Kriteria Sahabat Yang Tepat

Kriteria Sahabat Yang Tepat

Pertanyaan :

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Dalam materi Kebahagian dan Kesempurnaan, ada poin yang disebutkan bahwa dalam bersahabatpun ada yang berbuat salah.

Yang ingin saya tanyakan ialah bagaimana sebaiknya kita dalam menjalin persahabatan? Apakah boleh dengan sembarang orang ?

Saya pernah membaca tulisan tapi saya lupa sumbernya, “dan bertemanlah dengan orang-orang sholih agar diakhirat teman sholih ini yang menolong kita”. Mohon pencerahannya,

جَزَاك اللهُ خَيْرًا

(Dari Ibu Eka Anggota Grup BIAS T5 G-64 ).

 

 

Jawaban :

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Syaikh Muhmmad bin SHalih Al-Munajid bertutur tentang kriteria sahabat yang baik beliau mengatakan :

الصديق الصالح هو العبد الصالح ، المطيع لربه ، الملتزم بأوامر دينه ، الحريص على مرضاة الله ، المسارع بالإيمان إلى كل خير ، المنصرف بالتقوى عن كل شر ، المحب للسنة وأهلها ، الموالي في الله ، المعادي في الله ، المبغض للعصيان وأهله ، التقي النقي ، البر الخفي ، الذي لا غل في قلبه ولا حسد .

الصديق الصالح هو الذي يذكرك بربك متى غفلت عن ذكره ، ويعينك ويشاركك : إذا كنت في ذكر لربك . قال النَّبِيّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا ) – وَشَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ . متفق عليه .

“Teman yang shalih itu adalah seorang hamba yang shalih yang mentaati Tuhannya setia melaksanakan ajaran-ajaran agama, bersemangat menggapai ridha Allah ta’ala serta bersegera menuju keimanan dna kebaikan. Ia selalu berpaling dari keburukan, mencintai sunnah dan para pengikut sunnah, ia berloyalitas dan memusuhi karena Allah membenci kemaksiatan dan ahli maksiat, ia bertaqwa, suci serta baik tidak ada kebencian serta hasad dalam hatinya.

Sahabat yang shalih ialah orang yang senantiasa mengingatkan engkau kepada Tuhanmu setiap kali engkau lalai dari-Nya. Ia membantumu serta mengirimu di dalam mengingat Tuhanmu. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Orang beriman itu seperti bangunan yang saling menguatkan satu sama lain”, dan beliau mengaitkan dintara jari-jemari beliau.” (Muttafaqun ‘Alaihi).

Sumber Fatawa

Islam Su’al Wa Jawab no. 138390.

Konsultasi Bimbingan Islam
Ustadz Abul Aswad Al Bayati

CATEGORIES
Share This

COMMENTS