Keluarga

Kunci Rumah Tangga Bahagia

Kunci Rumah Tangga Bahagia

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan pembahasan tentang kunci rumah tangga bahagia. Selamat membaca.


Pertanyaan:

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.. ana ingin bertanya.

Bagaimana jika ana sebagai istri merasa susah mendapat ridho suami karena suami yang mudah sekali marah dan saat ana sudah berusaha melakukan yang terbaik tetapi tetap saja ada salahnya di mata suami dan akhirnya dia marah.

Dan sepertinya suami tidak pernah merasa salah, selalu ana yang harus minta maaf dan suami tidak pernah meminta maaf duluan padahal ana pun sering merasa sakit hati dengan sikapnya. Ana takut Allah juga ndka ridho dengan ana karena suami yang sering marah padahal ana sudah berusaha melakukan yang terbaik. Apa yang harus ana lakukan?

Ana melakukan semua hanya karena Allah dan hanya ingin mengharap ridho Allah. Jazaakumullah khairan.

(Ditanyakan oleh Sahabat BIAS via Instagram Bimbingan Islam)


Jawaban:

Baca Juga :  Istri Bertemu Laki-laki Lain Atas Izin Suami

Wa alaikumussalaam warahmatullah wabarakatuhu.

Dalam kehidupan rumah tangga itu ada hak dan ada kewajiban yang harus ditunaikan oleh kedua pihak, suami dan istri.

Masing-masing harus tahu kewajibannya sebelum menuntut haknya, semua harus sama-sama belajar dan menggali, agar pernikahan dipenuhi keberkahan, keadilan dan penuh kasih sayang, bukan justru dipenuhi murka dan kedzoliman.

Jika anda (istri) telah berupaya sebaik mungkin untuk melayani suami, sudah berusaha menunaikan kewajiban anda yang menjadi hak suami, maka apa yang anda lakukan sudah sesuai tuntunan syariat, anda tidak keliru.

Adapun suami yang mudah marah, meluap-luap emosinya tanpa sebab yang dibenarkan, justru suami yang terjatuh dalam kekeliruan, padahal Allah memerintahkan bagi suami untuk bergaul dengan baik kepada istrinya:

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

Dan bergaullah dengan mereka (istri) secara patut (baik)”. (Al-Nisa:19)

Nabi juga bersabda:

اِسْتَوْصُوْا بِالنِّسَاءِ فَإِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلاَهُ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيْمُُه كَسَرْتَهُ وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ فَاسْتَوْصُوْا بِالنِّسَاءِ

“Berwasiatlah untuk para wanita karena sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk dan yang paling bengkok dari bagian tulang rusuk adalah bagian atasnya. Jika engkau ingin meluruskan tulang rusuk tersebut maka engkau akan mematahkannya, dan jika engkau membiarkannya maka ia akan tetap bengkok, maka berwasiatlah untuk para wanita” (HR Al-Bukhari III/1212 no 3153 dan V/1987 no 4890 dari hadits Abu Hurairah)

Bahkan Nabi mewanti-wanti untuk berhati-hati berinteraksi dengan wanita, jangan kasar, jangan semena-mena, karena dikala tidak berhati-hati, mereka bisa pecah sebagaimana gelas.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menemui sebagian istrinya, sementara Ummu Sulaim bersama mereka. Maka beliau berkata:

وَيْحَكَ يَا أَنْجَشَةُ، رُوَيْدَكَ سَوْقًا بِالقَوَارِيرِ

“Hati-hati wahai Anjasyah, pelan-pelanlah jika sedang mengawal gelas-gelas kaca (maksudnya para wanita, pent.).” (HR. Bukhari no. 6149 dan Muslim no. 2323)

Cukuplah anda tetap konsisten melayani suami dan taat dalam perkara yang baik, jika perangai suami kurang baik, doakan agar supaya Allah merubahnya, dan nasehati dengan baik ketika dalam kondisi yang pas, semoga Allah beri petunjuk pada suami anda. Wallahu a’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Senin, 14 Jumadil Akhir 1443 H/17 Januari 2022 M


Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Beliau adalah Alumnus S1 Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dan S2 Hukum Islam di Universitas Muhammadiyah Surakarta
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله klik disini

Baca Juga :  Dengan Melanggar Aturan Allah, Sebuah Rumah Tangga Dapat Hancur

Ustadz Setiawan Tugiyono, B.A., M.HI

Beliau adalah Alumni D2 Mahad Aly bin Abi Thalib Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Bahasa Arab 2010 - 2012 , S1 LIPIA Jakarta Syariah 2012 - 2017, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2018 - 2020 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah, Dauroh Masyayikh Ummul Quro Mekkah di PP Riyadush-shalihin Banten, Daurah Syaikh Ali Hasan Al-Halaby, Syaikh Musa Alu Nasr, Syaikh Ziyad, Dauroh-dauroh lain dengan beberapa masyayikh yaman dll | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Belajar bersama dengan kawan-kawan di kampuz jalanan Bantul

Related Articles

Back to top button