpulkan semua lafadznya (ketujuh kata tersebut) menjadi sbb :

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَاجْبُرْنِي ، وَاهْدِنِي ، وَارْزُقْنِي ، وَعَافِنِي ، وَارْفَعْنِي

“Ya Allah ampunilah aku, sayangilah aku, tutuplah kekuranganku, anugrahkan kepadaku petunjuk, berikanlah padaku rizki, maafkanlah aku dan angkatlah derajatku.” (Lihat keseluruhan riwayat dalam kitab Aslu Sifati Sholatin Nabi : 809-814 karya Imam Muhammad Nashiruddin Al-Albani).

Pengumpulan ketujuh kata ini lebih utama sebagaimana kata Imam An-Nawawi :

فالاحتياط [ يعني : لإصابة السنة ] والاختيار أن يجمع بين الروايات ويأتي بجميع ألفاظها وهى سبعة

“Yang lebih hati-hati (lebih mencocoki sunnah) dan yang lebih dipilihkan adalah mengumpulkan diantara riwayat-riwayat yang ada dan mendatangkan seluruh lafadz-lafadznya yang tujuh.” (Majmu’ Syarah Muhadzdzab : 3/437).

3. Kemudian ada riwayat lain menyebutkan doa minimal dari duduk diantara dua sujud yaitu :

رَبِّ اغْفِرْ لِي ، رَبِّ اغْفِرْ لِي

“Wahai Rabbku ampunilah aku, wahai Rabbku ampunilah aku.” (HR Ibnu Majah : 1/290 dishahihkan oleh Imam Al-Albani dalam Aslu Sifatis Sholatin Nabi : 811).

Wallahu a’lam

Konsultasi Bimbingan Islam

Ustadz Abul Aswad Al-Bayati

Baca Juga :  Hukum Mengepang Rambut Bagi Wanita

Ustadz Abul Aswad Al Bayati, BA.

Beliau adalah Alumni S1 MEDIU Aqidah 2008 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Malang tahunan dari 2013 – sekarang, Dauroh Solo tahunan dari 2014 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Koordinator Relawan Brigas, Pengisi Kajian Islam Bahasa Berbahasa Jawa di Al Iman TV

Related Articles

Back to top button