Fiqih

Lupa Duduk Tasyahud Awal 2x, Perlukah Sujud Sahwi?

Lupa Duduk Tasyahud Awal 2x, Perlukah Sujud Sahwi?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan apabila lupa duduk tasyahud awal 2x, perlukah sujud sahwi? Selamat membaca.


Pertanyaan:

Bismillah saya pernah lupa, pada rakaat ke 3 saya duduk tasyahud awal. Saat saya telah berdiri, baru teringat pada rakaat ke 2 tadi ternyata saya sudah tasyahud awal.

Apakah shalat saya diterima? Apakah saya masih perlu sujud sahwi?

(Ditanyakan oleh Santri Kuliah Islam Online Mahad BIAS)


Jawaban:

Bismillah,

Selama seseorang lupa dalam shalatnya dalam menjalankan suatu amalan, baik menambah atau menguranginya maka diperintahkan untuk melakukan sujud sahwi.

Wajib dan sunnahnya menjalankan sujud sahwi tergantung dengan amalan yang terlupakan. Bila amalan itu sunnah maka sunnah baginya untuk melakukan sujud sahwi, bila ia berupa amalan wajib/rukun maka ia wajib melakukan sujud sahwi.

Bila amalan tersebut berupa rukun yang ia tinggalkan pada rakaat tertentu bila ia tidak bisa menyusulkannya maka rakaat tersebut dianggap tidak ada, dan harus mengulangi/menambahkan rakaat tersebut.

Baca Juga:  Bolehkah Mengkafani Mayat Dengan Kain Ihram Karena Wasiat?

Misalnya ia dalam shalat munfarid (sendiri) lupa membaca Al-Fatihah di rakaat kedua, baru teringat di rakaat ke tiga bahwa ia belum membaca Al-Fatihah, maka ia harus menambahkan rokaat sekali lagi dalam shalatnya, kemudian ia harus melakukan sujud sahwi di akhir shalatnya, karena al-fatihah termasuk rukun yang harus ada/dilakukan oleh seseorang selain pada shalat jamaah.

Di mana sebagian ulama berpendapat bahwa Al-Fatihahnya makmum adalah Al-Fatihahnya imam, begitu pula seseorang yang tidak mendapatkan kesempatan bersama imam membaca Al-Fatihah dan hanya mendapatkan rukuknya imam maka tidak perlu membaca Al-Fatihah.

Bila seseorang benar-benar lupa, meninggalkan sesuatu di dalam shalatnya, di mana kejadian tersebut tidak sering terulang maka ia tidak berdosa dan bukan termasuk kelalaian serta shalatnya diterima, insyaallah.

Sebagaimana yang juga terjadi pada diri Rasulullah sallahu alaihi wasallam ketika lupa dalam jumlah rakaat, dan sebagainya.

Hadits ‘Abdullah bin Buhainah radhiyallahu ‘anhu.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ فِي صَلَاةِ الظُّهْرِ وَعَلَيْهِ جُلُوسٌ فَلَمَّا أَتَمَّ صَلَاتَهُ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ فَكَبَّرَ فِي كُلِّ سَجْدَةٍ وَهُوَ جَالِسٌ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ وَسَجَدَهُمَا النَّاسُ مَعَهُ مَكَانَ مَا نَسِيَ مِنْ الْجُلُوسِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melaksanakan shalat Zhuhur namun tidak melakukan duduk (tasyahud awal). Setelah beliau menyempurnakan shalatnya, beliau sujud dua kali, dan beliau bertakbir pada setiap akan sujud dalam posisi duduk sebelum salam. Beliau lakukan seperti ini sebelum salam. Maka orang-orang mengikuti sujud bersama beliau sebagai ganti yang terlupa dari duduk (tasyahud awal).” (HR. Bukhari no. 1224 dan Muslim no. 570)

Hadits ‘Abdullah bin Mas’ud.

صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلمخَمْسًا فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَزِيدَ فِى الصَّلاَةِ قَالَ « وَمَا ذَاكَ ». قَالُوا صَلَّيْتَ خَمْسًا. قَالَ « إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ أَذْكُرُ كَمَا تَذْكُرُونَ وَأَنْسَى كَمَا تَنْسَوْنَ ». ثُمَّ سَجَدَ سَجْدَتَىِ السَّهْوِ.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat bersama kami lima raka’at. Kami pun mengatakan, “Wahai Rasulullah, apakah engkau menambah dalam shalat?” Lalu beliau pun mengatakan, “Memang ada apa tadi?” Para sahabat pun menjawab, “Engkau telah mengerjakan shalat lima raka’at.” Lantas beliau bersabda, “Sesungguhnya aku hanyalah manusia semisal kalian. Aku bisa memiliki ingatan yang baik sebagaimana kalian. Begitu pula aku bisa lupa sebagaimana kalian pun demikian.” Setelah itu beliau melakukan dua kali sujud sahwi.” (HR. Muslim no. 572)

Wallahu a`lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله
Kamis, 26 Safar 1444 H/ 22 September 2022 M


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi BimbinganIslam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله klik di sini

Baca Juga:  Hukum Makan Semut Atau Bangkai Semut

Ustadz Mu’tasim, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid

Related Articles

Back to top button