Kriteria Calon Pasangan yang Paling Penting Adalah Agamanya bimbingan islam
Kriteria Calon Pasangan yang Paling Penting Adalah Agamanya bimbingan islam

Kriteria Calon Pasangan yang Paling Penting Adalah Agamanya

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang kriteria calon pasangan peling penting adalah agamanya.
Selamat membaca.

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Semoga ustadz dan keluarga selalu dalam lindungan Allah dan diberi Rahmat Nya.

Bagaimana jika kita akan di khitbah atau dilamar oleh seorang ikhwan yang belum tahu tentang sunnah, apa jawaban kita yang dapat menjawab lamaranya tersebut?
Apakah kita boleh menunggunya sampai dia mengenal sunnah atau tidak, jika tidak ada yang melamar selain dia?

Tanya Jawab AISHAH – akademi shalihah
(Disampaikan Oleh Fulanah – SahabatAISHAH)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillāh wa shalātu wa salāmu ‘alā rasūlillāh.

Carilah lelaki yang bisa membawa anda dan anak – anak anda kelak ke surga. apakah ada diantara kita yang mau menaiki pesawat, sedangkat pilotnya tidak paham cara mengemudikannya??

laki – laki adalah nahkoda bahtera rumah tangga, dia pilotnya, jika dia tidak paham bagaimana cara mengendalikan bahtera tersebut, akan bahaya nantinya.
Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ ، إِلَّا تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ

“Jika ada yang datang kepada kalian mau meminang, seseorang yang kalian meridhoi agama dan akhlaknya maka nikahkanlah dia, kalau tidak maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang meluas”
(HR. Tirmidzi : 1084).

Rasulullah ﷺ menjadikan agama dan akhlak sebagai indikator calon suami yang pantas untuk diterima.

Sedangkan perkataan penanya” jika tidak ada yang melamar selain dia”.
Ini merupakan bentuk kepesimisan dan su’suzhon kepada Allah, seolah – olah Allah tidak akan memberikan jodoh yang sholih kepadanya. Allah berfirman dalam sebuah hadits qudsi:

أنا عند ظن عبدي بي ، فإن ظن بي خيرا فله ، وإن ظن بي شرا فله

“Saya sesuai dengan prasangka hambaKu terhadapKu, jika dia menyangkaKu dengan kebaikan maka baginya kebaikan, jika dia menyangkaKu dengan keburukan maka baginya keburukan”
(HR. Ahmad : 8715).

Begitu pula sabda rasulullah ﷺ :

إنك لن تدع شيئا لله تعالى إلا بدلك الله به ما هو خير لك به

” Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah Ta’ala, kecuali Allah Ta’ala berikan untukmu ganti yang jauh lebih baik dari apa yang engkau tinggalkan”.
(HR. Ahmad : 21996)

Maka berusahalah, sampaikan kepada orang tua kriteria pasangan yang diinginkan, tanyakan kepada teman – teman kajian yang telah menikah, atau minta tolong kepada asatidzah yang membuka peluang untuk itu unutk mencarikan pasangan untuk anti.

semoga Allah memudahkan urusan anti dan semua urusan kaum muslimin.

Wallahu a’lam.

 

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Kamis,  08 Sya’ban 1441 H / 02 april 2020 M



Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini